peluang usaha
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 21, 2010

Sebuah Renungan


Oleh: Laila Nurul Muna


Wahai sahabat ...

Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan
dalam satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun,
bahkan sepanjang usia kita ?.

Andaikan saja kita bersedia menyediakan kotak kosong,
lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan,
kira-kira, apa yang terjadi ?

Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut tak berbentuk
kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.

Bukankah kita seringkali mendahulukan pekerjaan
pada saat adzan memanggil,
dan membiarkan mesjid kosong sehari-harinya,

Bukankah kita pernah menahan orang miskin ?
Menghitung-hitung apa yang kita punya,
namun seringkali sulit untuk berbagi
kepada mereka yang membutuhkan,

Bukankah kita pernah merasa diri paling benar, paling
pintar dari orang lain, ta'adjub, riya, sombong, marah
yang tak pada tempatnya, angkuh, congkak, hebat, dan
tinggi dari orang lain ?

Bukankah karena lidah kita, tangan kita, badan, kaki
kita, mata dan hati kita pernah menyakiti manusia lainnya ?


Bukankah kita sering tak mau menolong orang yang
meminta bantuan pada kita, menolong saudara kita yang
dalam kesulitan, walaupun kita sanggup menolongnya ?.

Bukanlah sering kita mengecewakan orang tua kita,
pasangan kita, anak-anak kita atau orang -orang terdekat kita,

Daftar ini akan bisa semakin panjang dan panjang bila
diteruskan…

Lalu apa yang harus kita lakukan ?

Allah SWT berfirman dalam surat Az Zumar ( 39 : 53 )

" Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus
asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya ( kecuali syirik ). Sesungguhnya
Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang. "

Indah benar ayat ini,
Allah menyapa kita dengan panggilan yang bernada teguran,
namun tidak diikuti kalimat yang berbau murka.
Justru Allah mengingatkan kita untuk tidak berputus asa
dari rahmat (kasih saying) Allah.
Allahpun menjanjikan kita untuk mengampuni dosa-dosa kita.

Karena itu, kosongkanlah lagi kotak-kotak yang penuh tadi
dengan bertaubat kepadaNya.
Kita kembalikan kotak itu seperti keadaannya semula,
kita kembalikan jiwa kita kepada jiwa yang fitri dan bersih.

Jika kita punya onta lengkap dengan segala
perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang,
bukankah kita sedih?

Bagaimana pula jika onta itu tiba-tiba kembali
berjalan menuju kita lengkap dengan segala perbekalannya,
bukankah kita merasa bahagia ?

Rasulullah SAW bersabda :
daripada kembalinya onta yang hilang dan perbekalannya,
“Ketahuilah Allah akan lebih senang lagi melihat hambaNya
yang berlumuran dosa bertaubat dan kembali kepadaNya”.

Allah berfirman : " Kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah padaNya, sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi ".
(Q. S. 39 : 54 )

Seperti onta yang sesat jalan, dan mungkin telah
tenggelam didasar lautan samudra, mengapa kita tak
berusaha berjalan kembali menuju Allah, dan menangis
di " kaki kebesaranNya ", mengakui kesalahan kita, dan
memohon ampunanNya.

-------------------------

Ya Rabb .. Engkaulah yang Maha menggenggam hati kami ...
Engkaulah yang Maha membukakan pintu hikmah bagi kami ...
Engkaulah yang Maha pengampun atas banyaknya dosa2 kami ...
Hanya kepadaMulah kami bersandar ...
Hanya kepadaMulah kami memohon ampun dan pertolongan ...
Hanya kepadaMulah sepenuhnya kami berserah diri ...
Ya Dzat yang Maha Besar ...
Rahmatilah kami , ridhoilah kami,
Masukkanlah kami ke dalam golongan orang2 yang beruntung
dan yang Engkau cintai ...
Berikanlah kami nikmat iman yang semakin baik ,
dan terbaik pada penghujung umur kami ..
Ya Rabb, Ya Malikul Mulki, Ya Dzal jalaali wal ikram ...

Sabtu, Februari 20, 2010

Renungan, "Surat dari Mama"

Assalamu'alaikum anakku sholehah...

Seandainya mama dulu sudah lebih mengerti ilmu-ilmu Allah seperti sekarang ini, mungkin mama tidak akan mengalami kesalahan2 masa lalu pandangan dalam pergaulan saat mama remaja dulu,meskipun waktu itu menurut mama semua sudah baik-baik saja.
Tapi ternyata,banyak langkah yang masih salah dipijak,sudah banyak pendapat orang tua yang sempat ditentang,karena kami dulu merasa benar dan baik-baik saja!
Oleh karena itu,anakku sayang,mama ingin ananda memahamiapa yang diperintahkan Allah untuk dipatuhi dan diyakini akan membawa KEBAHAGIAAN dunia dan akherat untuk ananda.
sehingga,ananda tidak membuang waktu dengan percuma hanya karena "salah cara mencintai seseorang pujaan hati"!

Anakku,belajarlah mencintai seseorang yang baik menurut 'syari'at',
belajarlah mencintai seseorang yang dia begitu mencintai Allah,
belajarlah mencintai seseorang yang dipilihkan Allah untukmu,
yang memenuhi kriteria agama Islam,Al Quran & Hadits,
belajarlah mencintai seseorang yang bertanggung jawab kepada Allah.

jika kau mencintai fisik yang menawan wajah yang rupawan,semoga itu bukanlah hanya memenuhi 'nafsu hati saja',
karena belum tentu orang itu bisa membahagiakanmu dunia & akherat,tentu ia pun tidak akan membawa berkah bagi keluarga yang kalian bangun kelak.

Itulah sebabnya,mengapa banyak orang tua muslimah mencarikan jodoh bagi putrinya,se mata2 untuk menghindari 'zinah' dan hal2 buruk yang dapatmenghancurkan pahala akherat bagi anaknya.

Untuk apa kita puas berpasangan dengan 'idaman hati',kalau ternyata akhirnya orang tersebut hanya menyukai kita secara fisik?
tapi tidak menjadi pemimpin dan pembimbing yang sesuai syari'at bagi istrii dan anak2nya.
Dalam pergaulan se hari2 dimasa remaja ini,mohonlah selau RIDHO ALLAH.
Karena yang ananda kagumi secara fisik dan duniawi kadang merupakan hasil godaan syaitan semata,hasil dari 'zinah mata',
yang ananda khayalkan dan impikan seolah-olah ananda pasti akan bahagia jika hidup bersamanya,biasanya hasil dari 'zinah fikiran' saja.
Na'udzubillah.....

Anakku sayang,
Hidup ini hanya sementara.Sedangkan pernikahan adalah SUMPAH kita kepada ALLAH,dan disaksikan para malaikat!

Oleh karena itu,bergaullah dengan orang2 sholeh,pilihlah orang sholeh menjadi pendamping hidupmu kelak,
orang yang di pilihkan ALLAH untukmu,yang diridhoi orang tuamu.
Kuatkanlah permohonanmu dalam ibadah kepadaNYA supaya kau temukan jawabannya.
Jika kau tidak mencintainya hanya karena ia tidak tampan,
belajarlah mencintainya karena Allah mencintai hambanya bagaimanapun ia adanya!

Berdoalah selalu agar Allah menumbuhkan cintamu untuknya.
Jika ibumu ridho,tentu Allah akan meridhoi,karena ridho Allah adalah ridho orang tua yang soleh.

Sekali lagi,renungkanlah,Belajarlah mencintai orang sholeh yang dipilihkan Allah untukmu,
Yakinlah Allah akan selalu melindungimu dari segala godaan dunia ini.Doa mama selalu untukmu dalam setiap langkah dan nafasmu.
Amin Ya Robbal alamin...



Sebuah Renungan Hari Akhir...

Ada beberapa surat yang menceritakan kedahsyatan hari kiamat. Misalnya, surah Qaf, Al-Waqi’ah, Al-Qiyamah, Al-Mursalat, An-Naba, Al-Muththaffifin, dan At-Takwir. Begitu juga hadits-hadits Rasulullah saw.

Dari Aisyah r.a. Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Dikumpulkanlah semua manusia di padang mahsyar pada hari kiamat dengan telanjang kaki, telanjang tubuh dan tidak berkhitan kemaluannya."

Saya bertanya: "Ya Rasulullah, kalau begitu kaum wanita dan kaum lelaki semuanya dapat melihat antara yang sebahagian dengan sebahagian yang lainnya?"

Beliau s.a.w. menjawab: "Hai Aisyah, peristiwa pada hari itu lebih dasyat untuk memperhatikan diri mereka daripada memperhatikan orang lain."

Dalam riwayat lain disebutkan:
"Peristiwa pada hari itu lebih penting untuk diperhatikan oleh setiap orang
daripada yang sebahagian melihat kepada sebahagian yang lain."

(Muttafaq 'alaih)


Dalam Al-Qur’an Surat Al-Haaqqah disebutkan:
025. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya (catatan amalnya) dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),
026. Dan aku tidak mengetahui apa hisab (perhitungan) terhadap diriku, 027. Wahai kiranya KEMATIAN itulah YANG MENYELESAIKAN segala sesuatu.
028. HARTAKU sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
029. Telah hilang KEKUASAANKU dariku"
030. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
031. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
032. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
033. Sesungguhnya dia dahulu TIDAK BERIMAN kepada Allah Yang Maha Besar.
034. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk MEMBERI MAKAN orang miskin.
035. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.
036. Dan tiada (pula) MAKANAN sedikitpun (baginya) kecuali dari DARAH dan NANAH.
037. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang BERDOSA.

Dalam Al-Qur’an Surat An-Naba’ disebutkan:
021. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
022. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang MELAMPAUI BATAS,
023. mereka tinggal di dalamnya BERABAD-ABAD lamanya,
024. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
025. selain AIR yang MENDIDIH dan NANAH,
026. sebagai pembalasan yang setimpal.
027. Sesungguhnya mereka dahulu TIDAK TAKUT kepada HISAB,
028. dan mereka MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI Kami dengan SESUNGGUH-SUNGGUHNYA,
029. dan segala sesuatu telah Kami CATAT dalam suatu KITAB.
030. Karena itu RASAKANLAH. Dan Kami sekali-kali TIDAK AKAN MENAMBAH kepada kamu SELAIN daripada ADZAB (SIKSAAN).

Orang-orang yang tidak beriman dan berdosa akan benar-benar MENYESAL,

#Bentuk Penyesalan Pertama: “KIAMAT KECIL”
Kiamat kecil yang dialami manusia ialah kematian. Seseorang mulai menyesal ketika detik-detik akhir usianya dan menyakini nyawanya tidak lama lagi keluar dari tubuhnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan dia yakin sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” (Al-Qiyamah: 28-29).

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku (Ke dunia), agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99).

“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu perkataan yang diucapkan saja dan di depan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun: 100)

#Bentuk Penyesalan Kedua: “GIGIT TANGAN”
Penyesalan sepeti ini terjadi ketika seseorang akhirat melihat sahabat karibnya menyelamatkan dirinya dan tidak berdaya membelanya di sisi Allah Ta’ala.
Saat itulah…,
“Orang dzalim mengigit dua tangannya sambil berkata, ‘Kecelakaan besar bagiku. Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan teman akrab. Sesungguhnya ia telah menyesatkanku dari Al Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Kahfi: 49).

Bahkan, ia berharap menjadi tanah yang diinjak kaki dan tidak disiksa dengan siksa dengan siksa akhirat. Ia berkata:
“Alangkah baiknya sekiranya aku dulu tanah.” (An-Naba’: 40)

#Bentuk Penyesalan Ketiga: “KETIKA NERAKA DI DATANGKAN”
Rasulullah Shallallahu Alihis wa Sallam bersabda:
“Ketika itu, neraka, yang punya tujuh puluh ribu penahan, didatangkan. Di setiap penahan ada tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya.” (Diriwayatkan Muslim)
Ketika pelaku maksiat melihat neraka sebesar seperti itu, ditarik 4.900.000.000 malaikat, lidah besar menjulur panjang, leher yang punya mata, seperti disebutkan di hadits, yang diriwayatkan At-Tirmidzi,

“Pada hari Kiamat, leher keluar dari neraka. Leher itu punya dua mata yang bisa melihat, dua telinga yang dapat mendengar, dan lidah yang mampu bicara. Lidah leher itu berkata, ‘Aku mewakili tiga jenis manusia: orang yang menjadikan Tuhan selain Allah, orang sombong sekaligus bandel, dan para penggambar’.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi).

Ia dengar kemarahan dan hembusan nafas neraka saat berteriak dengan teriakan menakutkan, “Apakah masih ada tambahan orang untukku? Apakah masih ada tambahan orang untukku?” ketika itulah, pelaku maksiat ingat saat-saat maksiat, malas, menunda amal shalih, menipu Allah Ta’ala dengan taubat palsunya, dan waktu-waktu lain yang hilang sia-sia. Tapi, nostalgia semuanya itu tidak ada gunanya. Allah Ta’ala berfirman:

“Tapi, tidak berguna lagi mengingat itu baginya.” (Al-Fajr: 23).

