peluang usaha

Rabu, April 08, 2009

Hijrah


Hijrah

detik... senantiasa berlalu
masa... akan terus berganti
membuat manusia harus melangkah
melangkah untuk terus berpindah
berhijrah

hijrah...
sering kutanyakan maknanya
pada rumput juga permata
sayang, rumput hanya gelengkan kepala
sayang, kilau permata pun tak bermakna

lama kucari-cari dalam diri
apakah hijrah, wahai diriku?
diriku hanya bisa berputar-putar
berputar-putar kebingungan
mencari jawaban
hingga mata dan hati terbentur
akan seorang penjahat yang bertobat
dengan utuh
akan seorang kaya yang menderma
dengan senyum

hijrah...
kiranya memang benar harus berpindah
dari jahat menuju taubat
dari kikir menjadi dermawan
dari gelap menuju terang
dari buruk menjadi baik
dari dosa ke arah pahala
dan pasti...
dari hidup menuju mati
dari dunia menuju akhirat

Senin, April 06, 2009

Cukup Itu Berapa ?


Cukup Itu Berapa ?

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

------------

Sahabatku, Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup adalah persoalan kepuasan hati.

Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.

Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup".

Sabtu, April 04, 2009

Tukang Cukur


Tukang Cukur

Pada suatu hari Pak Haji dan tukang cukur berjalan melalui daerah kumuh disebuah kota.

Tukang cukur berkata kepada Pak Haji, "Lihat, inilah sebabnya saya tidak dapat percaya pada Allah yang katanya Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Jika Tuhan itu baik sebagaimana yang engkau katakan, Ia tidak akan membiarkan semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak watak. Tidak, saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua ini terjadi."

Pak Haji itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang benar-benar jorok dan bau.

Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak tersentuh pisau cukur cukup lama.

Pak Haji berkata, "Anda tidak bisa menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda membiarkan orang seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus."

Merasa tersinggung, tukang cukur itu menjawab:"Mengapa salahkan aku atas keadaan orang itu? Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku. Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan!"

Sambil melihat dengan tenang kepada tukang cukur itu, Pak Haji itu berkata:"Karena itu, jangan menyalahkan Allah karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan, karena Ia terus menerus mengundang mereka untuk datang dan 'dicukur' akan tetapi mereka selalu mengabaikannya. Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan jahat adalah karena mereka menolak ajakan petunjuk Allah, untuk menyelamatkan mereka."

***

Sahabatku, banyak dari diri kita lebih suka menyalahkan takdir, daripada menyalahkan diri sendiri, kita merasa Allah tidak adil atas pemberian-Nya. Kita merasa telah diperlakukan tidak adil karena kemiskinan kita, masalah-masalah yang menimpa kita.

Sadarkah engkau sahabatku, bahwa Allah selalu memberikan petunjuk dan ajakan kepada kita, akan tetapi diri kita ini mengabaikan bahkan menjauh dari ajakan-Nya. Bahkan kita hanya memandang sebelah mata petunjuk-petunjuk-Nya, di bandingkan petunjuk-petunjuk manusia yang belum pasti kebenarannya.

Sadarkah engkau wahai sahabatku, seberapa sering diri kita ini diingatkan dengan berbagai hal? Sadarkah engkau? Apakah engkau memperhatikannya ataukah mengabaikannya?


Jumat, April 03, 2009

Download Nasyid The Fikr




Maaf nasyidnya campuran, ada yang lama dan ada yang baru (sebetulnya lama semua sih kayaknya, he he..)
Buka filenya, klik kanan aja pada judul, trus klik Open Link in New Tab aja ya! biar blog kesayangan ini tidak hilang (halah...!)

1. The Fikr - Jagalah Hati.mp3
2. The Fikr - Bibir Merah.mp3
3. The Fikr - Cinta Di Atas Cinta.mp3
4. The Fikr - Bidadari Syurgaku.mp3
5. The Fikr - Wanita Shalihah.mp3
6. The Fikr - kaunia-Mu.mp3
7. The Fikr - Hidayah Illahi.mp3
8. The Fikr - Cinta.mp3
9. The Fikr - Shalawat .mp3
10. The Fikr - Karena Aku Hamba-Mu Juga KAHJ .mp3
11. The Fikr - Wanita.mp3
12. The Fikr - Cahaya-Mu.mp3
13. The fikr-Pemimpin Yang Adil.MP3
14. The Fikr - Istighfar.mp3
15. The Fikr - Sadarilah.mp3

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Bismillaahirrahmaanirrahiim



Ya Allah,


sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu
dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu
serta cinta yang dapat mendekatkan aku kepada cinta-Mu.


Ya Allah,


apa yang Engkau anugerahkan kepadaku dari apa-apa yang aku cintai,
maka jadikanlah ia sebagai kekuatan bagiku tentang apa yang Engkau cintai,
dan apa-apa yang Engkau singkirkan dariku dari apa-apa yang aku cintai,
maka jadikanlah ia kekosongan bagiku tentang apa yang Engkau cintai.


Ya Allah,


jadikanlah cinta-Mu sesuatu yang paling kucintai
daripada cintaku kepada keluargaku, hartaku dan air dingin saat dahaga.


Ya Allah,


buatlah aku mencintai-Mu, malaikat-malaikat-Mu, nabi-nabi-Mu, rasul-rasul-Mu dan hamba-hamba-Mu yang shalih.


Ya Allah,


hidupkanlah hatiku dengan cinta-Mu
dan jadikanlah aku bagi-Mu seperti yang Engkau cintai.


Ya Allah,


jadikanlah aku mencintai-Mu dengan segenap hatiku
dan ridha kepada-Mu dengan segala usahaku.


Ya Allah,


jadikanlah segenap cintaku bagi-Mu
dan seluruh usahaku di dalam keridhaan-Mu.

Rabu, April 01, 2009

The Gift


The Gift

Menjelang hari raya, seorang ayah membeli beberapa gulung kertas kado.

Putrinya yang masih kecil, masih balita, meminta satu gulung.

"Untuk apa?" tanya sang ayah.

"Untuk kado, mau kasih hadiah." jawab si kecil.

"Jangan dibuang-buang ya." pesan si ayah, sambil memberikan satu gulungan kecil.

Persis pada hari raya, pagi-pagi si kecil sudah bangun dan membangunkan ayahnya, "Pa, Pa ada hadiah untuk Papa."

Sang ayah yang masih malas-malasan, matanya pun belum melek, menjawab, "Sudahlah nanti saja."

Tetapi si kecil pantang menyerah, "Pa, Pa, bangun Pa, sudah siang."

"Ah, kamu gimana sih, pagi-pagi sudah bangunin Papa."

Ia mengenali kertas kado yang pernah ia berikan kepada anaknya.

"Hadiah apa nih?"

"Hadiah hari raya untuk Papa. Buka dong Pa, buka sekarang."

Dan sang ayah pun membuka bingkisan itu. Ternyata di dalamnya hanya sebuah kotak kosong.

Tidak berisi apa pun juga. "Ah, kamu bisa saja. Bingkisannya koq kosong.Buang-buang kertas kado Papa. Kan mahal?"

Si kecil menjawab, "Nggak Pa, nggak kosong. Tadi, Putri masukin begitu buaanyaak ciuman untuk Papa."

Sang ayah terharu, ia mengangkat anaknya. Dipeluknya, diciumnya.

"Putri, Papa belum pernah menerima hadiah seindah ini. Papa akan selalu menyimpan boks ini. Papa akan bawa ke kantor dan sekali-sekali kalau perlu ciuman Putri, Papa akan mengambil satu. Nanti kalau kosong diisi lagi ya !"

***

Sahabatku, kotak kosong yang sesaat sebelumnya dianggap tidak berisi, tidak memiliki nilai apa pun, tiba-tiba terisi, tiba-tiba memiliki nilai yang begitu tinggi.

Apa yang terjadi ?

Lalu, kendati kotak itu memiliki nilai yang sangat tinggi di mata sang ayah, di mata orang lain tetap juga tidak memiliki nilai apa pun. Orang lain akan tetap menganggapnya kotak kosong.

Kosong bagi seseorang bisa dianggap penuh oleh orang lain. Sebaliknya, penuh bagi seseorang bisa dianggap kosong oleh orang lain.

Kosong dan penuh - dua-duanya merupakan produk dari "pikiran" kita sendiri.

Sebagaimana kita memandangi hidup, demikianlah kehidupan kita.

Hidup menjadi berarti, bermakna, karena kita memberikan arti kepadanya, memberikan makna kepadanya.

Bagi mereka yang tidak memberikan makna, tidak memberikan arti, hidup ini ibarat lembaran kertas yang kosong...........

Jangan memandang kehidupan ini dengan pesimis ... berikanlah arti dan makna untuk menjadikan hidup yang lebih baik ...

Lihatlah.... dengarlah.... Rasakanlah....sungguh amat besar nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita....

Bersyukurlah.....!