Sabtu, November 28, 2009

Cerita, "Once Upon Time in Mekkah"

Pak Hasan, adalah jama'ah dari embarkasi Surabaya. Ia dan istrinya berangkat Haji ikut gelombang kedua.Jadi dari Indonesia langsung ke Mekah terlebih dahulu, baru kemudian ke Madinah.

Kondisi pak Hasan ketika berangkat kurang sehat. Batuk pilek setiap hari. Berbicarapun tenggorokannya sudah terasa sakit. Sehingga menjadikan tubuh menjadi malas untuk diajak beraktivitas.

Pak Hasan sudah diobati oleh dokter kloternya. Tetapi batuknya belum juga sembuh. Badannya terasa lunglai, kepala pusing bahkan batuknya tidak berhenti. Dengan kondisi semacam itu, Pak Hasan sehari-harinya berdiam diri saja di hotel.

Beberapa kali istrinya mengajaknya ke masjidil Haram, Karena merasa sembuh, ia malas untuk pergi ke masjidil haram.

"Aku belum fit bu, belum kuat untuk pergi ke masjid. Ibu dulu aja-lah. Nanti setelah badanku sembuh aku akan ke masjid dan akan melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya..." demikian kata pak Hasan kepada istrinya.

Beberapa kali, jawaban pak Hasan selalu seperti itu setiap diajak ke Masjidil haram. Karena jengkel, istri pak hasan mengajaknya dengan setengah memaksa . Dia Ingin pergi bersama suaminya ke masjidil haram untuk melakukan ibadah bersama . Baik itu thawaf, maupun shalat-shalat wajibnya.

Maka dengan agak terpaksa, berangkat juga mereka ke masjidil haram.

Pak Hasan di sepanjang perjalanan menuju masjid tiada henti-hentinya batuk. Bahkan kakinya begitu capek dipakai untuk berjalan. Tetapi toh, akhirnya sampai juga mereka di masjidil Haram. Meskipun jarak dari maktab mereka menuju masjid cukup jauh.

----
Sesampai di masjid, mereka mencari tempat yang cukup nyaman. Pak Hasan dan istrinya melakukan thawaf sunah sebagai penghormatan masuk masjidil Haram, sebelum mereka melakukan ibadah lainnya.

Pak Hasan digandeng oleh istrinya pak Hasan mulai melakukan thawaf.

"Bismillaahi allaahu akbar...!"Demikian kalimat pertama yang dilontarkan pak Hasan sebagai pertanda ia memulai thawafnya. Maka dengan hati-hati sekali, karena khawatir badannya bertambah lunglai, pak Hasan melangkahkan kakinya berjalan memutari Ka’bah

Pada saat pak Hasan beberapa langkah memulai thawafnya itu, tiba-tiba di sebelah kanannya, yang hampir berhimpitan dengan pak Masan, ada seorang bertubuh kecil yang juga bergerak melakukan thawaf, beriringan dengan pak Hasan.

Pak Hasan tertarik dengan orang 'kecil' itu, sambil berjalan lambat pak Hasan memperhatikan orang itu lebih seksama . "Mengapa orang itu tubuhnya pendek, bahkan seperti anak kecil?" pikirnya.

Tiba-tiba pak Hasan menjerit lirih! " Ahh... Allohu Akbar!" katanya.

Laki-laki kecil itu menoleh. sehingga mata mereka saling berpandangan. Laki-laki kecil itu tersenyum tulus kepadanya dan terus berthawaf (berkeliling) disamping pak Hasan. sambil terus berdzikir memuji nama Alloh.

Muka pak Hasan kelihatan pucat pasi. Bibirnya agak gemetar menahan tangis. Ia betul-betul terpukul melihat Laki-laki kecil tadi.

Laki-laki kecil itu berjalan dan bergerak thawaf mengelilingi ka'bah dengan hanya menggunakan kedua tangannya saja ! Dia tidak memiliki kaki....! Kedua kakinya buntung sebatas paha. Sehingga ia berjalan hanya dengan menggunakan kedua tangannya.Tapi dengan penuh semangat terus berputar mengelilingi Kakbah sambil berdzikir, berdoa...

Bulu kuduk pak Hasan merinding, jantungnya seperti berhenti. Dia sangat malu kepada Alloh

"...Ya Allaah ampuni aku ya Allaah..., ampuni aku..." Air mata pak Hasan tidak bisa dibendung lagi. Sambil tetap berjalan pak Hasan terus mohon ampun kepada Allah.Seakan Alloh menegurnya, bahwa betapa lemahnya usahanya mendekatkan diri kepada-Nya. Hanya karena flu dia malas melangkahkan kaki ke Baitullah. Alloh tunjukkan hambanya yang tidak memiliki kaki tapi tetap datang ke Baitullah, walau dengan tangan...!

Tanpa terasa, pak Hasan sudah memutari ka'bah untuk yang ke dua kalinya. Dan pak Hasan pun masih terus menangis. Ingin rasanya ia berlari memutari ka'bah itu. Dia merasa malu kepada Alloh....Walau laki-laki tadi sudah tertinggal. Tapi bayangan lelaki kecil dengan cacat tanpa kaki itu terus membayanginya .Seakan-akan berkata kepadanya :

Hasan, Engkau diberi nikmat tubuh yang lengkap saja malas menghadap Alloh. Engkau mengharap syurga ?? Syurga yang mana , Hasan ??

Istri pak Hasan yang berjalan di samping pak Hasan, tidak mengetahui kejadian yang menimpa pak Hasan. Yang ia tahu tiba-tiba pak Hasan tidak batuk lagi, jalannya tidak lamban, bahkan cenderung gesit. Ah, rupanya pak Hasan sudah sembuh

oOo

ٱلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلَىٰٓ أَفۡوَٲهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَآ أَيۡدِيہِمۡ وَتَشۡہَدُ أَرۡجُلُهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ (٦٥)

“Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.” (QS Yasin.: 65 )

oOo

akan datang hari
mulut dikunci
kata tak ada lagi

akan tiba masa
tak ada suara
dari mulut kita

berkata tangan kita
tentang apa yang dilakukannya

berkata kaki kita
kemana saja dia melangkahnya

tidak tahu kita
bila harinya
tanggung jawab tiba

Robbana,
tangan kami...
kaki kami...
mulut kami...
mata hati kami..
luruskanlah...
kukuhkanlah
dijalan cahaya sempurna

mohon karunia
kepada kami
hambaMu yang hina..

* Lagu : Ketika Tangan dan Kaki Berkata, karya Taufiq Ismail dipopulerkan oleh Chrisye *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar