Rabu, Desember 02, 2009

Andai Aku Seorang Ayah

Andai…


Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Matematika pada anakku.
Bukan agar dia hapal rumus dan tabel perkalian, tetapi agar dia tumbuh menjadi intelektual yang mampu berpikir logis dan sistematis..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Fisika dan Kimia pada anakku.
Bukan agar dia bisa tahu segalanya, tetapi agar dia tumbuh menjadi seorang bijak yang yakin akan kebesaran Tuhan..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Seni pada anakku.
Bukan agar dia menjadi maestro yang dipuja, tetapi agar dia bisa mewarnai sanubari orang di sekitarnya..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Olahraga pada anakku.
Bukan agar dia menjadi incaran gadis-gadis, tetapi agar dia tumbuh tidak dengan mendewakan ego..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Sejarah pada anakku.
Bukan agar dia hapal tahun, nama, dan jabatan, tetapi agar dia tumbuh menjadi satria merdeka yang pantang menyerah..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Sastra pada anakku.
Bukan agar dia bisa menghitung jumlah suku kata, tetapi agar dia tumbuh menjadi cendekia yang mampu menafsirkan ideologi dalam untaian kata..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Pendidikan Kewarganegaraan pada anakku.
Bukan dengan mendiktekan pasal undang-undang, tetapi dengan berkunjung ke Panti Asuhan..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Geografi pada anakku.
Bukan agar dia mampu menyelesaikan peta buta, tetapi agar dia tahu betapa kayanya negeri ini..

Suatu saat nanti andai aku menjadi seorang ayah,
Akan aku ajarkan Ekonomi pada anakku.
Bukan agar dia menjadi budak prinsip ekonomi (Mencari keuntungan sebesar mungkin dengan pengorbanan sekecil mungkin), tetapi agar dia tumbuh menjadi dermawan yang mau berbagi..



puisi bagus teman2...

salam
kecap manis
=======================================================

Puisi diatas diambil tanpa ada perubahan dari milis Elektro ITB 05 yang diposting oleh Kecap. Makasih cap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar