Sabtu, Desember 20, 2008

PELUANG


PELUANG

Pernah suatu ketika saya pergi keluar kota bersama ayah saya. Ayah saya yang menyetir mobil duluan, sedang diriku menjadi sopir cadangan. Ayah saya termasuk salah satu orang yang suka menyetir mobil. Walaupun ada yang lebih muda yang siap menyetir, beliau tidak mau digantikan kecuali jika beliau merasa capek atau mengantuk.
Sangatlah terlihat memang perbedaan menyetir beliau dengan saya. Beliau begitu lincahnya membawa mobil dengan luwes, menyalip mobil, walaupun jalanan agak padat, tapi mobil bisa berjalan dengan kecepatan penuh, dengan cerdik dan cermat mengambil peluang menyalip mobil satu ke mobil lainnya. Pada awalnya memang agak tegang, akan tetapi makin lama terasa biasa saja.
Sedang saya, walaupun setiran saya cukup enak, akan tetapi kalah kecepatan dengan ayah saya, karena saya cenderung mencari aman. Saya akan menyalib mobil didepan ketika memang ada peluang besar menyalip, dengan tanggungan resiko yang kecil. Dengan pertimbangan yang lama, apakah saya akan menabrak mobil di jalur yang berlawanan. Apakah waktunya cukup untuk menyalib. Apakah celahnya cukup untuk mobil saya, cukup lama saya berfikir. Sehingga mobil belakang mendahului saya terus. Akan tetapi saya mulai bisa belajar berfikir cepat untuk mencari celah-celah dan peluang untuk mendahului mobil satu ke mobil lain..

***
Saudaraku, ada hikmah yang saya ambil dari peristiwa tersebut, yakni kita sering ragu dan kurang percaya diri akan kemampuan diri kita. Ketika ada peluang baik itu usaha, ataupun suatu hal yang kita cari, kita masih kurang percaya diri. Kita sering banyak pertimbangan yang cenderung berlebihan, sehingga akan didahului oleh orang lain dalam mengambil peluang tersebut sehingga kita kehilangan peluang tersebut. Seperti ketika saya menyetir mobil, saya ragu, banyak pertimbangan ketika akan menyalib mobil didepan, maka saya yang didahului dari mobil belakang. Jadinya diri kita akan menjadi yang terakhir. Balapan mobil juga begitu, ketika tidak mengambil peluang sebaik mungkin dan secepat mungkin maka akan didahului oleh pesaing kita. Sudah seharusnyalah kita segera mengambil peluang sebelum diambil oleh orang lain, atau peluang itu tidak akan muncul kembali.