<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655</id><updated>2012-01-27T23:54:20.434+07:00</updated><category term='Cerita Berhikmah'/><category term='Puisi'/><category term='Info Bermanfaat'/><category term='Download Musik Instrumental'/><category term='Kisah sebuah Hidayah'/><category term='download nasyid gratis'/><category term='Tahukah Anda?'/><category term='Renungan'/><category term='Download Film Gratis'/><category term='Artikel Menarik'/><category term='Download e-book gratis'/><category term='Kisah Sahabat Nabi'/><category term='Widget'/><category term='download dzikir dan al qur&apos;an'/><category term='Qur&apos;an Hadist'/><category term='Download Tausyiah Gratis'/><category term='Lirik dan Download Nasyid'/><title type='text'>JIFASMART BLOG</title><subtitle type='html'>Mencari Hikmah, Menebar Ukhuwah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>411</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-4580378862440529858</id><published>2011-11-04T15:57:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T15:57:12.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Tanah Warisan"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wXLVirB5MQA/TrOoh0-BLYI/AAAAAAAABa0/ffurWWsbJV4/s1600/tanah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://4.bp.blogspot.com/-wXLVirB5MQA/TrOoh0-BLYI/AAAAAAAABa0/ffurWWsbJV4/s200/tanah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada empat anak yang baru saja mengalami duka setelah kematian kedua  orang tuanya. Sebuah surat wasiat pun mereka terima dari orang yang  mereka cintai itu. Setelah urusan jenazah kedua orang tuanya selesai,  empat anak itu pun membuka surat berharga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, surat itu menyebutkan bahwa keempat anak itu diberikan  pilihan untuk memiliki empat bidang tanah yang berlainan tempat. Ada  bidang tanah yang begitu hijau dengan begitu banyak pepohonan kayu yang  bisa dijual. Ada bidang tanah yang berada di tepian sungai jernih,  sangat cocok untuk ternak berbagai jenis ikan. Ada juga bidang tanah  yang sudah menghampar sawah padi dan ladang. Ada satu bidang tanah lagi  yang sangat tidak menarik: tanah tandus dengan tumpukan pasir-pasir  kering di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, surat itu diakhiri dengan sebuah kalimat: beruntunglah yang memilih tanah tandus.&lt;br /&gt;Anak pertama memilih tanah pepohonan hijau. Anak kedua pun langsung  memilih tanah dengan aliran sungai jernih. Begitu pun dengan yang  ketiga, ia merasa berhak untuk memilih tanah yang ketiga dengan hamparan  sawah dan ladangnya. Dan tinggallah anak yang keempat dengan tanah  tandusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa engkau kecewa, adikku, dengan tanah tandus yang menjadi hakmu?” ucap para kakak kepada si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar dugaan, si bungsu hanya senyum. Ia pun berujar, “Aku yakin,  pesan ayah dan ibu tentang tanah tandus itu benar adanya. Yah, justru,  aku sangat senang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah masing-masing anak menekuni warisan peninggalan kedua orang  tuanya dengan begitu bersemangat. Termasuk si bungsu yang masih bingung  mengolah tanah tandus pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berganti hari, waktu terus berputar, dan hinggalah hitungan  tahun. Tiga anak penerima warisan begitu bahagia dengan tanah subur yang  mereka dapatkan. Tinggallah si bungsu yang masih sibuk mencari-cari,  menggali dan terus menggali, kelebihan dari tanah tandus yang ia  dapatkan. Tapi, ia belum juga berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja ia putus asa. Ia masih bingung dengan manfaat tanah  tandus yang begitu luas itu. Sementara, kakak-kakak mereka sudah  bernikmat-nikmat dengan tanah-tanah tersebut. “Aku yakin, ayah dan ibu  menulis pesan yang benar. Tapi di mana keberuntungannya?” bisik hati si  bungsu dalam kerja kerasnya.&lt;br /&gt;Suatu kali, ketika ia terlelah dalam penggalian panjang tanah tandus  itu, hujan pun mengguyur. Karena tak ada pohon untuk berteduh, si bungsu  hanya berlindung di balik gundukan tanah galian yang banyak mengandung  bebatuan kecil. Tiba-tiba, matanya dikejutkan dengan kilauan batu-batu  kecil di gundukan tanah yang tergerus guyuran air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, emas! Ya, ini emas!” teriak si bungsu setelah meneliti bebatuan  kecil yang sebelumnya tertutup tanah keras itu. Dan entah berapa banyak  emas lagi yang bersembunyi di balik tanah tandus yang terkesan tidak  menarik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, &lt;br /&gt;Keterbatasan daya nilai manusia kadang membimbingnya pada kesimpulan  yang salah. Sesuatu yang dianggap bernilai, ternyata hanya biasa saja.  Dan sesuatu yang sangat tidak menarik untuk diperhatikan, apalagi  dianggap bernilai, ternyata punya nilai yang tidak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiasan-hiasan duniawi pun kian mengokohkan keterbatasan daya nilai  manusia itu. Tidak banyak yang mampu memahami bahwa ada satu hal di  dunia ini yang jauh dan sangat jauh lebih bernilai dari dunia dan  isinya. Itulah hidayah Allah yang tidak tertandingi dengan nilai benda  apa pun di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, tidak semua orang seperti si bungsu, yang begitu yakin  dengan kebenaran bimbingan kalimat dari si pewaris yang sebenarnya.  Walaupun harus menggali, dan terus menggali dengan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-4580378862440529858?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/4580378862440529858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-tanah-warisan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4580378862440529858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4580378862440529858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-tanah-warisan.html' title='Cerita, &quot;Tanah Warisan&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wXLVirB5MQA/TrOoh0-BLYI/AAAAAAAABa0/ffurWWsbJV4/s72-c/tanah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7840033140094996690</id><published>2011-11-04T14:28:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T14:28:25.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Si Zebra"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3nj99FkJr-0/TrOT6Aa62mI/AAAAAAAABas/iKmrsgh_aes/s1600/zebra.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-3nj99FkJr-0/TrOT6Aa62mI/AAAAAAAABas/iKmrsgh_aes/s200/zebra.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salah seekor kuda zebra di sebuah hutan mempunyai kelebihan tersendiri di banding hewan-hewan liar lain. Sosoknya besar dan kekar, tapi perangainya begitu lembut. Tidak heran kalau banyak hewan begitu hormat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu hormatnya, sebagian besar hewan bersepakat untuk mendudukkan si zebra besar itu menjadi pemimpin mereka. Hampir hewan apa saja, mulai dari burung, rusa, gajah, kuda, bahkan srigala sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan-hewan itu berharap banyak pada si zebra besar. Terutama, agar si zebra besar bisa berani memimpin mereka melawan singa gondrong yang selalu semena-mena. Hampir semua hewan-hewan itu pernah merasakan keganasan dan kerakusan si singa gondrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apa si zebra besar berani melawan si singa gondrong? Inilah yang belum teruji. Para hewan hanya melihat dari tampilan luar si zebra, dan mereka pun berkesimpulan sendiri bahwa si zebra berani melawan si singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, penilaian mereka salah. Si zebra bukan hanya takut, bahkan terang-terangan menyatakan kalau ia tidak akan pernah mengajak hewan-hewan melakukan perlawanan terhadap si singa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudaraku, berpikirlah kedepan. Singa gondrong memang rakus, tapi ia masih mempunyai sifat baik. Jangan lakukan perlawanan, marilah kita kerjasama dengan dia!” ucap si zebra besar dalam pidato politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu, para hewan mulai tidak suka dengan si zebra besar. Tapi, mereka masih berharap kalau si zebra besar akan berubah sikap. Karena saat ini, mereka menilai belum ada pemimpin yang sebaik si zebra besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah hari-hari kebimbangan merasuki warga hewan di belantara yang subur dengan begitu banyak makanan itu. Sementara, sosok singa gondrong kian rakus dan jahat. Tidak heran jika warga hutan mulai tidak lagi mengakui kepemimpinan si zebra besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, si zebra besar meminta warga hewan untuk berkumpul. Ada beberapa pernyataan penting yang ingin ia sampaikan. Ada isu kalau si zebra akan mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudaraku, banyak desas-desus yang menyatakan kalau aku takut dengan singa gondrong. Itu salah! Aku tidak pernah takut dengan dia. Saya meminta agar kita tetap berkerja dan berkerja. Suatu saat, kita akan melawan kezaliman itu!” tegas si zebra yang disambut tepuk tangan dari warga yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menyampaikan pidato, si zebra besar dihampiri salah satu hewan kepercayaannya, kancil. Si kancil pun mengungkapkan keheranannya. “Waduh, hebat sekali pidatonya, Pak. Tapi, apa bapak memang benar-benar berani melawan si singa gondrong?” ucap si kancil dengan ramah dan penuh hormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si zebra besar pun agak kikuk menjawab. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan tidak ada hewan di sekitar situ. Dan ucapnya, “Hm, anu Cil. Sebetulnya aku berani mengatakan seperti itu karena diminta oleh si singa gondrong….”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sahabat,&lt;br /&gt;Salah satu sifat buruk pemimpin suatu kaum adalah penakut. Sifat inilah yang menjadikan orang-orang yang dipimpinnya terkungkung dalam ‘kepasrahan’ dari keganasan para penjahat yang terus-menerus menguras kekayaan kaum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berhati-hatilah dengan sifat berani yang tiba-tiba muncul dari pemimpin penakut itu. Boleh jadi, keberaniannya hanya tipuan. Ia tiba-tiba seperti berani lantaran didorong rasa takutnya yang paling besar: jatuh dari kekuasaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Sumber : EraMuslim.com) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7840033140094996690?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7840033140094996690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-si-zebra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7840033140094996690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7840033140094996690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-si-zebra.html' title='Cerita, &quot;Si Zebra&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3nj99FkJr-0/TrOT6Aa62mI/AAAAAAAABas/iKmrsgh_aes/s72-c/zebra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7584012760025822336</id><published>2011-11-03T17:09:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T17:09:21.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Air"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kLYoTZ9l_NE/TrJoN-6NUDI/AAAAAAAABak/elAuhR5dydo/s1600/sumber+air.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-kLYoTZ9l_NE/TrJoN-6NUDI/AAAAAAAABak/elAuhR5dydo/s200/sumber+air.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seekor anak rusa tampak berlari kecil di tepian sungai. Ia melompat dari bebatuan satu ke bebatuan lain yang berserakan di sepanjang sungai. Rasa dahaganya yang begitu tak tertahankan tidak melunturkan niatnya untuk mencari mata air yang jernih. Karena di situlah, ia dan ibunya biasa minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, karena longsoran tanah tepian sungai, mata air tampak tidak lagi jernih. Warnanya agak kecoklatan. “Ih, kok tidak jernih,” ujar anak rusa sambil mencari aliran mata air ke arah aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus menelusuri aliran sungai yang berada lebih bawah dari lokasi mata air. Sayangnya, kian ke bawah, semua anak mata air yang ia temui berwarna sama: coklat keruh. Dan kian kebawah, warnanya lebih keruh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa dengan apa yang ia temukan, sang anak rusa pun berlari meninggalkan sungai menuju semak-semak di mana ibunya berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu sudah minum, Nak?” tanya sang ibu rusa ketika mendapati anaknya sudah berada di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Belum, Bu,” ucap sang anak rusa tampak kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa? Kan kamu sudah tahu di mana mata air yang jernih itu berada,” sergah sang ibu rusa kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Airnya keruh, Bu. Dan semua anak mata air yang berada di bawahnya pun sama, bahkan lebih keruh lagi,” ungkap sang anak rusa tidak mampu lagi menahan kekecewaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk rusa pun menghampiri anaknya lebih dekat lagi. ”Anakku, kamu dapat pelajaran baru dari keruhnya mata air,” ucap sang induk rusa tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maksud ibu?” tanya sang anak rusa begitu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anakku, kalau mata air yang berada di bagian atas sungai keruh, semua aliran anak mata air di bawahnya akan lebih keruh lagi. Begitulah alam mengajarkan kita,” jelas sang ibu rusa diiringi anggukan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada dahaga ruhani ketika kehidupan di negeri ini kian jauh dari kepuasan jiwa. Orang menjadi begitu jatuh cinta dengan dunia materi, dan tidak lagi perduli dengan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dahaga itu, orang pun merindukan sumber mata air ruhani nan jernih yang bisa memuaskan rasa haus mereka. Namun, ketika mata air yang berada di atas mulai keruh karena longsoran butiran tanah tepian sungai kehidupan, jangan kecewa ketika anak-anak mata air di bawahnya ditemukan jauh lebih keruh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitulah, Allah mengajarkan kita melalui alam ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(muhammadnuh@eramuslim.com)        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7584012760025822336?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7584012760025822336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7584012760025822336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7584012760025822336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/11/cerita-air.html' title='Cerita, &quot;Air&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kLYoTZ9l_NE/TrJoN-6NUDI/AAAAAAAABak/elAuhR5dydo/s72-c/sumber+air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5393261389262595980</id><published>2011-09-22T16:17:00.000+07:00</published><updated>2011-09-22T16:17:09.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah sebuah Hidayah'/><title type='text'>Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-r8TtfvvKA34/Tnr8_TXQC4I/AAAAAAAABZc/rVzsme_xzE8/s1600/muslimah-shalat-berjamaah-ilustrasi-_110921111603-105.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/-r8TtfvvKA34/Tnr8_TXQC4I/AAAAAAAABZc/rVzsme_xzE8/s200/muslimah-shalat-berjamaah-ilustrasi-_110921111603-105.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ATHENA - Sebelum pergi ke Inggris, Xenia hanya mengenal satu agama, Kristen Ortodoks. Dia lahir, dibesarkan, dan tinggal di Athena, Yunani, Sebelum akhirnya terbang ke Inggris tahun 1970-an untuk melanjutkan pendidikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri inilah, cakrawalanya terbuka. Ia mengenal ada banyak agama di dunia ini. Islam salah satunya. Namun, ia tak berniat mempelajarinya, karena nyaman dengan agama yang dianutnya sejak kecil. "Saya dibesarkan dalam keluarga yang hangat walau tak begitu taat beribadah," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kuliah, ia tak kembali ke negerinya. Seorang pemuda setempat memikat hatinya, dan mereka menikah. Belakangan, ia baru tahu suaminya sangat berminat pada Islam. "Agama tak begitu berperan dalam kehidupan keluarga saya...maka saya pun tak ambil pusing dengan orientasi keyakinan suami saya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, mereka tak pernah mendiskusikan agama.&amp;nbsp; "Dia menghargai keyakinan saya, demikian pula sebaliknya," katanya. Belakangan ia tahu, suaminya telah menjadi Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersuami seorang Muslim, cakrawalanya tentang Islam terbuka. Di sekolah, ia hanya tahu hal negatif tentang agama ini. Begitu juga di media yang dia baca. Namun di rumah, ia menemukan oase yang berbeda, melalui suaminya. Namun, ia masih belum tergerak hatinya belajar Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya mempelajari Islam sedikit, demi menjawab pertanyaan anak-anaknya. Seiring berjalannya waktu, sang anak lebih condong memilih Islam, mengikuti agama sang ayah. "Saya mengantar mereka ke masjid, tapi saya tak ikut turun. Saya menunggu di mobil saja," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dua anaknya menginjak remaja, suaminya meninggal dunia. Xenia sungguh terpukul. Ia memutuskan untuk pulang ke negeri asalnya, Yunani. Anak-anaknya, memilih tetap tinggal di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bandara, ia menerima SMS anak lelakinya yang termuda, "Mum, kami mencintaimu dan kami tak ingin engkau berbeda dari kami ketika kelak kau berpulang seperti papa. Please, jadilah Muslimah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merenungi SMS sang anak. "Untuk pertama kalinya setelah 30 menikahi pria Muslim, saya membaca isi Alquran," katanya, yang mengaku awalnya ogah-ogahan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku takjub dengan kitab suci almarhum suaminya itu, kendati hanya membaca terjemahannya saja. Untaian kata-katanya sungguh indah, katanya, begitu untaian ceritanya. "Itu bukan bahasa manusia. Itu bahasa Tuhan semesta alam," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari membaca Quran pula ia tahu, Islam bukan agama baru. Islam telah dianut oleh nabi-nabi terdahulu. "Ini lebih mudah dimengerti, bahwa hanya ada satu Tuhan, tanpa partner, dan para nabi adalah utusan-Nya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ia merasa tak berperantara antara dirinya dan Tuhan. "Hanya saya dan Pencipta saya," kata Xenia yang kini berusia 60 tahun lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku mulai rajin "curhat" pada Tuhan. "Aku berbicara pada Alllah dimana saja. Dia mendengar saya, dan memantapkan hati saya," ujarnya. Sampai di satu titik, ia bulat tekad untuk bersyahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Xenia, Islam adalah sistem yang sempurna. Allah tak hanya menurunkan Alquran, tapi juga mengutus Muhammad SAW untuk menjadi "contoh nyata" bagaimana Alquran diaplikasikan. "Jalan menuju surga itu berliku. Allah mengirim panduan menuju ke sana, melalui Alquran dan Muhammad," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xenia juga menyatakan, beda dengan adama lain yang penuh doktrin, Islam mengajak umatnya untuk berpikir. "Islam tak bilang, 'Inilah dia, kau harus mengikutinya sekarang!' Tapi Allah bilang, 'Lihat, lihatlah sekelilingmu. Lakukan perjalanan, lihatlah tubuhmu, langit, alam, mengapa kau tak melihatnya (sebagai tanda-tanda kebesaran Allah?)," katanya, yang mengaku bersyukur telah menemukan islam, kendati memulianya di usia senja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Redaktur: Siwi Tri Puji B&lt;br /&gt;Sumber: Greek Rethink, New Convert (Republika.co.id)        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5393261389262595980?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5393261389262595980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5393261389262595980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5393261389262595980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/xenia-dituntun-anaknya-menemukan-islam.html' title='Xenia Dituntun Anaknya Menemukan Islam di Usia Senja'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-r8TtfvvKA34/Tnr8_TXQC4I/AAAAAAAABZc/rVzsme_xzE8/s72-c/muslimah-shalat-berjamaah-ilustrasi-_110921111603-105.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3244850814338633987</id><published>2011-09-22T15:30:00.001+07:00</published><updated>2011-09-22T15:30:31.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Orang Tua Terbaik"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-nEvFhz1KT2k/TnrwydqBmVI/AAAAAAAABZY/jwwnhJ7gECM/s1600/orang-tua.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-nEvFhz1KT2k/TnrwydqBmVI/AAAAAAAABZY/jwwnhJ7gECM/s200/orang-tua.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awalnya aku iri padamu kawan. Aku iri pada semua anak di dunia yang memiki orang tua yang menyangi anaknya dan selalu ada waktu untuk keluarganya. Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sahabat, disaat kita berfikir dewasa, melihat kehidupan ini dengan berbagai sisi, maka engkau akan tahu, bahwa banyak orang-orang disekitar kita yang betul-betul mencintai kita. Dan pastinya, kita akan sadar bahwa hidup ini sangatlah indah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terimakasih telah membaca,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Salam Motivasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3244850814338633987?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3244850814338633987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/cerita-orang-tua-terbaik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3244850814338633987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3244850814338633987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/cerita-orang-tua-terbaik.html' title='Cerita, &quot;Orang Tua Terbaik&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nEvFhz1KT2k/TnrwydqBmVI/AAAAAAAABZY/jwwnhJ7gECM/s72-c/orang-tua.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6078753961837987339</id><published>2011-09-22T15:12:00.001+07:00</published><updated>2011-09-22T15:13:18.191+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Jalan Menuju Harta Karun"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Bvkb8ErYRPQ/TnrthlJ9z_I/AAAAAAAABZU/2ExFoCmcb_U/s1600/motivasi-harta-karun.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Bvkb8ErYRPQ/TnrthlJ9z_I/AAAAAAAABZU/2ExFoCmcb_U/s1600/motivasi-harta-karun.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KnFu2oz8nMo/TnrtNpgGniI/AAAAAAAABZQ/I9m42pLWaiw/s1600/motivasi-harta-karun.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu kala, seorang pria sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada orang tua yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan mau memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada orang tua tersebut, “Hai, pak tua. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya jalan yang benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, pria yang tadi kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati pak tua itu dan berkata, “Hai, pak tua. Tadi saya tanya arah ke tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang di mana jalan menuju harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang tua menunjuk jalanBeberapa saat kemudian, pria tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga celananya penuh dengan sobekan dan kakinya luka seperti tergores sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini ia mendekati pria tua itu dengan ekspresi wajah yang kesal.Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, pak tua! Tadi saya menanyakan arah menuju tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Anda sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Anda akan tahu akibatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tua itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah Anda yakin dan tidak berbohong?” tanya pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu pun segera pergi meninggalkan pria tua tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, pak tua! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan cari mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria tua itu akhirnya buka mulut, berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendegar penjelasan dari pria tua itu, ia menundukkan kepala. Ia mundur, membatalkan perjalanannya dan kembali pulang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Saya yakin semua orang dengan semangat akan menjawab “Ya” saat ditanya apakah mereka ingin meraih kesuksesan. Namun sebagian besar tidak berani menjawab saat ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan yang sering terjadi adalah banyak sekali orang yang tidak bersedia menempuh jalan kesuksesan yang terlihat sangat berat. Mereka hanya ingin langsung sampai di garis finis, tapi tidak pernah mau melangkahkan kakinya untuk mencapai garis finis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tantangan berat yang harus Anda hadapi saat berjuang meraih kesuksesan adalah mendorong diri Anda untuk maju meskipun jalan yang sedang Anda tempuh sangat berat, berliku, dan penuh rintangan. Tantangan inilah yang seringkali membuat nyali seseorang menjadi ciut. Tantangan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak orang tidak berani membayar harga dari sebuah kesuksesan. Mereka tidak siap untuk membayar dan lebih memilih melupakan kesuksesan yang ingin mereka raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. Sebaliknya orang gagal lebih memilih untuk menyerah. Dan yang lebih menyedihkan, mereka bahkan tidak berani mencoba saat melihat betapa beratnya perjalanan yang harus dilalui. Mental mereka sudah dikalahkan jauh sebelum mereka memulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. Ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Anda boleh menyalahkan rintangan yang kelihatannya selalu menghadang Anda. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara menumpahkan kekesalan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Resensi.Net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6078753961837987339?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6078753961837987339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/cerita-jalan-menuju-harta-karun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6078753961837987339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6078753961837987339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/09/cerita-jalan-menuju-harta-karun.html' title='Cerita, &quot;Jalan Menuju Harta Karun&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Bvkb8ErYRPQ/TnrthlJ9z_I/AAAAAAAABZU/2ExFoCmcb_U/s72-c/motivasi-harta-karun.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3928945265437715661</id><published>2011-03-02T12:07:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T12:07:48.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Kisah, "Mengapa Saya Berhijab"</title><content type='html'>&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-CrUvvhI8P6U/TW3QNN3-loI/AAAAAAAABZM/G0F5Lj0i3Iw/s1600/hijab%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="https://lh4.googleusercontent.com/-CrUvvhI8P6U/TW3QNN3-loI/AAAAAAAABZM/G0F5Lj0i3Iw/s200/hijab%25282%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;(Sebuah kisah nyata Sdr. SEKAR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti,&lt;br /&gt;Saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH …&lt;br /&gt;Yang dapat saya rasakan adalah….&lt;br /&gt;Sudah bukan waktunya lagi berlari-lari mencari kebahagian versi dunia tentunya…&lt;br /&gt;Yang setelah saya peroleh semuanya …&lt;br /&gt;Lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti bahagia,..&lt;br /&gt;Lalu DIMANA….?&lt;br /&gt;Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari ALLAH,&lt;br /&gt;Dan langkah pertama saya adalah mengenakan Jilbab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya,&lt;br /&gt;Jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya…&lt;br /&gt;Maka hal pertama adalah saya harus mempercantik diri,&lt;br /&gt;ALLAH menyukai perempuan yang menutup auratnya dengan hijab,&lt;br /&gt;Perhiasan seorang perempuan muslimah adalah akhlaknya yang solehah,&lt;br /&gt;Orang akan langsung mengenali saya bahwa saya adalah muslim karena jilbab saya,&lt;br /&gt;Karena jika tidak maka saya tidak ada bedanya dengan yang bukan …&lt;br /&gt;Iya HANYA ini langkah awal saya…. HANYA ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tarikan tarikan ALLAH terus membetot ubun-ubun saya…&lt;br /&gt;Untuk melepaskan semua atribut kejahiliahan saya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANPA saya sadari…&lt;br /&gt;Saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada Sang Pemilik napas saya,&lt;br /&gt;Saya terbawa arus kebaikan,&lt;br /&gt;Saya tenggelam di danau pengajian,&lt;br /&gt;Saya terdampar dipadang illalang yang berisi dzikir,&lt;br /&gt;Saya bermahkotakan Al Quran dan Hadits,&lt;br /&gt;Saya tiba-tiba sangat mencintai tahajud,&lt;br /&gt;Saya menjadi seperti penari dalam kalimat taubah dan hamdalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses kemudian…&lt;br /&gt;Saya mulai meninggalkan rok mini saya,&lt;br /&gt;Berhenti memakai tanktop,&lt;br /&gt;Bahkan blus lengan pendek&lt;br /&gt;Apalagi celana pendek saya jauh saya tanggalkan…&lt;br /&gt;Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang saya …&lt;br /&gt;Dan entah mengapa saya merasa lebih cantik…&lt;br /&gt;Dengan membuang jauh-jauh pakaian itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya bilang :&lt;br /&gt;“De, yang penting kan hati, loe tidak perlu berjilbab pun loe bisa menjadi baik“&lt;br /&gt;Sahabat saya tidak salah …&lt;br /&gt;Tapi untuk saya, jilbab adalah sifat taat terhadap ALLAH&lt;br /&gt;Dan sifat sosial saya dari menjaga diri saya terhadap tarikan tarikan mata maKhluk berburung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup,&lt;br /&gt;Akan menarik jika ia tidak terlihat,&lt;br /&gt;Akan tetap menjadi misteri,&lt;br /&gt;Yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki,&lt;br /&gt;Sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan…&lt;br /&gt;Yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi…&lt;br /&gt;Tanpa hijab, tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah ALLAH adalah misteri,&lt;br /&gt;Dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA,&lt;br /&gt;bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, inilah saya yang tidak pernah punya jawaban…&lt;br /&gt;Mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab …&lt;br /&gt;Hanya ALLAH yang memiliki jawabannya&lt;br /&gt;Karena saya tidak sanggup menjawab,&lt;br /&gt;Yang pasti ketika kening menyentuh sajadah,&lt;br /&gt;Ketika airmata tumpah saat tahajud,&lt;br /&gt;Ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan,&lt;br /&gt;Ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya…&lt;br /&gt;Atas semua yang ALLAH titipkan kepada saya,&lt;br /&gt;Ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH dan saya,&lt;br /&gt;Ketika jilbab saya menutup dada saya,&lt;br /&gt;Ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini,&lt;br /&gt;Maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya CARI kemarin …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan saya kuat dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini …&lt;br /&gt;Doakan saya kuat dan istiqomah dengan tarian tanpa topeng ini,&lt;br /&gt;Dengan dawai tasbih dan hamdallah…&lt;br /&gt;Saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH kuatkan saya…&lt;br /&gt;Hingga saya menutup mata,&lt;br /&gt;Mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya&lt;br /&gt;Di mahkamah agung milik MU …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;****&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tentang Hijab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai  Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan  isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan JILBABnya ke  seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk  dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha  pengampun lagi Maha penyayang.” (QS 33:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada  wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan  memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,  kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan  kain KERUDUNG ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,  kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,  atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau  saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki  mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita  Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan  laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau  anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka  memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.  Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang  beriman supaya kamu beruntung.” (QS 24:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak Adam,  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk MENUTUPI  `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian TAKWA itulah  yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda  kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai anak  Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana  ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari  keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya.  Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat  yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan  syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak  beriman.”&lt;br /&gt;(QS 7:26-27)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3928945265437715661?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3928945265437715661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/kisah-mengapa-saya-berhijab.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3928945265437715661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3928945265437715661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/kisah-mengapa-saya-berhijab.html' title='Kisah, &quot;Mengapa Saya Berhijab&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-CrUvvhI8P6U/TW3QNN3-loI/AAAAAAAABZM/G0F5Lj0i3Iw/s72-c/hijab%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3611674747786430989</id><published>2011-03-02T11:59:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T11:59:28.591+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BERCERMIN DIRI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-lFhgmO0eRyg/TW3OaM_kDgI/AAAAAAAABZI/uumYeWG-pus/s1600/Tobat.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="https://lh6.googleusercontent.com/-lFhgmO0eRyg/TW3OaM_kDgI/AAAAAAAABZI/uumYeWG-pus/s200/Tobat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BERCERMIN DIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Karya Abdullah Gymnastiar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala kudatangi sebuah CERMIN,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tampaklah sosok yang sudah sangat lama kukenal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan sangat sering kulihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun aneh…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesungguhnya aku BELUM MENGENAL siapa yang kulihat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala kutatap WAJAH, hatiku bertanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan bersinar indah di Surga sana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah wajah ini yang hangus legam di Neraka Jahanam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala kumenatap MATA, nanar hatiku bertanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mata inikah yang akan menatap Allah..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menatap Rasulullah, dan Kekasih-kekasih Allah kelak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, terburai menatap neraka jahanam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala kutatap MULUT..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah mulut ini yang kelak mendesah penuh kerinduan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mengucap LAA ILAAHA ILLALLAAH saat malaikat maut menjemput?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah menjadi mulut yang menganga dengan lidah menjulur,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan lengkingan jerit pilu …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang mencopot sendi-sendi setiap yang mendengar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah mulut ini jadi pemakan buah zaqun jahanam yang getir,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penghangus dan penghancur setiap usus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah gerangan yang engkau ucapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai mulut yang malang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak hati yang remuk …&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan sayatan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak kata-kata semanis madu…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa sering engkau berkata jujur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa langkanya engkau dengan syahdu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memohon agar Allah mengampunimu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala kutatap TUBUHku, apakah tubuh ini…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang kelak menyala penuh cahaya bersinar…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bersuka cita dan bercengkrama disurga?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah tubuh yang akan tercabik-cabik hancur mendidih…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam lahar neraka jahanam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Terpasung tanpa ampun,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menderita yang tak akan pernah berakhir?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak hamba-hamba yang lemah…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang engkau tindas dengan kekuatanmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan- tanpa peduli,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal engkau mampu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kutatap hai tubuh,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti apakah gerangan isi HATImu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah sekotor daki-daki yang melekat ditubuhmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah hatimu segagah ototmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah selemah daun-daun yang sudah rontok?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apakah hatimu seindah penampilanmu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betapa beda....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betapa BEDA apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku telah tertipu oleh TOPENG yang selama ini tampak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Betapa banyak pujian yang terhampar hanyalah memuji topeng&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan aku.... hanyalah seonggok sampah yang terbungkus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tertipu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku malu Ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya Allah... selamatkan aku....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Amin...Ya Rabbil 'alamin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3611674747786430989?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3611674747786430989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/bercermin-diri.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3611674747786430989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3611674747786430989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/bercermin-diri.html' title='BERCERMIN DIRI'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-lFhgmO0eRyg/TW3OaM_kDgI/AAAAAAAABZI/uumYeWG-pus/s72-c/Tobat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8347097456658069564</id><published>2011-03-02T11:40:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T11:40:19.102+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>Tips Manajemen Masalah</title><content type='html'>&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-lN0gqEZrV3Q/TW3KBzuY0nI/AAAAAAAABZE/Zg_zB_AcxaE/s1600/masalah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="https://lh5.googleusercontent.com/-lN0gqEZrV3Q/TW3KBzuY0nI/AAAAAAAABZE/Zg_zB_AcxaE/s200/masalah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan, adalah sebagian masalah yang akan selalu menghampiri kita. Kapanpun dan dimanapun masalah akan selalu menghampiri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus menjadi perhatian, bagaimana sikap kita terhadap masalah tersebut? Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup kita. Kenyataan memperlihatkan ada yang hancur oleh masalah, namun ada pula yang melejit menjadi manusia terhormat, berkah dari masalah yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kita harus memiliki pemahaman bahwa masalah yang menimpa bukan sebagai beban apalagi bencana, namun anggaplah sebagai karunia untuk meningkatkan ilmu, amal, wawasan, ganjaran dan kemuliaan disisi Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ketika dihadapkan dengan masalah selalu ingat 5 hal ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. JANGAN PANIK&lt;br /&gt;Saat tertimpa suatu masalah, langkah pertama yang harus diambil adalah jangan panik. Kepanikan hanya akan menambah masalah daripada menyelesaikan masalah. Maka latih diri dan keluarga untuk selalu tenang dan tidak panik menghadapi situasi segawat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. JANGAN EMOSIONAL&lt;br /&gt;Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup. Bukannya tidak boleh tertindak, tapi yang tidak boleh adalah bertindak secara emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JANGAN TERGESA-GESA&lt;br /&gt;Tindakan tergesa-gesa hanya akan menuai penyesalan. Maka kendalikan diri, jangan ingin cepat-cepat menyelesaikan suatu aktivitas tanpa perhitungan matang. Saat dihadapkan dengan masalah yang rumit, segera petakan masalah tersebut, kumpulkan informasi secara BAL (Benar, Akurat dan Lengkap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. JANGAN MENDRAMATISIR MASALAH&lt;br /&gt;Sebagian penderitaan yang dialami adalah hasil dramatisasi pikiran kita sendiri. Akibatnya persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan mencekam. Padahal boleh jadi masalah yang dihadapi tidak segawat dan semencekam yang diperkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. JANGAN PUTUS ASA&lt;br /&gt;Masalah akan membuat kita terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. Ingatlah, bersama kesulitan ada kemudahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Tuhan lihatlah betapa besar masalahku....... (Ini yang salah.)&lt;br /&gt;Hai masalah lihatlah Tuhan itu Maha Besar...... (Ini yang benar.)&amp;nbsp;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8347097456658069564?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/8347097456658069564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/tips-manajemen-masalah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8347097456658069564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8347097456658069564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/tips-manajemen-masalah.html' title='Tips Manajemen Masalah'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-lN0gqEZrV3Q/TW3KBzuY0nI/AAAAAAAABZE/Zg_zB_AcxaE/s72-c/masalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1774203389505059070</id><published>2011-03-02T11:33:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T11:33:17.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Nicolo Paganini"</title><content type='html'>&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-92ACSxZ466M/TW3Ib_fLO8I/AAAAAAAABZA/hA9nGHc2ygs/s1600/paga2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh4.googleusercontent.com/-92ACSxZ466M/TW3Ib_fLO8I/AAAAAAAABZA/hA9nGHc2ygs/s200/paga2.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nicolo Paganini adalah seorang pemain biola classic. Setiap pertunjukan yang digelarnya selalu dihadiri ratusan orang dan tiket yang dijual pun pasti habis. Paganini memang luar biasa. Bila biola sudah dimainkan, siapapun yang mendengar pastilah akan hanyut dalam setiap petikan dawainya. Bila dia memainkan musik bertema bahagia, maka bahagialah perasaan mereka yang mendengarnya hingga dunia terasa indah. Bagitu juga bila dia memainkan musik bertema kesedihan, maka sedihlah mereka yang mendengarnya hingga tanpa terasa meneteskan air mata. Kalau ada musisi yang selalu dibicarakan, itu tidak lain pastilah Nicolo Paganini Sang Pemain Biola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Paganini berencana untuk mengadakan sebuah pertunjukan. Lain dengan sebelumnya, kali ini dia akan mengadakan pertunjukkan yang akan menghebohkan seantero Italia. Pertunjukan paling berkesan yang takkan dilupakan oleh masyarakat Italia hingga puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal tersebut, Paganini menyiapkan segala-galanya. Dia tidak ingin pertunjukan termegahnya itu tampil mengecewakan. Berbagai pilihan lagu yang berkualitas dicari dan dikumpulkannya. Tak lupa pula segera berita pertunjukan tersebut disebarkan ke seluruh penjuru Italia. Dengan demikian dalam waktu singkat saja, orang-orang sudah membicarakan seperti apa nanti kira-kira pertunjukan yang akan digelar oleh Paganini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari H pun tiba. Seluruh tiket yang ada sudah habis terjual sejak tiga hari sebelumnya. Harganya, tentu 2x lipat dari harga pertunjukan biasa karena ini adalah pertunjukan terhebatnya. Para audience pun tak peduli meski mereka tidak mendapatkan tempat duduk (karena penuhnya). Mereka hanya ingin mendengar alunan dawai biola Sang Paganini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan dimulai. Untuk malam itu, Paganini menyiapkan 10 lagu terbaiknya. Dia yakin malam itu akan menjadi malam yang tidak terlupakan. Satu demi satu lagu yang telah dipersiapkan sebelumnya dia mainkan. Suasana tribun silih berganti. Kadang penuh dengan senyum kebahagiaan. Kadang penuh dengan isak tangis para penonton. Ini semua tergantung tema musik yang dimainkan oleh Paganini. Semua berjalan lancar pada awalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Paganini memainkan lagu ke-10, tiba-tiba saja musibah itu terjadi. Satu dawainya tiba-tiba putus. Pertanda apakah ini? Seluruh penonton pun berdiri dan memberikan tepuk tangan. Mereka menyerukan kepada Paganini bahwa mereka mengerti dan akan menunggu Paganini untuk mengganti dawai biolanya terlebih dahulu. Namun apa yang terjadi? Paganini berkata melalui microphonenya, “Paganini dengan 3 dawai biola.” Dia pun memainkan lagu ke-10 tersebut dengan 3 dawai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi kesialan itu datang. Dawainya kembali putus hingga tersisa 2 buah saja. Namun tetap saja Paganini hanya berkata, “Paganini dengan 2 dawai biola.” Dan dia pun memainkannya dengan dua dawai biola yang tersisa. Penonton pun semakin larut dalam permainannya yang sungguh menggugah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga… Tus…, putuslah dawai ketiga. Kini hanya tersisa satu dawai saja. “Petaka apa ini?”, pikir Paganini. Reaksi penonton kali ini terdiam. Mereka memberikan tepukan tangan perlahan. Mereka terus memberikan segenap dukungan pada Paganini sembari menyerukannya untuk mengganti biolanya. Mereka memaklumi itu semua. Namun, apa reaksi Paganini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia hanya berdoa dalam hati dan berkata, “Paganini dengan 1 dawai biola.” Dia tahu itu sulit. Tapi dia terus meyakinkan dirinya bahwa Paganini akan menampilkan pertunjukan yang takkan terlupakan. Dia fokus pada tujuan akhirnya, konser yang sukses. Dengan susah payah, dia mencoba menemukan permainannya yang bisa terdengar indah hanya dengan 1 dawai. Dia tidak fokus pada masalah putusnya 3 dawai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa… ibarat sebuah keajaiban, permainannya menjadi sangat indah. Permainan yang bahkan lebih bagus dan memberikan kesan mendalam dibandingkan dengan 9 lagu sebelumnya. Dan pertunjukan itu dia tutup dengan manisnya sembari mengucapkan terima kasih pada penonton yang selalu mendukungkan. Banjir air mata dan suara tepuk tangan pun tak terelakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semenjak pertunjukan termegah malam itu, tak pernah ada musik yang dibicarakan selain permainan Sang Pemain Biola 1 Dawai… Siapa lagi kalau bukan Nicolo Paganini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sepengal kisah hidup Paganini Sang Pemain Biola 1 Dawai sudah saya sharingkan. Sekarang waktunya kita bedah pelajaran apa yang bisa diambil di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memainkan biolanya, dawai Paganini putus satu persatu. Itu tentu merupakan sebuah masalah. Namun, lihatlah bagaimana Paganini bersikap. Dia tidak peduli dengan masalah itu. Paganini tidak memfokuskan dirinya pada masalah. Dia memilih untuk bersikap tenang dan fokus bagaimana solusi pemecahan dari masalahnya. Sekali lagi bukan pada masalah, tapi fokus pada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paganini bisa melakukan itu semua karena dia memiliki sebuah keyakinan yang mendalam serta visi yang begitu berakar di dalam hatinya. Visinya adalah menjadikan pertunjukan malam itu menjadi pertunjukkan yang tidak akan terlupakan sepanjang masa dan dia yakin pasti bisa mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, kalau kita senantiasa fokus pada solusi ketika masalah datang, maka kita memberikan kesempatan pada otak kita (khususnya sisi kreatifitas) untuk bekerja dan mencari jalan keluarnya. Kalau ini sering dilakukan maka sama artinya kita melatih otak untuk kreatif dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, manakala kita fokus pada masalah yang ada, maka kita menutup jalan otak kita untuk bisa berpikir dan berkembang. Ujung-ujungnya, hanya mengeluh dan selalu merasa tidak pernah ada jalan keluar untuk masalah ini. Kalau Anda tertarik mempelajari hal ini lebih dalam, silahkan baca buku “MANAGE YOUR MIND FOR SUCCESS” karangan Adi W. Gunawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARIEF MAULANA.com        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1774203389505059070?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1774203389505059070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/cerita-nicolo-paganini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1774203389505059070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1774203389505059070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/cerita-nicolo-paganini.html' title='Cerita, &quot;Nicolo Paganini&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-92ACSxZ466M/TW3Ib_fLO8I/AAAAAAAABZA/hA9nGHc2ygs/s72-c/paga2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3882621504261834030</id><published>2011-03-02T11:19:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T11:19:15.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>"Untuk Teman"</title><content type='html'>&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-UGc0mHIS_74/TW3FBNAaS3I/AAAAAAAABY8/-Kmj6Niii20/s1600/TEMAN1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh4.googleusercontent.com/-UGc0mHIS_74/TW3FBNAaS3I/AAAAAAAABY8/-Kmj6Niii20/s200/TEMAN1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Belive in each other&lt;br /&gt;Exchange silly stories&lt;br /&gt;Share favorite clothes&lt;br /&gt;Tell it like this&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fine the answers&lt;br /&gt;Rely on each other&lt;br /&gt;Inspire bravery&lt;br /&gt;Encourage dream&lt;br /&gt;Never stop caring&lt;br /&gt;Device crazy schemes&lt;br /&gt;Stand by each other&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng bahu kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 keys to be good friend for your friend..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Don't lie&lt;br /&gt;Ini dia hal kadang kita lakukan bahkan sering kepada teman kita... termasuk saya... gmn kita mau menjadi teman yang baik klo kita membohongin tman kita trus walaupun itu hal sekecil itu... biasakan lah bersikap jujur kepada teman kita (dan orang lain jga) maka masalah kita sedikit demi sedikit akan terselesaikan dan masalah lainya sulit datang kembali ... PROVE IT !! bicaralah apa adanya... jika ada masalah bicarakan dengan baik"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Don't be a Fake&lt;br /&gt;Buat apa ber fake ria apalagi terhadap teman kita... buat lah mereka bahagian akan kamu dengan diri kamu apa adanya... dan mereka akan BANGGA MEMILIKI TEMAN SEPERTI KITA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEBIH BAIK MEMBENCI ORANG DARIPADA MENYUKAI MEREKA DENGAN PURA2 -Curt Cobain- (Nirvana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Helping hands&lt;br /&gt;Berikan pertolongan kepada teman kita... walaupun itu hanya pertolongan kecil... itu membuat mereka sedikit mengurangi kerut di dahi mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADILAH SEORANG TEMAN BAIK BAGI ORANG2 DISEKITARMU...&lt;br /&gt;DAN LIHAT BETAPA INDAHNYA HIDUPMU NANTI MEMILIKI MEREKA !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hareem Musashi )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3882621504261834030?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3882621504261834030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/untuk-teman.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3882621504261834030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3882621504261834030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/untuk-teman.html' title='&quot;Untuk Teman&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh4.googleusercontent.com/-UGc0mHIS_74/TW3FBNAaS3I/AAAAAAAABY8/-Kmj6Niii20/s72-c/TEMAN1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8652859709229972441</id><published>2011-03-02T11:09:00.000+07:00</published><updated>2011-03-02T11:09:58.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>5 NASEHAT dan 7 WASIAT</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-svRDz8MkPKo/TW3C-fZL-kI/AAAAAAAABY4/_C1mo0RZwKg/s1600/nasehat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh6.googleusercontent.com/-svRDz8MkPKo/TW3C-fZL-kI/AAAAAAAABY4/_C1mo0RZwKg/s200/nasehat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang syaikh memberikan NASIHAT kepada muridnya yang akan pergi jauh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)  Janganlah engkau gantungkan HATI-mu kepada DUNIA kerana sesungguhnya  Allah subhanahu wa ta’ala tidak menjadikan dunia ini sebagai tempaat  tinggalmu (yang sebenarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jadikan CINTAmu kepada Allah sebab tempat KEMBALImu adalah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Bersungguh-sungguhlah engkau mendapatkan SYURGA, karena segala sesuatunya tidak akan didapat kecuali dengan KESUNGGUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Putuskan HARAPAN dari MAKHLUK karena sesungguhnya mereka itu SEDIKITPUN tidak ada KUASA di tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Rajinlah mengerjakan sholat TAHAJUD karena sesungguhnya PERTOLONGAN itu beserta QIYAMULLAIL (sholat malam)l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan syaikh tadi juga memberikan wasiat yang akan membuatnya takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Orang yang BANYAK BICARAnya janganlah kamu harapkan sangat KESADARAN HATInya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Orang yang BANYAK MAKAN janganlah kamu harapkan sangat KATA-KATA HIKMAT darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Orang yang BANYAK BERGAUL dengan manusia janganlah kamu harapkan sangat KEMANISAN IBADAHnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Orang yang CINTA kepada DUNIA janganlah kamu harapkan sangat KHUSNUL KHATIMAHnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Orang yang BODOH janganlah kamu harapkan sangat akan HIDUP HATInya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Orang yang memilih BERKAWAN dengan orang yang ZHALIM janganlah kamu harapkan sangat KELURUSAN AGAMANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Orang yang mencari KERIDHOAN MANUSIA janganlah harapkan sangat akan KERIDHOAN ALLAH daripadanya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8652859709229972441?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/8652859709229972441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/5-nasehat-dan-7-wasiat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8652859709229972441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8652859709229972441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/03/5-nasehat-dan-7-wasiat.html' title='5 NASEHAT dan 7 WASIAT'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-svRDz8MkPKo/TW3C-fZL-kI/AAAAAAAABY4/_C1mo0RZwKg/s72-c/nasehat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8098539656888525532</id><published>2011-01-10T11:09:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T11:09:59.254+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Do’a Cinta Sang Pengantin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TSqGWLfEKiI/AAAAAAAABYs/-gdWPA53PdM/s1600/cintaku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TSqGWLfEKiI/AAAAAAAABYs/-gdWPA53PdM/s320/cintaku.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Do’a Cinta Sang Pengantin&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ya  Allah,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Andai Kau berkenan, limpahkan kepada kami cinta&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;  yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khodijah Al-Kubro, &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;yang  Kau jadikan mata air kasih sayang Imam Ali &amp;amp; Fatimah Az-Zahro&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;yang  Kau jadikan penghias keluarga NabiMu yang suci&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ya  Allah,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Andai semua itu tak layak bagi kami,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Maka  cukupkanlah bagi kami dengan RidhoMu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Jadikanlah kami  sebagai suami istri yang saling mencintai di kala dekat, &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;saling  menjaga kehormatan di kala jauh. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Saling menghibur di  kala duka,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dan saling mengingatkan di kala bahagia,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;saling  mendoakan dalam kebahagiaan dan ketaqwaan, &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;dan saling  menyempurnakan dalam beribadah kepadaMu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ya  Allah,&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan menjadikan  pernikahan ini sebagai ibadah kepadaMu&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;dan bukti ikutnya  cinta kami kepada sunnah keluarga RasulMu. Amiiin…&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8098539656888525532?