Minggu, Februari 08, 2009

Perjuangan


Perjuangan

Suatu ketika, ada seorang pria yang menemukan sebuah kepompong. Ia lalu membawanya pulang untuk melihatnya menetas menjadi kupu-kupu. Pada suatu senja, ada celah kecil yang muncul dari kelopak kepompong itu. Dan untuk beberapa saat, ngengat kecil yang ada di dalamnya, berjuang untuk keluar. Namun, mahluk kecil itu tak kuasa. Ia tidak bisa memaksakan badannya keluar dari lubang yang kecil itu.

Pria itu merasa kasihan, dan ingin menolong ngengat kecil itu. Ia lalu mengambil sebuah gunting dan menggunting sebagian kepompong yang tersisa. Akhirnya, ngengat itu dapat keluar dengan mudah. Badannya besar dan bengkak, sayapnya kecil dan kusut.

Pria itu terus memperhatikan gerakan ngengat kecil tadi. Ia berharap, dalam beberapa saat lagi, sayap ngengat itu akan berkembang dalam keindahan alamiahnya. Ia berharap, akan melihat kelopak sayap kusut itu menjelma menjadi sayap kupu-kupu yang indah. Ia terus menanti saat-saat kupu-kupu kecil itu akan mengepakkan sayapnya,

Namun sayang, itu semua tidak terjadi. Ngengat kecil itu cuma bisa mengeliat, dan mengeliat. Sayapnya lemah, badannya ringkih.

***

Teman, sesungguhnya, ngengat itu tak akan mampu hidup sebagai mahluk yang terbang secara bebas sebelum ia berjuang sendiri. Setiap ngengat harus melata dan berjuang keluar dari kepompong, dengan daya dan usahanya sendiri.

Teman, sesungguhnya, saat ngengat itu mengeliat dan bergerak membebaskan dirinya, di saat itu pula Allah akan memberikannya cairan pelumas supaya ia bisa keluar. Di saat itu pula Allah akan melatih setiap sayap-sayapnya agar mampu untuk terbang.

Di saat itu pula Allah akan memberikan kekuatan dan anugrah kepada setiap ngengat, kemuliaan untuk bisa menunjukkan kebesaran-Nya. Di saat itu pula Allah akan memberikan jalan-Nya, jalan alami dan petunjuk yang telah digariskan-Nya. Itulah ujian Allah buat setiap ngengat yang akan menjadi seekor kupu-kupu. Allah, akan memberikan cobaan dan ujian terlebih dahulu sebelum ngengat itu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dan akhirnya memang, setiap usaha untuk "mempermudah" setiap ujian itu, hanya akan membuat kita alpa, membuat kita cacat, membuat kita terbuai dengan segala kemudahan. Kita akan sering dilenakan dengan semua "kelancaran" itu. Kita kerap akan terbiasa untuk tak mau gigih, tak mau berjuang atas apa yang kita inginkan.

Teman, kadangkala memang, perjuanganlah yang kita butuhkan dalam hidup. Jika Allah membiarkan kita keluar dari segala kesulitan dengan tanpa halangan, maka, hal itu hanya akan membuat kita lengah. Kita tak akan bisa kuat, dan sama halnya dengan ngengat tadi, kita tak akan bisa menjadi "kupu-kupu" yang indah.