Sabtu, April 25, 2009

Pengemis


Pengemis

Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang shalihat dan patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Wahai Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".


Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan leleki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian

Tidak lama sesudah masa iddahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia.

Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru),tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya,"Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?". Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya,"Mengapa engkau menangis? apakah engakau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engakau siapa pengemis yang ada diluar itu ?............ Dia adalah suamiku yang pertama dulu."

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut,tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?.................. Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".


***

Sahabatku, kehidupan ini adalah bagaikan roda, terkadang posisi kita diatas, terkadang posisi kita di bawah. Jadi, janganlah terlena ketika posisi kita diatas, sehingga tanpa sadar kita sombong dan merendahkan orang-orang dibawah kita. Karena siapa tahu, orang yang kita rendahkan tersebut suatu saat akan diatas kita. Dan sebaliknya janganlah engkau merasa minder dan takut, ketika posisi kita dibawah, karena siapa tahu suatu saat kita akan diatasnya.

Allah tidaklah memandang hamba-Nya sesuai gelar, pangkat, jabatan yang kita sandang, akan tetapi Allah memandang hamba-Nya sesuai dengan tingkat ketaqwaannya.
Wallahua’lam....

1 komentar:

  1. aslm,mhon ijin copas,ceritax bgus dn mngndung hkmah.

    BalasHapus