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/8098539656888525532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/01/doa-cinta-sang-pengantin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8098539656888525532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8098539656888525532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2011/01/doa-cinta-sang-pengantin.html' title='Do’a Cinta Sang Pengantin'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TSqGWLfEKiI/AAAAAAAABYs/-gdWPA53PdM/s72-c/cintaku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6867559194651236392</id><published>2010-11-22T13:19:00.000+07:00</published><updated>2010-11-22T13:19:30.604+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>Mencintai Penanda Dosa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOoLSijEbVI/AAAAAAAABV0/3QHFjOCgeBo/s1600/dosa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOoLSijEbVI/AAAAAAAABV0/3QHFjOCgeBo/s1600/dosa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan orang-orang yang  membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada banyak  kejadian, ia diwakili oleh orang-orang penuh cahaya yang kilau  keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi hari-hari ini, saya juga  bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri niagawan kecil yang  oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji. Selidik saya  menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk rumah  Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi  yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau  sudah rizqi kami”, ujar si suami dengan mata berkaca nan manusiawi,  “Kami yakin insyaallah akan kesampaian juga jadi tamu Allah. Satu saat  nanti. Satu saat nanti.” Saya memeluknya dengan hati gerimis. Surga  terasa masih jauh di hadapan mereka yang mabrur sebelum berhaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  lagi pengantin surga. Keluarga yang hendak menikahkan dan  menyelenggarakan walimah putra-putrinya itu bersepakat mengalihkan beras  dan segala anggaran ke barak pengungsi. Nikah pemuda-pemudi itu tetap  berlangsung. Khidmat sekali. Dan perayaannya penuh doa yang mungkin saja  mengguncang ‘Arsyi. Sebab semua pengungsi yang makan hidangan di barak  nan mereka dirikan berlinangan penuh&amp;nbsp; haru memohonkan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan  indah ini tentu masih panjang. Ada rumah bersahaja berkamar tiga yang  menampung seratusan pelarian musibah. Untuk pemiliknya saya mendoa,  semoga istana surganya megah gempita. Ada juru masak penginapan  berbintang yang cutikan diri, membaktikan keahlian di dapur umum. Ada  penjual nasi gudheg yang sedekahkan 2 pekan dagangannya bagi ransum para  terdampak bencana. Semoga tiap butir nasi, serpih sayur, dan serat  lelaukan bertasbih untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tukang pijit dan  tukang cukur yang keliling cuma-cuma menyegarkan raga-raga letih, barak  demi barak. Ad dokter-dokter yang rela tinggalkan kenyamanan ruang  berpendingin untuk berdebu-debu dan berjijik-jijik. Ada&amp;nbsp; lagi para  mahasiswa dan muda-mudi yang kembali mengkanakkan diri, membersamai dan  menceriakan bocah-bocah pengungsi. Semua kebermanfaatan surgawi itu,  sungguh membuat iri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, surga masih jauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak  untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa.  Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak?  Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang  berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa  pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat&amp;nbsp; lari dari tugas risalah  yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak  mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya  diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb  Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi  mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang  rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik  memuliakan kelanjutan sejarahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini izinkan saya  bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan&amp;nbsp; bahwa dirinya  jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah,  dan&amp;nbsp; berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci  apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak  suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika  ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan wanita dengan jubah panjang dan jilbab lebar warna ungu itu memang berjuang untuk mencintai penanda dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya  hanya ingin berbagi dan mohon doa agar dikuatkan”, ujarnya saat kami  bertemu di suatu kota selepas sebuah acara yang menghadirkan saya  sebagai penyampai madah. Didampingi ibunda dan adik lelakinya, dia  mengisahkan lika-liku hidup yang mengharu-birukan hati. Meski sesekali  menyeka wajah dan mata dengan sapu tangan, saya insyaf, dia jauh lebih  tangguh dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, surga masih jauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya  dimulai dengan cerita indah di semester akhir kuliah. Dia muslimah nan  taat, aktivis dakwah yang tangguh, akhwat yang jadi teladan di kampus,  dan penuh dengan prestasi yang menyemangati rekan-rekan. Kesyukurannya  makin lengkap tatkala prosesnya untuk menikah lancar dan mudah. Dia  tinggal menghitung hari. Detik demi detik serasa menyusupkan bahagia di  nafasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan itu, sang calon suami, seorang lelaki  yang mungkin jadi dambaan semua sebayanya. Dia berasal dari keluarga  tokoh terpandang dan kaya raya, tapi jelas tak manja. Dikenal juga  sebagai ‘pembesar’ di kalangan para aktivis, usaha yang dirintisnya  sendiri sejak kuliah telah mengentas banyak kawan dan sungguh  membanggakan. Awal-awal, si muslimah nan berasal dari keluarga biasa,  seadanya, dan bersahaja itu tak percaya diri. Tapi niat baik dari  masing-masing pihak mengatasi semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal sepekan  lagi. Hari akad dan walimah itu tinggal tujuh hari menjelang, ketika  sang ikhwan dengan mobil barunya datang ke rumah yang dikontraknya  bersama akhwat-akhwat lain. Sang muslimah agak terkejut ketika si calon  suami tampak sendiri. Ya, hari itu mereka berencana meninjau rumah calon  tempat tinggal yang akan mereka surgakan bersama. Angkahnya, ibunda si  lelaki dan adik perempuannya akan beserta agar batas syari’at tetap  terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“’Afwan Ukhti, ibu dan adik tidak jadi ikut  karena mendadak uwak masuk ICU tersebab serangan jantung”, ujar ikhwan  berpenampilan eksekutif muda itu dengan wajah sesal dan merasa bersalah.  “’Afwan juga, adakah beberapa akhwat teman Anti yang bisa mendampingi  agar rencana hari ini tetap berjalan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayangnya tidak ada. ‘Afwan, semua sedang ada acara dan keperluan lain. Bisakah ditunda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masalahnya besok saya harus berangkat keluar kota untuk beberapa hari. Sepertinya tak ada waktu lagi. Bagaimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  dengan memaksa dan membujuk, salah seorang kawan kontrakan sang Ukhti  berkenan menemani mereka. Tetapi bi-idzniLlah, di tengah jalan sang  teman ditelepon rekan lain untuk suatu keperluan yang katanya gawat dan  darurat. “Saya menyesal membiarkannya turun di tengah perjalanan”, kata  muslimah itu pada saya dengan sedikit isak. “Meskipun kami jaga  sebaik-baiknya dengan duduk beda baris, dia di depan dan saya di  belakang, saya insyaf, itu awal semua petakanya. Kami terlalu  memudah-mudahkan. AstaghfiruLlah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkas cerita, mereka  akhirnya harus berdua saja meninjau rumah baru tempat kelak surga cinta  itu akan dibangun. Rumah itu tak besar. Tapi asri dan nyaman. Tidak  megah. Tapi anggun dan teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sang muslimah pamit ke  kamar mandi untuk hajatnya, dengan bantuan seekor kecoa yang membuatnya  berteriak ketakutan, syaithan bekerja dengan kelihaian menakjubkan. “Di  rumah yang seharusnya kami bangun surga dalam ridhaNya, kami jatuh  terjerembab ke neraka. Kami melakukan dosa besar terlaknat itu”, dia  tersedu. Saya tak tega memandang dia dan sang ibunda yang menggugu. Saya  alihkan mata saya pada adik lelakinya di sebalik pintu. Dia tampak  menimang seorang anak perempuan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;“Kisahnya tak  berhenti sampai di situ”, lanjutnya setelah agak tenang. “Pulang dari  sana kami berada dalam gejolak rasa yang sungguh menyiksa. Kami marah.  Marah pada diri kami. Marah pada adik dan ibu. Marah pada kawan yang  memaksa turun di jalan. Marah pada kecoa itu. Kami kalut. Kami sedih.  Merasa kotor. Merasa jijik. ﻿Saya terus menangis di jok belakang. Dia  menyetir dengan galau. Sesal itu menyakitkan sekali. Kami kacau. Kami  merasa hancur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil mereka menghantam truk pengangkut kayu di tikungan. Tepat sepekan sebelum pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah  hampir empat bulan koma”, sambungnya, “Akhirnya saya sadar. Pemulihan  yang sungguh memakan waktu itu diperberat oleh kabar yang awalnya saya  bingung harus mengucap apa. Saya hamil. Saya mengandung. Perzinaan  terdosa itu membuahkan karunia.” Saya takjub pada pilihan katanya. Dia  menyebutnya “karunia”. Sungguh tak mudah untuk mengucap itu bagi orang  yang terluka oleh dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang lebih membuat saya merasa  langit runtuh dan bumi menghimpit adalah”, katanya terisak lagi,  “Ternyata calon suami saya, ayah dari anak saya, meninggal di tempat  dalam kecelakaan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SubhanaLlah”, saya memekik pelan  dengan hati menjerit. Saya pandangi gadis kecil yang kini digendong oleh  sang paman itu. Engkaulah rupanya Nak, penanda dosa yang harus dicintai  itu. Engkaulah rupanya Nak, karunia yang menyertai kekhilafan  orangtuamu. Engkaulah rupanya Nak, ujian yang datang setelah ujian.  Seperti perut ikan yang menelan Yunus setelah dia tak sabar menyeru  kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doakan saya kuat Ustadz”, ujarnya. Tiba-tiba,  panggilan “Ustadz” itu terasa menyengat saya. Sergapan rasa tak pantas  serasa melumuri seluruh tubuh. Bagaimana saya akan berkata-kata di  hadapan seorang yang begitu tegar menanggung semua derita, bahkan ketika  keluarga almarhum calon suaminya mencampakkannya begitu rupa. Saya  masih bingung alangkah teganya mereka, keluarga yang konon kaya dan  terhormat itu, mengatakan, “Bagaimana kami bisa percaya bahwa itu cucu  kami dan bukan hasil ketaksenonohanmu dengan pria lain yang membuat  putra kami tersayang meninggal karena frustrasi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Doakan  saya Ustadz”, kembali dia menyentak. “Semoga keteguhan dan kesabaran  saya atas ujian ini tak berubah menjadi kekerasan hati dan tak tahu  malu. Dan semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari  mencintai anak itu sepenuh hati.” Aduhai, surga masih jauh. Bahkan pinta  doanya pun menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, sayangilah jiwa-jiwa  pendosa yang memperbaiki diri dengan sepenuh hati. Allah, jadikan wanita  ini semulia Maryam. Cuci dia dari dosa-dosa masa lalu dengan  kesabarannya meniti hari-hari bersama sang buah hati. Allah, balasi tiap  kegigihannya mencintai penanda dosa dengan kemuliaan di sisiMu dan di  sisi orang-orang beriman. Allah, sebab ayahnya telah Kau panggil, kami  titipkan anak manis dan shalihah ini ke dalam pengasuhanMu nan Maha  Rahman dan Rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, jangan pula izinkan hati kami  sesedikit apapun menghina jiwa-jiwa pendosa. Sebab ada kata-kata Imam  Ahmad ibn&amp;nbsp; Hanbal dalam Kitab Az Zuhd yang selalu menginsyafkan kami.  “Sejak dulu kami menyepakati”, tulis beliau, “Bahwa jika seseorang  menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah  mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-salim a. fillah, &lt;a href="http://www.safillah.co.cc/" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;7726f&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.safillah.co.cc&lt;/a&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB:  sahibatul hikayah berpesan agar kisah ini diceritakan untuk berbagi  tentang betapa pentingnya menjaga iman, rasa taqwa, dan tiap detail  syari’atNya di tiap langkah kehidupan. Juga agar ada pembelajaran untuk  kita bisa memilih sikap terbaik menghadapi tiap uji kehidupan. Semoga  Allah menyayanginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6867559194651236392?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6867559194651236392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/mencintai-penanda-dosa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6867559194651236392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6867559194651236392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/mencintai-penanda-dosa.html' title='Mencintai Penanda Dosa'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOoLSijEbVI/AAAAAAAABV0/3QHFjOCgeBo/s72-c/dosa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2566390602138512594</id><published>2010-11-20T21:18:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T21:18:31.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Dua Pemburu"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfYo7P6CZI/AAAAAAAABVw/80tWiJTcXoo/s1600/pemburu.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfYo7P6CZI/AAAAAAAABVw/80tWiJTcXoo/s320/pemburu.JPG" width="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dua seorang pemburu sedang berburu bersama . tiba-tiba muncul seekor  beruang beruang besar menghadang mereka tak sempat mempersiapkan  diri.salah seorang pemburu segera lagi memanjat pohon dan berdiam  mendekam di dahan erat-erat melihat dirinya yan gakan diserang beruang  itu, pemburu yang lain segera menjatuhkan ke tanah ketika beruang  mendatangi mendengus-dengus seluruh tubuhnya pemburu itu menahan napas  selama mungkin ia pura-pura mati.tak lama beruang itu meninggalkannya  pikirnya"aku tak mau memamgsa orang yang sudah mati"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  situasi sudah tenang,pemburu pertama turun dari pohon dan mengolok-olok  pemburu yang berpura-pura mati " kawan apa yang dikatakan oleh tuan  beruang tadi kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh tuan beruang itu menberikan nasehat  kepadaku "jawab pemburu yang kedua "jangan pernah berburu dengan orang  yang membiarkan kau terancam dan tak menolongmu dari bahaya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang bijak "musibah adalah batu ujian bagi persahabatan"  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINGKIRKAN KETAKUTAN RAIHLAH KEBEBASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  kita menyadari bahwa kita bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu,  dan kita tak menemukan satu alasan apapun untuk menyalahkan orang lain,  di saat itulah kita menemukan jalan kita sendiri, disaat itulah kita  menyadari arti kebebasan dan hilangnya ketakutan. Hanya kita yang mampu  memikul hidupkita bukan orang lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita menganggap hidup adalah tugas maka tunaikanlah&lt;br /&gt;Bila kita menganggap hidup adalah beban maka pikullah&lt;br /&gt;Bila kita menganggap hidup adalh harta karun yang tak terhingga maka berbagilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakan yang terbaik dari diri kita&lt;br /&gt;Tujuan hidup bertemukan saat kita menjalani perjalanan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah penting kita sadari bahwa kita takkan menemukan apa-apa bila diam tak melakukan sesuatupun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Grup Kata-kata Hikmah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2566390602138512594?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2566390602138512594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-dua-pemburu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2566390602138512594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2566390602138512594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-dua-pemburu.html' title='Cerita, &quot;Dua Pemburu&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfYo7P6CZI/AAAAAAAABVw/80tWiJTcXoo/s72-c/pemburu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3372744886772678811</id><published>2010-11-20T21:05:00.001+07:00</published><updated>2010-11-20T21:06:25.