Sabtu, Februari 20, 2010

Sebuah Renungan Hari Akhir...

Ada beberapa surat yang menceritakan kedahsyatan hari kiamat. Misalnya, surah Qaf, Al-Waqi’ah, Al-Qiyamah, Al-Mursalat, An-Naba, Al-Muththaffifin, dan At-Takwir. Begitu juga hadits-hadits Rasulullah saw.

Dari Aisyah r.a. Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Dikumpulkanlah semua manusia di padang mahsyar pada hari kiamat dengan telanjang kaki, telanjang tubuh dan tidak berkhitan kemaluannya."

Saya bertanya: "Ya Rasulullah, kalau begitu kaum wanita dan kaum lelaki semuanya dapat melihat antara yang sebahagian dengan sebahagian yang lainnya?"

Beliau s.a.w. menjawab: "Hai Aisyah, peristiwa pada hari itu lebih dasyat untuk memperhatikan diri mereka daripada memperhatikan orang lain."

Dalam riwayat lain disebutkan:
"Peristiwa pada hari itu lebih penting untuk diperhatikan oleh setiap orang
daripada yang sebahagian melihat kepada sebahagian yang lain."

(Muttafaq 'alaih)


Dalam Al-Qur’an Surat Al-Haaqqah disebutkan:
025. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya (catatan amalnya) dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini),
026. Dan aku tidak mengetahui apa hisab (perhitungan) terhadap diriku, 027. Wahai kiranya KEMATIAN itulah YANG MENYELESAIKAN segala sesuatu.
028. HARTAKU sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
029. Telah hilang KEKUASAANKU dariku"
030. (Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
031. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
032. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
033. Sesungguhnya dia dahulu TIDAK BERIMAN kepada Allah Yang Maha Besar.
034. Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk MEMBERI MAKAN orang miskin.
035. Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini.
036. Dan tiada (pula) MAKANAN sedikitpun (baginya) kecuali dari DARAH dan NANAH.
037. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang BERDOSA.

Dalam Al-Qur’an Surat An-Naba’ disebutkan:
021. Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,
022. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang MELAMPAUI BATAS,
023. mereka tinggal di dalamnya BERABAD-ABAD lamanya,
024. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
025. selain AIR yang MENDIDIH dan NANAH,
026. sebagai pembalasan yang setimpal.
027. Sesungguhnya mereka dahulu TIDAK TAKUT kepada HISAB,
028. dan mereka MENDUSTAKAN AYAT-AYAT KAMI Kami dengan SESUNGGUH-SUNGGUHNYA,
029. dan segala sesuatu telah Kami CATAT dalam suatu KITAB.
030. Karena itu RASAKANLAH. Dan Kami sekali-kali TIDAK AKAN MENAMBAH kepada kamu SELAIN daripada ADZAB (SIKSAAN).

Orang-orang yang tidak beriman dan berdosa akan benar-benar MENYESAL,

#Bentuk Penyesalan Pertama: “KIAMAT KECIL”
Kiamat kecil yang dialami manusia ialah kematian. Seseorang mulai menyesal ketika detik-detik akhir usianya dan menyakini nyawanya tidak lama lagi keluar dari tubuhnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan dia yakin sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia). Dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan). Kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.” (Al-Qiyamah: 28-29).

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, ia berkata, ‘Tuhanku, kembalikan aku (Ke dunia), agar aku berbuat amal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan’.” (Al-Mukminun: 99).

“Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu perkataan yang diucapkan saja dan di depan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Al-Mukminun: 100)

#Bentuk Penyesalan Kedua: “GIGIT TANGAN”
Penyesalan sepeti ini terjadi ketika seseorang akhirat melihat sahabat karibnya menyelamatkan dirinya dan tidak berdaya membelanya di sisi Allah Ta’ala.
Saat itulah…,
“Orang dzalim mengigit dua tangannya sambil berkata, ‘Kecelakaan besar bagiku. Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan teman akrab. Sesungguhnya ia telah menyesatkanku dari Al Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia.” (Al-Kahfi: 49).

Bahkan, ia berharap menjadi tanah yang diinjak kaki dan tidak disiksa dengan siksa dengan siksa akhirat. Ia berkata:
“Alangkah baiknya sekiranya aku dulu tanah.” (An-Naba’: 40)

#Bentuk Penyesalan Ketiga: “KETIKA NERAKA DI DATANGKAN”
Rasulullah Shallallahu Alihis wa Sallam bersabda:
“Ketika itu, neraka, yang punya tujuh puluh ribu penahan, didatangkan. Di setiap penahan ada tujuh puluh ribu malaikat yang menariknya.” (Diriwayatkan Muslim)
Ketika pelaku maksiat melihat neraka sebesar seperti itu, ditarik 4.900.000.000 malaikat, lidah besar menjulur panjang, leher yang punya mata, seperti disebutkan di hadits, yang diriwayatkan At-Tirmidzi,

“Pada hari Kiamat, leher keluar dari neraka. Leher itu punya dua mata yang bisa melihat, dua telinga yang dapat mendengar, dan lidah yang mampu bicara. Lidah leher itu berkata, ‘Aku mewakili tiga jenis manusia: orang yang menjadikan Tuhan selain Allah, orang sombong sekaligus bandel, dan para penggambar’.” (Diriwayatkan At-Tirmidzi).

