Sabtu, Februari 20, 2010

Cerita, "Hormatilah Orang Tuamu"

Beberapa dekade lalu, saat Mr Lee senior masih menjadi PM S'pore, dinegara itu pernah terjadi hal yang sangat menghebohkan karena
masalah keluarga. Ada orang kaya di sana yang istrinya sudah lama meninggal.. Dia mempunyai seorang anak laki2. Dan setelah anak
tsb menikah, minta ijin kepada ayahnya utk tinggal bersama. Dan ayahnyapun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya di apartmentnya yang luas dan mewah.

Ayahnya ini sangat mencintai anak tunggalnya, dan karena dia merasa sudah tua, maka dia menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, diatas namakan ke anaknya itu. Tahun2 berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya mengusir ayahnya keluar dr Apartment mereka. Karena seluruh hartanya sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd. Bayangkan, orang kaya dan terkenal di Singapore, tiba2 menjadi pengemis!

Suatu hari, ada temannya waktu mau memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah anda Mr. X. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan. Tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa Mr X itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2nya yang lain, dan mereka ber-sama2 mendatangi si ayah.

Ada 1 sahabat karibnya yang langsung yakin bahwa pengemis itu adalah Mr X. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis ter-sedu2, dia menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan di sana, karena semua orang tua merasa sangat marah terhadap anak yang sangat tidak berbudi itu.

Kegemparan ini akhirnya terdengar sampai ke PM Lee. PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak n menantu si ayah. Ke 2 orang tsb dimaki2 dan dimarahi habis2an oleh PM Lee dan PM Lee mengatakan 'sangat memalukan bahwa di Singapore ada anak pu hauw seperti mereka'.

Lalu PM Lee memanggil notaris dan saat itu jg surat hibah itu dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang a.n. anaknya tsb disobek2 oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik si ayah diatas namakan Mr X lagi. Lalu, anak menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke apartment ayahnya.

Mr Lee ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti kepada orang tuanya dan menghargai para lansia. Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan dekrit yaitu larangan kepada para orang tua utk tidak menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal. Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat dekrit lagi, yaitu memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi angpao kepada cucu2nya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 thn bekerja.

Yaitu dengan cara, semua toilet di Changi Airport , mall, restaurant, petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Kenapa mereka tidak diberi pekerjaan di kantor dsbnya? itu tidak mungkin! karena lansia itu bukan orang yang berpendidikan tinggi dan sebagian besar adalah mantan ibu2 rumah tangga 100%. Dan juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan utk tahu menghargai orang yang lebih tua.

DiPosting oleh : Kanezane Arihyoshi



1 komentar:

  1. alangkah indahnya kalau di Indonesia para pemimpin dan rakyatnya juga menghargai para orang tuanya masing masing.......

    cerita yang sangat inspiratif......salam kenal ustadz.

    BalasHapus