Jumat, Januari 08, 2010

Puisi, "PEMIMPIN PULANG"


PEMIMPIN PULANG

Empat cara pulang bagi Pemimpin
dari Perjuangan.
Dia pulang dengan kepala tegak,
membawa hasil perjuangan.

Dia pulang dengan kepala tegak,
tapi tangan di belenggu musuh untuk calon penghuni
terungku,
atau lebih dari itu,
riwayatnya akan menjadi pupuk penyubur tanah
Perjuangan
bagi para Mujahidin seterusnya.

Dia pulang.
Tapi yang pulang hanya namanya. Jasadnya sudah tinggal
di Medan Jihad.
Sebenarnya, di samping namanya, juga turut pulang ruh-
nya yang hidup
dan menghidupkan ruh umat sampai tahun berganti
musim,
serta mengilhami para pemimpin yang akan tinggal di
elakangnya.

Dia pulang dengan tangan ke atas, kepalanya terkulai,
hatinya menyerah kecut kepada musuh yang memusuhi
Allah dan Rasul.
Pemimpin Pemandu Umat

Yang pulang itu jasadnya, yang satu kali juga akan
hancur.
Nyawanya mematikan ruh umat buat zaman yang
panjang
Entah pabila umat itu akan bangkit kembali,
mungkin akan diatur oleh Ilahi dengan umat yang lain,
yang lebih baik, nanti

Ia “Pemimpin” dengan tanda kutip
.
Adakalanya ada nakhoda berpirau melawan arus.
Tapi berpantang ia bertukar haluan, berbalik arah.
Ia belum pulang.

MOHAMAD NATSIR
MEDAN DJIHAD, 24 AGUSTUS 1961 M/
MAULID 1381 H.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar