Minggu, Agustus 02, 2009

Sandainya Saya Menjadi Kakak Seperti Itu...


(Kutipan dari grup facebook Inspiring Story, Kisah-kisah pembangun jiwa)

Roy adalah orang miskin yang memiliki kakak yang Kaya Raya. Walau miskin dia adalah orang yang ramah dan sangat menghormati Kakaknya.

Pada tahun 1940,Kakaknya menjual tanahnya yang berada di Texas .Karena menjual pada waktu yang tepat , Kakak Roy mendapatkan harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy menjadi kaya raya.

Setelah itu Kakak Roy menanam saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia tinggal di apartemen mewah di New York dan memiliki kantor di Wallstreet.

Untuk menyenangkan adiknya, Kakak Roy menghadiahi sebuah mobil baru yang mewah dan mengkilap.

Suatu pagi seorang anak dengan pakaian lusuh, mirip gelandangan, menatap mobil itu dengan penuh kekaguman.

"Hai.. nak" sapa Roy ramah. Anak itu melihat pada Roy, kemudian bertanya ..

"Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan
yang punya mobil ini?" Gelandangan kecil itu bertanya penuh heran.

"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya" Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan nampak gembira.

Anak itu bergumam,"Seandainya saja......." dia tidak melanjutkan kalimatnya

Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu, "Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku".

Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya :

"Seandainya... Seandainya saja saya dapat menjadi kakak seperti itu.." Kata-kata ini membuat Roy heran sekaligus kagum.

Dengan ramah Roy mengajak anak itu berkeliling dengan mobilnya. Ia ingin berbagi kegembiraan dengan mobil itu. Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya. Sampai satu kali anak itu berkata,"Tuan bersediakah Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini".

Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.
"Dia pasti i ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah naik mobil mewah" Pikir Roy.Roy mengangguk.

"OK, mengapa tidak", kata Roy tersenyum. sambil menuju arah rumah
anak itu.

Tiba di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti sejenak,"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya nanti akan segera kembali".

Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah menunggu hampir sepuluh menit, Roy mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya, menatap rumah reot itu.

Pada waktu itu ia mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak gelandangan itu keluar sambil menggendong adiknya yang lumpuh.

Setelah tiba di dekat mobil anak gelandangan itu berkata pada adiknya dengan penuh kasih sayang :
"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu tadi. Ini mobil terbaru! Kakak Tuan Roy ini menghadiahkan mobil padanya...

Suatu saat nanti kakak akan membelikan mobil seperti ini untukmu ! ". Kata Gelandangan tersebut dengan sangat yakin, sambil menunjuk mobil mewah tersebut. Adiknya yang lumpuh itu tersenyum senang.

Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak menghadiahkan mobil mewah untuk adiknya , tetapi karena ketulusan kasih seorang kakak yang selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

posted by : Abu Azka
edited from : Alice Gray

Tidak ada komentar:

Posting Komentar