Ia berkata dengan penuh sesal,
“Alangkah baik kiranya aku dulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 24).

Sayyid Quthb Rahimahullah berkata, “Kesempatan telah berlalu. Allah Ta’ala berfirman, ‘Tapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.’ Peringatan sudah berlalu dan tidak berguna lagi di sini, akhirat, bagi siapa pun. Ucapan orang kafir itu refleksi kesedihan atas hilangnya kesempatan di negeri amal, dunia. Ketika fakta ini terlihat, ‘Dia mengatakan, ‘Alangkah baik kiranya aku dulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.’ Terlihat ada kesedihan mendalam di balik harapan dan itulah kondisi paling menyakitkan yang dirasakan seseorang di akhirat.”
Itulah bentuk penyesalan paling mengenaskan yang dialami manusia dan mereka tidak punya harapan untuk bisa memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

#Bentuk Penyesalan Keempat: “KETIKA BERDIRI DI NERAKA”
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman’.” (Al-An’am: 27)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala mengungkap kondisi orang-orang kafir saat mereka berdiri di neraka pada Hari Kiamat, menyaksikan belenggu dan rantai di dalamnya, serta melihat dengan mata kepala mereka sendiri hal-hal dahsyat. Saat itulah, mereka berkata: ‘Duhai, betapa celakanya kita’.”
Sungguh aneh, orang-orang kafir berkata saat berharap, “Dan kami menjadi orng-orang beriman.” Padahal, mereka dulu memerangi para dai kejalan Allah Ta’ala, kalimat tauhid, dan melecehkan siapa saja mengajak kepadanya. Kenapa kini, di akhirat, mereka berharap ingin menjadi orang-orang beriman? Kenapa itu baru terlontar sekarang dan tidak di dunia dulu? Itulah kemunafikan yang tetap menempel pada mereka, kendati mereka berdiri didepan neraka menyaksikan kedasyatannya. Mereka kira jiwa mereka tidak diketahui Allah a’ala dan dapat ngerjain Dia. Karena itu, mereka membuat trik dengan berbohong dan seluruh argumentasi kuat, agar selamat dari siksa yang pasti ini. Ini sungguh aneh penyesalan yang sarat dengan penipuan atau penipuan yang penuh dengan penyesalan. Kedua hal itu menjijikkan.

#Bentuk Penyesalan Kelima: “SETELAH DILEMPAR KE NERAKA”
Allah Ta’ala berfirman:
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balik dineraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andai kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.’ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu meraka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan besar.” (Al-Ahzab: 66-68)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, “Maksudnya, mereka diseret ke neraka dengan kepala terbalik dan wajah mereka dibola-balik di Neraka Jahanam. Mereka berharap andai mereka dikembalikan kedunia, mereka akan bersama orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul.”
Sekarang mereka baru tahu, ternyata jalan yang dulu merekah tempuh itu jalan salah, sebab mereka mengikuti para pemimpin dan tokoh-tokoh mereka, yang berjalan di jalan setan. Sekarang, mereka berani mengutuk pemimpin-pemimpin mereka dan bicara kepada mereka dengan bahasa lantang, setelah sebelumnya di dunia mereka hidup sebagai pengecut, hina, tidak berani mengatakan kebenaran, dan tidak punya nyali menolak kemungkaran. Setelah mereka dilempar ke neraka dan merasakan siksanya, perasaan mereka yang tadinya membeku itu hidup kembali dan mereka menyesal kenapa tidak mengikuti jalan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Tapi, waktu itu sudah tidak ada lagi.

Sahabat Hikmah...
Dengan membacanya, mata hati kita akan terbuka. Seakan-akan kita menyaksikan semua itu dan hadir di pemandangan yang dahsyat itu. Semua pengetahuan kita tentang kejadian hari kiamat, hari kebangkitan, berkumpul di mahsyar, tentang syafa’at Rasulullah saw., hisab, pahala, qishas, timbangan, jembatan, tempat tinggal yang kekal di surga atau neraka; semua itu menambah tebal iman kita.

Demikian semoga Allah selalu menguatkan iman kita...
wassalam