Kamis, Desember 04, 2008

Jendela Rumah Sakit


Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar
rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya
duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan
dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela
satu-satunya yang ada di kamar itu.

Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan
istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan
tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di
perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar
jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa
begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan
dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa
berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan.
Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan
berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman
itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja
yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan
pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan
pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya
di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya
bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang
parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat
mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata
pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati
ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan
tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain
untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada
perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat
itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya.
Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia
ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya,
akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya
tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat
tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK
KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang
sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa
indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi
adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.

(Source Unknown)

***

Teman, saya percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang
mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu, yang mampu menelisik sisi
terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan
selalu memacu dan memicu kita untuk menggerakkan setiap anggota tubuh kita,
dalam berpikir, dan bertindak.

Saya juga percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan
kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan
selalu hadir pada kita yang percaya.

Saya percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai
dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah manusia.
Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun, selalu menghadirkan
sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu
memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Menyampaikan keburukan, sebanding
dengan setengah kemuraman, namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan
kebahagiaan itu sendiri.

Dan akhirnya saya percaya, kita, saya dan juga Anda, mampu untuk melakukan itu
semua. Menyampaikan setiap ujaran dengan santun, dengan sopan, akan selalu lebih
baik daripada menyampaikannya dengan ketus, gerutu, atau dengan kesal.
Sampaikanlah semua itu dengan bijak, dengan santun. Saya percaya kita bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar