Sabtu, Januari 31, 2009

Ujian



Ujian

Suatu ketika, dalam sebuah ruang kelas kuliah, berlangsung sebuah ujian. Semua mahasiswa tampak serius mengerjakan soal-soal, sebab, ujian ini adalah tes terakhir sebelum mereka lulus. Semuanya tampak tekun, hingga mereka melihat sebuah pertanyaan terakhir.

Dalam lembar soal, tercantum sebuah pertanyaan, "Siapa nama wanita yang selalu membersihkan kelas ini setiap hari?. Sebuah pertanyaan yang ganjil, pikir semua anak. Sebab, apa hubungannya seorang tukang sapu dengan kelulusan seorang mahasiswa?. Ah, sang dosen rupaya sudah kehabisan pertanyaan. Banyak mahasiswa yang membiarkan baris pertanyaan itu kosong tak berisi.

Ujian itupun usai. Semuanya mengumpulkan kertas ujian mereka masing-masing dan meninggalkan ruangan. Tampak seorang mahasiswa yang mendatangi meja depan, dan bertanya sesuatu kepada dosen yang sedang membereskan berkas-berkasnya. "Pak, apakah soal terakhir itu juga masuk dalam penilaian? " tanya mahasiswa itu perlahan, "Sebab, saya tak mengisi jawaban untuk soal itu.

Sang dosen menjawab, " Ya, tentu saja. Ia lalu melanjutkan, "Anak muda, kamu belajar satu hal kali ini. Dalam hidupmu, kamu akan mengenal banyak orang. Dan semua orang itu penting, semua insan itu akan memberikan nilai buatmu. Mereka semua berhak untuk diperhatikan dan juga diberikan penghargaan. Walaupun, yang kamu lakukan cuma sekedar tersenyum atau mengucapkan salam.

"Dan, oh ya, Nak, pertanyaan semacam ini, akan kamu temui dalam bentuk yang berbeda kelak. Maka, bukalah matamu lebih lebar, dan bukalah hatimu lebih luas, kamu akan menemukan jawabannya.

Mahasiswa itu belajar hikmah yang berguna kali ini. Dan ia juga belajar, bahwa, wanita petugas kebersihan itu bernama Rose.

--Author Unknown

Teman, banyak dari kita yang memang tak terlalu peka dengan keadaan sekitar. Ada banyak sekali hadangan-hadangan yang kita buat sendiri dengan lingkungan. Seringkali, kita biarkan diri kita asing, diri kita terkungkung dalam jeruji-jeruji "tak peduli" yang kita pancangkan kuat-kuat.

Memang, setiap orang berhak untuk mendapatkan perhatian kita. Setiap manusia yang ada di dekat kita, punya bagian untuk menjadi orang yang kita sayangi. Maka, bukalah mata lebih lebar, dan bukalah hati lebih luas, kita akan menemukan jawabannya.