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Isyarat"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfVLHotisI/AAAAAAAABVs/9NmWjUBoGH4/s1600/1032484p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfVLHotisI/AAAAAAAABVs/9NmWjUBoGH4/s1600/1032484p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang  menyimak sebuah suara. "Ting...ting...ting! Ting...ting...ting!" Pikiran  dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi  jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu  menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya  sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat.  Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu  lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi  menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson  kendaraan. "Teeet...teeet....teeet!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melongok lewat jendela.  Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati  jalan depan rumahnya. Lagi-lagi, anak kecil itu bingung. Apa maksud  suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti  membunyikan klakson. Sember lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anakku. Itu tukang sate ayam.  Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'Aku ada di  dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan  anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius. Tangan sang ibu  membelai lembut rambut anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, bukan cuma ibu yang tahu.  Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan  tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan  memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa  tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas  batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara. Cukup dengan  berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak  kosong itu masih ada yang tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pentas dunia ini, alam  kerap menampakkan seribu satu isyarat. Gelombang laut yang tiba-tiba  naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau  teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus  mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti  oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu,  kemana pun kau menjauh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak  seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan  tukang bakso dan klakson pedagang sate ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan  memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap  ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa  Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu)  bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS 41:53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(muhammadnuh@eramuslim.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3372744886772678811?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3372744886772678811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-isyarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3372744886772678811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3372744886772678811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-isyarat.html' title='Cerita, &quot;Isyarat&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfVLHotisI/AAAAAAAABVs/9NmWjUBoGH4/s72-c/1032484p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3058472123356645300</id><published>2010-11-20T20:46:00.001+07:00</published><updated>2010-11-20T20:48:42.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Ulat dan Daun Hijau"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfRBg-brGI/AAAAAAAABVo/LiWQnXbvHuo/s1600/hanja+di+manglayang+004.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfRBg-brGI/AAAAAAAABVo/LiWQnXbvHuo/s200/hanja+di+manglayang+004.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Telah 2 musim hujan berlalu sehingga di mana-mana tampak pepohonan menghijau .&lt;br /&gt;Keliatan seekor ulat di antara dedaunan yg menghijau bergoyang-goyang di terpa angin .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa kabar daun hijau” katanya …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak daun hijau menoleh kearah suara yg datang .&lt;br /&gt;”Ohh…kamu ulat , badanmu keliatan kurus dan kecil…mengapa ?” tanya daun hijau .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku , bolehkan engkau membantuku sahabat ? ” kata ulat kecil .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tentu….tentu, dekatlah kemari ,’daun hijau berpikir ‘ Jika aku memberikan sedikit saja daunku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau . Hanya saja aku akan keliatan berlobang-lobang. ..tapi tak apalah .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju ke daun hijau . Setelah makan dengan kenyang ulat berterima kasih kepada daun hijau yg telah merelakan sebagian tubuhnya menjadi makanan si ulat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yg penuh kasih dan pengorbanan itu , ada rasa puas di dalam diri daun hijau . Sekali pun tubuhnya kini berlobang di sana sini namun ia bahagia dapat melakukan sesuatu bagi ulat kecil yg lapar .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna . Akhirnya ia jatuh ketanah di sapu orang dan dibakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Apa yg berarti di kehidupan kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahh……akhirnya semua yg ada akan mati bagi sesamanya yg tidak menutup mata ketika sesamanya dalam kesukaran .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak meminta tolong . Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak melupakan kepentingan diri sendiri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi orang lain memang tidak mudah, tetapi indah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkorban diri kita sendiri mnjadi seperti daun hijau yg berlobang namun sebenarnya itu tidak mempengaruhi kehidupan kita , kita akan tetap hijau ..Tuhan akan tetap memberkati dan memelihara kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi daun hijau berkorban merupakan sesuatu perkara yg mengesankan dan terasa indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat sesamanya dapat tersenyum karena pengorbanan yg ia lakukan . Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal menjadi daun hijau , suatu hari ia akan kering dan jatuh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kehidupan kita , hidup ini hanya sementara… kemudian kita akan mati . Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik, kasih, pengorbanan , pengertian , kesetiaan , kesabaran , dan kerendahan hati .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yg menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi kita . Kita dapat berkorban dalam banyak perkara , mendahulukan kepentingan sesama , melakukan sesuatu bagi mereka , memberikan apa yg kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yg dapat kita lakukan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana yang sering kita lakukan ?&lt;br /&gt;Menjadi ulat kecil yg menerima kebaikan orang atau menjadi daun hijau yg senang memberi ……?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span class="GBThreadMessageRow_AuthorLink_Wrapper"&gt;&lt;a class="GBThreadMessageRow_AuthorLink" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000129421662"&gt;Author : -Hareem Musashi-&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3058472123356645300?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3058472123356645300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-ulat-dan-daun-hijau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3058472123356645300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3058472123356645300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-ulat-dan-daun-hijau.html' title='Cerita, &quot;Ulat dan Daun Hijau&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfRBg-brGI/AAAAAAAABVo/LiWQnXbvHuo/s72-c/hanja+di+manglayang+004.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2255488305051107888</id><published>2010-11-20T20:25:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T20:25:41.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, " Istri Sholehah" (Kisah Nyata)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfMLPOst5I/AAAAAAAABVk/39C6c11yvAc/s1600/istri-sholehah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfMLPOst5I/AAAAAAAABVk/39C6c11yvAc/s320/istri-sholehah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam  mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya  untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu  musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak KEBAHAGIAAN dan  KETENTRAMANNYA. Yakni pada saat dia khusyu’ berdoa, merendah diri  kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya  kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian.  Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan  hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya,  konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat  istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana  adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas  malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad  nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya  ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang ta’jub. Pihak  keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah  pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia  bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya  ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui  permintaan sang gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu, tibalah saat yang  dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan  bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan  malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jama’a bainakuma fii  khairin’ mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru.  Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui  terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang  lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki,  mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam  mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan  membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil  berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah  baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani  kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya  disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka.  Kamar yang ia rindukan untuk membangun mimpi-mimpinya. Dimana di kamar  itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya  melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya  menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami  mengawasi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu  tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang MANDOLIN yang  tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah  atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah  alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah  sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah  menjadi suaminya. Oh…segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia  amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap  istighfar, “ALHAMDULILLAAHI ‘ALAA KULLI HAALIN”…Ya bagaimanapun yang  dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala  kegaiban. Bagaimanapun Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikannya  karunia seorang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap suaminya dengan wajah merah  karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran  menyelubung. "Ya Allah, aku harus KUAT dan TABAH, SIKAP BAIK KEPADA  SUAMI ADALAH JALAN HIDUPKU..." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya.  Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya  melalui tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai terlibat perbincangan, meski  masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu  hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona  kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti  pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan  ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam  terakhir, Allah ta’ala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak  mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya  begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal,  lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong  rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya  dengan hati melayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku  begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang.  Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati  istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk  untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar  lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara  sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat  wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan  menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di  peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat  malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia  rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama  sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat.  Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik  dalam kekhusyu’annya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin  dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan  seluruh jiwa ragaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai shalat ia memandang ke arah  suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai  rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini.  Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada  kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang  menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan  kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan  begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan  bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan  Al-Qur’an yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan  hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam  penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya  dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri.  Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar  istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran  mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh lelaki itu bergetar  hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta  kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang  bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan  Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan.  Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya  selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyukan yang  belum pernah dilakukan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  tahun kemudian, segala wujud PERTOBATAN lelaki itu mengalir dalam  bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya  lelaki itu kini telah menjadi DA’I besar di kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang  benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan  termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri  shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata  biasa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh Ummu Asyrof dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak, disalin dari Jilbab.Online.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2255488305051107888?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2255488305051107888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-istri-sholehah-kisah-nyata.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2255488305051107888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2255488305051107888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-istri-sholehah-kisah-nyata.html' title='Cerita, &quot; Istri Sholehah&quot; (Kisah Nyata)'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfMLPOst5I/AAAAAAAABVk/39C6c11yvAc/s72-c/istri-sholehah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1861261835115362247</id><published>2010-11-20T19:54:00.000+07:00</published><updated>2010-11-20T19:54:24.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Namanya Hani"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfEzkaDa-I/AAAAAAAABVg/5a6YI4de5E8/s1600/belajar4.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfEzkaDa-I/AAAAAAAABVg/5a6YI4de5E8/s200/belajar4.gif" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun.  Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya.  Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga.  Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di  Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian  di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan  tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang  mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan  keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku ingin kuliah  di Amerika,” tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang  guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai  pungguk merindukan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani  bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama  satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan  tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru  sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore,  ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia belajar  lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya,”  tutur sang guru. “Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya  kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hani tak  mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas  besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena  di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing  dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maukah Anda mengirimkan namaku?” pintanya untuk didaftarkan sebagai&lt;br /&gt;penerima beasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik&lt;br /&gt;dengan  kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga  dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya,” ujar sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa  Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi  seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia  belajar bagian-bagian komputer dan cara kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah saat yang kejam. Penolakan,” pikir sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru  lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya  aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah  diketahui Hani sejak awal : bukan kecerdasan saja yang membawa sukses,  tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan  keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri,” tutur sang guru menutup  kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship,&lt;br /&gt;dan dimuat di buku “Chicken Soup for the College Soul”, yang edisi&lt;br /&gt;Indonesianya telah diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu  kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark  Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara  lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya  istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda.  Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy  Lasorda, “Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil  terletak pada tekad seseorang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda memilikinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Disadur dari Chicken Soup for the College Soul by Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, and Dan Clar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1861261835115362247?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1861261835115362247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-namanya-hani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1861261835115362247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1861261835115362247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/cerita-namanya-hani.html' title='Cerita, &quot;Namanya Hani&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOfEzkaDa-I/AAAAAAAABVg/5a6YI4de5E8/s72-c/belajar4.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-4213635091162031975</id><published>2010-11-20T18:59:00.001+07:00</published><updated>2010-11-20T19:02:25.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download nasyid gratis'/><title type='text'>Download Nasyid, "Maher Zain"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOe0FQP7YSI/AAAAAAAABVc/xQ5UWu9j0HA/s1600/Maher-Zain-2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOe0FQP7YSI/AAAAAAAABVc/xQ5UWu9j0HA/s320/Maher-Zain-2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;1.&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/QgLnKQ6M/Maher_Zain_-_For_the_Rest_of_M.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - For the Rest of My Life.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/AoCVPp43/Maher_Zain_-_Insyaallah.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Insyaallah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/cd9fwSyd/Maher_Zain_-_Open_Your_Eyes.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Open Your Eyes.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/1lthxhPZ/Maher_Zain_-__Always_be_there.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain -  Always be there.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/7tgMl8La/Maher_Zain_-_Barak_Allah.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Barak Allah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/1lz96ht8/maher-zain-hold-my-hand.htm" target="_blank"&gt; maher-zain-hold-my-hand.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/r5wh4f5B/Maher_Zain_-_The_Chosen_One.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - The Chosen One.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/L8RPvPbt/Maher_Zain_-__Awaken.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain -  Awaken.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/07ed3eDl/Maher_Zain_feat_Irf_-_Allahi_A.htm" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Maher Zain feat Irf - Allahi Allah Kiya &lt;/span&gt;Karo.mp3&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;10.&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/4oeDBHUu/Maher_Zain_-_Thank_you_allah.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Thank you allah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/ObAYvlbZ/Maher_Zain_-_Salam_Alayka.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Salam Alayka.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/N759hYBF/maher_zain_feat_Mesut_Kurtis_-.htm" target="_blank"&gt; maher zain feat. Mesut Kurtis - Subhana Allah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/K-nrRHRy/Maher_Zain_-__Baraka_allahu_la.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain -  Baraka allahu lakuma.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/X550oAxH/MaherZain_PalestineWillBeFree.htm" target="_blank"&gt; Maher.Zain_Palestine.Will.Be.Free.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/8Z1pUoBP/Maher_Zain_-_Is_Allah_Satisfie.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Is Allah Satisfied With Us.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/JPPd0Ni4/maher_zain_-_Alhamdulillah.htm" target="_blank"&gt; maher zain - Alhamdulillah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;17.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/WA9O5MIR/05_Thank_You_Allah_-_Maher_Zai.htm" target="_blank"&gt; Thank You Allah - Maher Zain.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;18.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/MehvjOT_/14_Ya_Nabi__Arabic_Version_-_B.htm" target="_blank"&gt; Ya Nabi (Arabic Version - Bonus Track)  - Maher Zain.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;19.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/vfFuZFn6/01_Always_Be_There_-_Maher_Zai.htm" target="_blank"&gt; Always Be There - Maher Zain.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;20.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/aeIUXh74/Maher_Zain_-_Never_Forget__ft_.htm" target="_blank"&gt; Maher Zain - Never Forget (ft. Mesut Kurtis).mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-4213635091162031975?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/4213635091162031975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-maher-zain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4213635091162031975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4213635091162031975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-maher-zain.html' title='Download Nasyid, &quot;Maher Zain&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TOe0FQP7YSI/AAAAAAAABVc/xQ5UWu9j0HA/s72-c/Maher-Zain-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1255920193639317024</id><published>2010-11-13T21:52:00.002+07:00</published><updated>2010-11-13T21:54:19.266+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='download nasyid gratis'/><title type='text'>Download Nasyid "Thufail Al Ghifari"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TN6ixzsupFI/AAAAAAAABVY/oc3TN2oJUDo/s1600/thufail-scream-out.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TN6ixzsupFI/AAAAAAAABVY/oc3TN2oJUDo/s1600/thufail-scream-out.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/aDp4daha/Thufail_al_ghifari_Surat_untuk.htm" target="_blank"&gt; Thufail al ghifari_Surat untuk ibu.MP3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/ZqVyGxD3/08Puritan__Homicide_Is_Dead__-.htm" target="_blank"&gt; 08Puritan (Homicide Is Dead) - Thufail Al Ghifari feat The Muhahidin.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/mko4WEVR/Thufail_al-Ghifari_-_Wangi_Syu.htm" target="_blank"&gt; Thufail al-Ghifari - Wangi Syuhada - Collect by Campin.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/JZwtI63N/16Catatan_Terakhir_-_Thufail_A.htm" target="_blank"&gt; 16Catatan Terakhir - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/fEfSuffu/11Bukan_Hanya_Salah_Firaun_-_T.htm" target="_blank"&gt; 11Bukan Hanya Salah Firaun - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/qB13AbYv/04Doa_Batu_Dan_Air_Mata_-_Thuf.htm" target="_blank"&gt; Doa, Batu, Dan Air Mata - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Zt1hrbCt/14Azzam_Dan_Jihad_-_Thufail_Al.htm" target="_blank"&gt; Azzam Dan Jihad - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/9RzeNo7O/02Bergabung_Bersama_Kafilah_-_.htm" target="_blank"&gt; Bergabung Bersama Kafilah - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/lzpdIZ03/08Dari_Atas_Satu_Tanah_Tempat_.htm" target="_blank"&gt; Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/l9d1wvXu/02Thufail_Dan_Mikropon_-_Thufa.htm" target="_blank"&gt; Thufail Dan Mikropon - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/dAdw6KVn/04Cermin_Masa_Lalu_-_Thufail_A.htm" target="_blank"&gt; Cermin Masa Lalu - Thufail Al Ghifari.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Tg8NChj1/Aftermath_-_Intiqom__Feat_Thuf.htm" target="_blank"&gt; Aftermath - Intiqom (Feat Thufail Al Ghifari &amp;amp; Aji GT).mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/t-gUfQtG/Thufail_Al_Ghifari_feat_The_Mu.htm" target="_blank"&gt; Thufail Al Ghifari feat The Muhahidin - Puritan (Homicide is Dead).mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;14.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/XO7Sj2aF/Thufail_al-ghifari_-_Indonesia.htm" target="_blank"&gt; Thufail al-ghifari - Indonesia sejarah dan sampah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/QQFKQ6TL/Thufail_Al_Ghifari_-_Dari_Gera.htm" target="_blank"&gt; Thufail Al Ghifari - Dari Gerakan ke Khilafah Islamiyah.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;16.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/0QcpWQbN/Thufail_Al_Ghifari_Ft_IRA_-_Se.htm" target="_blank"&gt; Thufail Al Ghifari Ft I.R.A - SekolahKehidupan.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;17.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Mn-kBJ1X/Thufail_Al_Ghifari_-_Perjalana.htm" target="_blank"&gt; Thufail Al Ghifari - Perjalanan Ke Syam.mp3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;18.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/CcqRXRD3/Thufail_Al_Ghifari_-_Integrita.htm" target="_blank"&gt; Thufail Al Ghifari - Integritas..MP3&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;                                 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1255920193639317024?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1255920193639317024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-thufail-al-ghifari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1255920193639317024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1255920193639317024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-thufail-al-ghifari.html' title='Download Nasyid &quot;Thufail Al Ghifari&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TN6ixzsupFI/AAAAAAAABVY/oc3TN2oJUDo/s72-c/thufail-scream-out.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6349214160115363117</id><published>2010-10-14T10:17:00.001+07:00</published><updated>2010-10-14T10:18:47.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Belajar Dari Matahari</title><content type='html'>&lt;b&gt;&amp;nbsp;Belajar Dari Matahari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="postedby"&gt;&amp;nbsp;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/ustadz/" title="Profil dari Dr. Amir Faishol Fath"&gt;DR. Amir Faishol Fath&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLZ2JuV5D9I/AAAAAAAABUk/LvcrgBVK1xs/s1600/matahari-tengelam-di-pantai-losari_21.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLZ2JuV5D9I/AAAAAAAABUk/LvcrgBVK1xs/s200/matahari-tengelam-di-pantai-losari_21.