Ia dengar kemarahan dan hembusan nafas neraka saat berteriak dengan teriakan menakutkan, “Apakah masih ada tambahan orang untukku? Apakah masih ada tambahan orang untukku?” ketika itulah, pelaku maksiat ingat saat-saat maksiat, malas, menunda amal shalih, menipu Allah Ta’ala dengan taubat palsunya, dan waktu-waktu lain yang hilang sia-sia. Tapi, nostalgia semuanya itu tidak ada gunanya. Allah Ta’ala berfirman:

“Tapi, tidak berguna lagi mengingat itu baginya.” (Al-Fajr: 23).

Ia berkata dengan penuh sesal,
“Alangkah baik kiranya aku dulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 24).

Sayyid Quthb Rahimahullah berkata, “Kesempatan telah berlalu. Allah Ta’ala berfirman, ‘Tapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.’ Peringatan sudah berlalu dan tidak berguna lagi di sini, akhirat, bagi siapa pun. Ucapan orang kafir itu refleksi kesedihan atas hilangnya kesempatan di negeri amal, dunia. Ketika fakta ini terlihat, ‘Dia mengatakan, ‘Alangkah baik kiranya aku dulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini.’ Terlihat ada kesedihan mendalam di balik harapan dan itulah kondisi paling menyakitkan yang dirasakan seseorang di akhirat.”
Itulah bentuk penyesalan paling mengenaskan yang dialami manusia dan mereka tidak punya harapan untuk bisa memperbaiki kesalahan yang telah terjadi.

#Bentuk Penyesalan Keempat: “KETIKA BERDIRI DI NERAKA”
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman’.” (Al-An’am: 27)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, “Allah Ta’ala mengungkap kondisi orang-orang kafir saat mereka berdiri di neraka pada Hari Kiamat, menyaksikan belenggu dan rantai di dalamnya, serta melihat dengan mata kepala mereka sendiri hal-hal dahsyat. Saat itulah, mereka berkata: ‘Duhai, betapa celakanya kita’.”
Sungguh aneh, orang-orang kafir berkata saat berharap, “Dan kami menjadi orng-orang beriman.” Padahal, mereka dulu memerangi para dai kejalan Allah Ta’ala, kalimat tauhid, dan melecehkan siapa saja mengajak kepadanya. Kenapa kini, di akhirat, mereka berharap ingin menjadi orang-orang beriman? Kenapa itu baru terlontar sekarang dan tidak di dunia dulu? Itulah kemunafikan yang tetap menempel pada mereka, kendati mereka berdiri didepan neraka menyaksikan kedasyatannya. Mereka kira jiwa mereka tidak diketahui Allah a’ala dan dapat ngerjain Dia. Karena itu, mereka membuat trik dengan berbohong dan seluruh argumentasi kuat, agar selamat dari siksa yang pasti ini. Ini sungguh aneh penyesalan yang sarat dengan penipuan atau penipuan yang penuh dengan penyesalan. Kedua hal itu menjijikkan.

#Bentuk Penyesalan Kelima: “SETELAH DILEMPAR KE NERAKA”
Allah Ta’ala berfirman:
“Pada hari ketika muka mereka dibolak-balik dineraka, mereka berkata, ‘Alangkah baiknya, andai kami taat kepada Allah dan taat kepada Rasul.’ Dan mereka berkata, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu meraka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakan kepada mereka adzab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan besar.” (Al-Ahzab: 66-68)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata, “Maksudnya, mereka diseret ke neraka dengan kepala terbalik dan wajah mereka dibola-balik di Neraka Jahanam. Mereka berharap andai mereka dikembalikan kedunia, mereka akan bersama orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul.”
Sekarang mereka baru tahu, ternyata jalan yang dulu merekah tempuh itu jalan salah, sebab mereka mengikuti para pemimpin dan tokoh-tokoh mereka, yang berjalan di jalan setan. Sekarang, mereka berani mengutuk pemimpin-pemimpin mereka dan bicara kepada mereka dengan bahasa lantang, setelah sebelumnya di dunia mereka hidup sebagai pengecut, hina, tidak berani mengatakan kebenaran, dan tidak punya nyali menolak kemungkaran. Setelah mereka dilempar ke neraka dan merasakan siksanya, perasaan mereka yang tadinya membeku itu hidup kembali dan mereka menyesal kenapa tidak mengikuti jalan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Tapi, waktu itu sudah tidak ada lagi.

Sahabat Hikmah...
Dengan membacanya, mata hati kita akan terbuka. Seakan-akan kita menyaksikan semua itu dan hadir di pemandangan yang dahsyat itu. Semua pengetahuan kita tentang kejadian hari kiamat, hari kebangkitan, berkumpul di mahsyar, tentang syafa’at Rasulullah saw., hisab, pahala, qishas, timbangan, jembatan, tempat tinggal yang kekal di surga atau neraka; semua itu menambah tebal iman kita.

Demikian semoga Allah selalu menguatkan iman kita...
wassalam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar