Kamis, Oktober 07, 2010

Cerita, "Maafkan Bila Aku Mengeluh"

Hari ini, siang tadi di sebuah bus ketika pulang mengajar dari kampus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat…..ia menyapaku dan tersenyum padaku. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya kedua kaki. Dunia ini milikku…

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. aku berbicara kepadanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, “Terima Kasih, Engkau sudah begitu baik. Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu, lihatlah, aku buta. “ Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai dua mata. Dunia ini milikku….

Lalu sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak. lalu berkata “Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain?” Dia memandang ke depan tanpa bersuara. Lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar alias tuli.
 
Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai kedua telinga. Dunia ini milikku…
Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.

Pantaskah kita mengeluh..? padahal kita dikaruniai Allah dua lengan yg lengkap dan kuat untuk mengubah dunia. Pantaskah kita berkesah..? Padahal kita dikaruniai Allah kecerdasan hingga kelak jadi sarjana, yg memungkinkan kita untuk membenahi segala sesuatunya. Jangan sering-sering mengeluh saudaraku..Bersyukurlah, bersyukurlah karena Allah Maha Kaya karuniaNya. Bersyukurlah dengan anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi dengan baik, bersyukurlah dengan nikmat air,udara,sandang dan pangan yang kau terima setiap hari. Bersyukurlah engkau masih bisa bersekolah hingga perguruan tinggi. Diluar sana, masih ada ribuan bahkan jutaan saudara kita yg keadaannya tidak lebih baik dari kalian.

Ya Allah….maafkanlah aku bila aku sering mengeluh. Maafkan aku yang masih sering lupa akan nikmatmu. Maafkan aku yg begitu dungu dengan segala kemurahan yg KAU tampakkan dalam kehidupan keseharianku..

“ Dan jika kalian mensyukuri nikmatku, Aku akan menambah nikmatKu kepadamu. Tapi jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangat pedih “. ( QS.Ibrahim : 7 ) 

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar