Kamis, April 30, 2009

Batu, Kerikil dan Pasir


Batu, Kerikil dan Pasir

Seorang profesor filsafat ketika sedang memberikan kuliah mengeluarkan sebuah botol mayones yang sudah kosong. Kemudian ia mengeluarkan beberapa batu yang kemudian diisikannya ke botol itu. Ketika sudah dua batu diisikan, sudah tak ada tempat lagi bagi batu ketiga. Ia bertanya pada mahasiswanya apakah botol itu sudah penuh? Mahasiwanya mengiyakan. Kemudian ia mengambil kerikil kecil. Dimasukkannya kerikil itu ke botol dan botol itu dikocok-kocoknya. Kerikil-kerikil itu akhirnya masuk bergulir memenuhi ruang di antara batu-batu itu. Sekali lagi ia bertanya apakah botol itu penuh? Mahasiswanya menjawab ya. Lalu profesor itu mengambil pasir dan menuangkannya ke botol. Setelah botol itu diguncang-guncangkan beberapa kali, pasir itu masuk mengisi ruang yang masih tersisa memenuhi botol.


Botol ini mengibaratkan hidup Anda. Batu-batu ini adalah hal-hal yang paling penting dalam hidup kamu yaitu , keluarga, kesehatan, anak-anak Anda. Kerikil-kerikil ini adalah hal-hal lain yang juga penting dalam hidup Anda, misalnya pekerjaan, pengetahuan, ketrampilan Anda. Pasir adalah hal-hal lain seperti hobby dan kesenangan Anda. Bila Anda memasukkan kerikil dan pasir terlebih dahulu maka tak ada ruang lagi buat batu.

Begitu juga dengan hidup Anda. Bila Anda mencurahkan seluruh energi dan waktu Anda untuk hal-hal yang kecil, materi, kedudukan, kesenangan, maka Anda tak mempunyai ruang lagi untuk hal yang benar-benar penting dalam hidup Anda.

Berikan prioritas pada hal yang terpenting. Beri perhatian pada isteri atau suami dan anak-anak Anda. Dan jangan lupa berikan pula waktu bagi Dia yang memelihara Anda.

Jangan khawatir Anda akan tetap punya waktu untuk pekerjaan dan kesenangan Anda, karena hal-hal itu hanyalah kerikil dan pasir saja.

***

Sahabatku, apakah batu-batu kita sudah kita prioritaskan dalam kehidupan kita? Sebagai seorang Muslim tentunya batu bukan sekedar keluarga, kesehatan dan anak-anak anda. Akan tetapi kewajiban kita sebagai hamba haruslah kita prioritaskan terlebih dahulu.

Mendidik keluarga agar lebih mendekat kepada Allah, menjadikan rumah bukan seperti kuburan yang tidak ada didalamnya bacaan Al Quran. Menjaga akhlak berumah tangga dan bertetangga....

Subhanallah, ketika kita Istiqomah dijalan-Nya, dan menjadikan sunnah-sunnah Rosul sebagai batu yang kita prioritaskan untuk diletakkan dalam kehidupan kita, Saya yakin, kebahagiaan dzahir dan batin akan kita dapatkan. Insya Allah....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar