Selasa, Desember 16, 2008

Keberanian

Keberanian

Suatu ketika seorang Indian muda, mendatangi tenda ayahnya. Di dalam sana, duduk
seorang tua, dengan pipa panjang yang mengepulkan asap. Matanya terpejam, tampak
sedang bersemadi. Hening. "Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok pagi?" tanya
Indian muda itu memecahkan kesunyian disana. Mata sang Ayah membuka perlahan,
sorot matanya tajam, memandang ke arah anak paling disayanginya itu. Kepala suku
itu hanya diam.

"Ya Ayah, bolehkah aku ikut berburu besok? Lihat, aku sudah mengasah pisauku.
Kini semuanya tajam dan berkilat." Tangan si kecil merogoh sesuatu dari balik
kantung kulitnya. Sang Ayah masih diam mendengarkan. "Aku juga sudah membuat
panah-panah untuk bekalku berburu. Ini, lihatlah Ayah, semuanya pasti tajam.
Busurku pun telah kurentangkan agar lentur. Pasti aku akan menjadi Indian
pemberani yang hebat seperti Ayah. Ijinkan aku ikut Ayah." Terdengar permintaan
merengek dari si kecil.

Suasana masih tetap senyap. Keduanya saling pandang. Terdengar suara berat sang
Ayah, "Apakah kamu sudah berani untuk berburu? "Ya!" segera saya terdengar
jawaban singkat dari si kecil. "Dengan pisau dan panahku, aku akan menjadi yang
paling hebat." Sang Ayah tersenyum, "Baiklah, kamu boleh ikut besok, tapi ingat,
kamu harus berjalan di depan pasukan kita. Mengerti?" Sang Indian muda
mengangguk.

Keesokan hari, pasukan Indian telah siap di pinggir hutan. Kepala suku, dan
Indian muda, berdiri paling depan. "Hari ini anakku yang akan memimpin perburuan
kita. Biarkan dia berjalan di depan." Indian muda itu tampak gagah. Ada beberapa
pisau yang terselip di pinggang. Panah dan busur, tampak melintang penuh di
punggungnya. Ini adalah perburuan pertamanya. Si kecil berteriak nyaring, "ayo
kita berangkat."

Mereka mulai memasuki hutan. Pohon-pohon semakin rapat, dan semak semakin
meninggi. Sinar matahari pun tak leluasa menyinari lebatnya hutan. Mulai
terdengar suara-suara dari binatang yang ada disana. Indian kecil yang tadi
melangkah dengan gagah, mulai berjalan hati-hati. Parasnya cemas dan takut.
Wajahnya sesekali menengok ke belakang, ke arah sang Ayah. Linglung, dan ngeri.
Tiba-tiba terdengar beberapa suara harimau mengaum. "Ayah...!!" teriak si kecil.
Tangannya menutup wajah, dan ia berusaha lari ke belakang. Sang Ayah tersenyum
melihat kelakuan anaknya, begitupun Indian lainnya.

"Kenapa? Kamu takut? Apakah pisau dan panahmu telah tumpul? Mana keberanian yang
kamu perlihatkan kemarin?" Indian muda itu terdiam. "Bukankah kamu bilang, pisau
dan panahmu dapat membuatmu berani? Kenapa kamu takut sekarang? Lihat Nak,
keberanian itu bukan berasal dari apa yang kau miliki. Tapi, keberanian itu
datang dari sini, dari jiwamu, dari dalam dadamu." Tangan Kepala Suku menunjuk
ke arah dada si kecil.

"Kalau kamu masih mau jadi Indian pemberani, teruskan langkahmu. Tapi jika, di
dalam dirimu masih ada jiwa penakut, ikuti langkah kakiku." Indian muda itu
masih terdiam. "Setajam apapun pisau dan panah yang kau punya, tak akan
membuatmu berani kalau jiwamu masih penakut. Sekuat apapun busur telah kau
rentangkan, tak akan membuatmu gagah jika jiwa pengecut lebih banyak berada di
dalam dirimu." "...Aauummmm." Tiba-tiba terdengar suara harimau yang mengaum
kembali. Indian muda kembali pucat. Ia memilih untuk berjalan di belakang sang
Ayah.
***

Keberanian. Apakah itu keberanian? Keberanian bukanlah rasa yang dimiliki oleh
orang yang menganggap dirinya memiliki segalanya. Keberanian juga bukan
merupakan rasa yang berasal dari sifat-sifat sombong dan takabur. Keberanian
adalah jiwa yang berasal dari dalam hati, dan bukan dari materi yang kita
miliki. Keberanian adalah sesuatu yang tersembunyi yang membuat orang tak pernah
gentar walau apapun yang dia hadapi.

Saya percaya, keberanian bukan berasal dari apa yang kita sandang atau kita
miliki. Keberanian bukan datang dari apa yang kita pamerkan atau yang kita
punyai. Tapi, teman, keberanian adalah datang dari dalam diri, dari dalam dada
kita sendiri. Keberanian adalah sesuatu yang melingkupi perasaan kita, dan
menjadi bekal dalam setiap langkah yang kita ayunkan.

Teman, mungkin saat ini kita diberikan banyak kemudahan, dan membuat kita merasa
cukup berani dalam menjalani hidup. Kita mungkin dititipkan kelebihan-kelebihan
dan membuat kita takabur bahwa semua masalah akan mampu di hadapi. Mungkin saat
ini kita kaya, rupawan, berpendidikan tinggi, dan berkedudukan bagus, tapi
apakah itu bisa menjadi jaminan bahwa kita akan selamanya dapat menjalani hidup
ini? Apakah itu akan selamanya cukup untuk menjadi bekal kita dalam "perburuan"
hidup ini?

Jadilah Indian muda yang tetap melangkah, dengan jiwa pemberani yang hadir dari
dalam hati, dan BUKAN dari pisau dan panah yang telah diasah. Jadilah Indian
muda yang tak pernah gentar mendengar suara harimau, sekeras apapun suara itu
terdengar. Jadilah Indian muda yang tetap yakin dengan pilihan keberanian yang
ia putuskan. Jangan gentar, jangan surut untuk melangkah.