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anakku, lihatlah matahari itu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ia tidak pernah berhenti memberikan cahaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekalipun orang-orang tidak mau memujinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tidak pernah memberikan penghargaan kepadanya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ia tetap memberikan pencahayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bayangkan, apa yang akan dialami bumi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bila matahari tidak mau bercahaya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anakku, janganlah kau putus asa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Karena besok pagi matahari itu akan terbit kembali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Songsonglah masa depan dengan semangat membara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanpa kenal lelah dan pudar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Karena dengannya kau akan menjadi mulia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anakku, kau lihat matahari itu sangat tinggi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetapi ia masih mau membantu bumi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Karenanya, bila engkau kelak sedang di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Janganlah lupa kepada yang di bawah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebab kau akan semakin tinggi ketika kau selalu merendah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Anakku, matahari itu tidak lupa diri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sekalipun ia sibuk memberikan cahaya kepada semesta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ia juga memberikan cahaya pada dirinya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Karenanya janganlah kau menjadi seperti lilin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yang rela membakar dirinya untuk pencahayaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetapi jadilah seperti matahari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yang memberikan cahaya bagi orang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Juga memberikan cahaya bagi dirinya sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;(Washington DC, 2010)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6349214160115363117?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6349214160115363117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/belajar-dari-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6349214160115363117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6349214160115363117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/belajar-dari-matahari.html' title='Belajar Dari Matahari'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLZ2JuV5D9I/AAAAAAAABUk/LvcrgBVK1xs/s72-c/matahari-tengelam-di-pantai-losari_21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7793214666451294477</id><published>2010-10-09T19:01:00.001+07:00</published><updated>2010-10-09T19:02:50.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Dermawan Misterius"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLBZXp5eveI/AAAAAAAABUg/mtnX-Xn-59Q/s1600/ShowLetter6.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLBZXp5eveI/AAAAAAAABUg/mtnX-Xn-59Q/s200/ShowLetter6.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Penduduk Madinah gempar, pasalnya mereka mendapat kabar bahwa di  rumah-rumah orang miskin selalu terkirim sekarung gandum yang  digeletakan didepan pintu. Itu terjadi selama bertahun-tahun. Karung  gandum itu datang lagi ketika persediaan gandum mereka sudah  menipis.Seseorang telah mengirimkan gandum itu ketika mereka terlelap  tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya lai-laki dermawan ini sangat hati-hati agar  tidak dikenali masyarakat , Karena orang-orang selalu gagal memergoki  Sang pengirim misterius ini. Padahal nereka hanya ingin mengucapkan  terima kasih dan mengatakan betapa sangat berartinya sekarung gandum itu  untuk keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau berita ini menggemparkan, tapi  sampai bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang mengaku sebagai pengirim  gandum tersebut. Memahami sang pengirim tidak mau diketahui  identitasnya, maka penduduk miskin itu hanya mengirimkan doa ketika  mendapati gandum tergeletak didepan pintu , agar Alloh SWT memuliakan  sang dermawan di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Suatu malam , setelah  menyelesaikan sholat malam ,Zainal Abidin berjalan tertatih-tatih dalam  kegelapan. Dia memastikan malam itu sepi dan tidak ada seorangpun di  jalanan. Kakinya menahan beban berat yang dia pikul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba  seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya! “Hei!  Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak…,” orang bertopeng itu  mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Zainal Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  saat Zaenal Abidin terperangah. “Ayo cepat! Mana uangnya?!” gertak  orang itu sambil mengacungkan pisau. Zaenal Abidin dengan sekuat tenaga  melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok sehingga membuat orang  bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Zaenal Abidin segera menarik  topeng yang menutupi wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa kau?!” tanya Zaenal Abidin sambil memperhatikan wajah orang itu.&lt;br /&gt;“Ampun,  Tuan….jangan siksa saya…saya hanya orang miskin…,”katanya ketakutan.  “Kenapa kau merampokku?” Tanya Zaenal Abidin kemudian.&lt;br /&gt;“Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan,” sahutnya dengan wajah pucat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu....” kata Ali Zaenal abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Zaenal Abidin dengan takjub.  “Sekarang pulanglah!” kata Zaenal Abidin. Orang itu pun bersimpuh di  depan Ali sambil menangis. “Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan  mulia! Saya bertaubat kepada Allah…saya berjanji tidak akan  mengulanginya,” kata orang itu penuh sesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaenal Abidin mengangguk–anggukkan kepalanya. “Hai, orang yang bertaubat! Sungguh, Allah Maha pengampun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku  minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu  denganku pada malam ini…,” kata Zaenal Abidin sebelum orang itu pergi.  Pencuri itu pun berjanji. Pencuri Heran mengapa Zaenal Abidin melarang  menceritakan pertemuannya malam itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oOo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika  saat wafatnya Imam Ali Zainal Abidin, orang yang memandikan jenazahnya  heran melihat bekas-bekas hitam di punggung jenazah Imam Ali Zaenal  Abidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mereka pun bertanya,“Dari manakah asal bekas-bekas  hitam ini? Ini seperti bekas benda yang dipikul setiap hari ? Dari mana  beliau mendapat bekas ini? " Orang-orang keheranan. mengingat Imam Ali  Zaenal abidin adalah Ulama besar, tetapi memiliki punggung menghitam  seperti pengangkut barang ( kuli ) pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu adalah bekas  karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Imam Ali Zaenal  Abidin ke seratus rumah di Madinah pada malam hari ” kata mantan pencuri  yang telah bertaubat itu dengan rasa haru. Ia membocorkan rahasia yang  tak terpecahkan selama bertahun-tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah orang-orang  miskin yang selama ini selalu mendapat bantuan dari Ali Zaenal Abidin.  Mereka baru tahu darimana datangnya Gandum yang menghidup keluarga  mereka selama ini. Selama bertahun-tahun mereka tidak berhasil memergoki  Sang Dermawan Mulia untuk mengucapkan terima kasih. Mereka baru  mengetahui Lelaki mulia itu adalah : Ali Bin Husein Bin Ali bin Abi  Thalib . Cucu Sahabat Ali bin Abi Thalib RA , sekaligus Cicit dari  Rosululloh SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Berkata  Ibnu ‘Aisyah: Ayahku berkata kepadaku: ”Saya mendengar penduduk Madinah  berkata: ”Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga  meninggalnya Ali bin Husain” ( Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu hal.  9.)&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zaenal  Abidin" adalah gelar yang diberikan ummat islam kepada beliau. "Zaenal  Abidin" artinya : Orang yang Indah Ibadahnya.Beliau juga punya gelas  "As-sajad" artinya Orang yang lama sujudnya.Meninggal pada tahun 95  H/713 M dalam usia 57 tahun. Dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu/9&lt;br /&gt;oOo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Ibnu Mas'ud. Rasululloh SAW bersabda :”Sesungguhnya sedekah dengan  tersembunyi memadamkan kemarahan Allah” (As-Shohihah 4/539, hadits no.  1908)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari  dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan  seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya  tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” [ HR  Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh selamatkan amal-amal Kami, masukkan kami dalam hamba-Mu yang kau beri naungan di akhirat... amiin&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7793214666451294477?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7793214666451294477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/cerita-dermawan-misterius.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7793214666451294477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7793214666451294477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/cerita-dermawan-misterius.html' title='Cerita, &quot;Dermawan Misterius&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TLBZXp5eveI/AAAAAAAABUg/mtnX-Xn-59Q/s72-c/ShowLetter6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6221112006402724001</id><published>2010-10-07T14:00:00.001+07:00</published><updated>2010-10-07T14:01:41.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Kisah Cinta Ust.Yusuf Mansur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1vnTcpg0I/AAAAAAAABUQ/6BB4naWTelQ/s1600/yusuf+mansur+dan+istri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1vnTcpg0I/AAAAAAAABUQ/6BB4naWTelQ/s320/yusuf+mansur+dan+istri.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Anak Asuh dan Segunung Utang Suka  dan duka adalah dua hal yang mengiringi perjalanan hidup manusia.   Setidaknya hal itu diakui Yusuf Mansyur, dai muda yang kini sedang naik   daun. Jauh sebelum dikenal sebagai ustad atau penceramah di layar kaca,   Yusuf pernah memiliki pengalaman getir. Ia seringkali dicari-cari  orang  lantaran terlilit utang. Saat itu, Yusuf memang sempat gagal  berbisnis.  Gara-gara utang yang sudah terlampau banyak. Tak heran bila  setiap hari  pria kelahiran 19 Desember 1976 itu sering menerima beragam  ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, seorang penagih utang sampai mengancam  Yusuf akan dimasukkan ke  penjara jika tidak segera melunasi  utang-utangnya. Karena tak ingin  masuk bui, Yusuf berusaha keras untuk  bisa membayar seluruh  utang-utangnya. "Saat itu saya kebetulan sedang  mengambil anak yatim  untuk diasuh. Lantas,  saya berdoa kepada Allah.  Ya Allah, sekarang  terserah Engkau, kalau saya sampai masuk penjara  berarti siapa yang akan  membiayai anak yatim ini," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doanya  ternyata didengar Tuhan. Yusuf tak henti-hentinya bersyukur. Dia  pun  kembali berniat membiayai satu anak yatim lagi. "Meski saya tengah   dililit utang, tapi niat saya untuk membiayai anak yatim tetap ada   karena saya yakin Allah pasti kasih jalan ke luar bagi mereka yang   memiliki niat baik dan tulus," ujar Yusuf. Tanggal 9 September 1999,   Yusuf mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SLTP) di Cipondoh, Tangerang,   mencari seorang anak yatim untuk dibiayai. Kebetulan lokasi sekolah   tersebut berada di depan toko fotokopi tempatnya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Uniknya,  Kepala SLTP justru merekomendasikan Siti Maemunah, seorang  siswi kelas  3, bukan untuk menjadi "anak asuh" Yusuf, tapi menjadi  pendamping  hidup. "Gadis ini cocok juga kok kalau untuk dijadikan  istri," tutur  Yusuf menirukan selorohan sang kepala sekolah. Tapi saat  itu Yusuf  tidak menanggapi. Pasalnya, dia benar-benar berniat mencari  anak asuh.  Mumun sapaan akrab Maemunah, memang seorang yatim. Ayahnya  baru saja  meninggal. Bersama ketiga adiknya yang masih kecil-kecil,  Mumun diasuh  oleh ibundanya. Yusuf pun tak ragu memutuskan untuk  membiayainya.   Tapi, Tuhan ternyata memiliki rencana lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta'aruf dengan  Bakso dan "Ancaman" Nikah Mumun belakangan bukan lagi sebagai adik asuh  tapi menjadi pujaan hati  Yusuf. Kebetulan, kediaman Mumun berdekatan  dengan rumah kakak kandung  Yusuf. Kalaupun dai muda itu sering  berkunjung ke rumah Mumun, itu  lantaran ingin menjalin silaturahmi  saja. "Belakangan saya pikir-pikir,  dia cantik juga. Enggak kalah sama  artis-artis yang ada di televisi,"  ujar sang ustad terkekeh. Akhirnya  kedekatan pun terjalin. Pasangan ini  enggan menyebut masa-masa itu  dengan sebutan pacaran. Mereka merasa  lebih sreg dengan menyebutnya  sebagai masa ta'aruf (masa perkenalan).  "Kalau kata pacaran kok  kayaknya negatif banget, ya," ujar Yusuf.  Pasangan ini menikah secara  siri pada Ramadan tahun 1999 di kediaman  guru Yusuf di bilangan Bogor,  Jawa Barat. Setahun kemudian, tepatnya 9  September 2000, pasangan ini  meresmikan pernikahan mereka di KUA  Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat  Gantikan Suplemen Hamil   Ada cerita unik ketika malam pengantin. Begitu  pulang dari Bogor, tempat  mereka menikah, Mumun langsung masuk kamar  pengantin. Saat itu ustad  Yusuf berpikir kalau istrinya tengah  bersiap-siap naik ke peraduan.  Siapa sangka, Mumun masuk ke kamar hanya  untuk mengambil bantal dan  selimut. Katanya, dia mau tidur. Yusuf pun  melihatnya sambil  terheran-heran. "Dengan wajah lugu, dia bilang mau  tidur sama ibunya.  Bayangkan saja, sudah punya suami kok mau tidur sama  ibunya lagi,"  ujarnya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala menikah, usia Mumun  14 tahun sedangkan ustaz Yusuf berusia 23  tahun. Tapi, ada keajaiban  Allah dalam pernikahan mereka. Setiap kali  selesai menjalankan  kewajiban sebagai suami-istri, pasangan ini langsung  sujud dan meminta  kepada Allah supaya jangan memberi anak terlebih  dahulu. Hal tersebut  mereka lakukan hampir dua tahun. Alasannya, karena  Mumun masih terlalu  muda. Masih malu. Di samping itu, pasangan ini pun  belum siap jika  langsung diberi momongan. Dari kejadian itu mereka  sangat yakin  ternyata KB yang manjur adalah doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29  November 2001, bayi perempuan yang diberi nama Wirda  Salamah Ulya lahir  dari rahimnya, Mumun merasa bahagia. "Setelah bayi  kami lahir, saya  berani gendong-gendong sampai ke luar rumah. Apalagi  Wirda cantik  sekali," ujar Mumun yang 20 Juli 2005 lalu melahirkan putri  kedua,  Qumii Rahmatul Qulmul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun Tidur dengan Ranjang  Berderit Sebelum mencapai kecukupan di bidang materi seperti sekarang,  ternyata  pasangan ini telah mengalami pahit getirnya membangun  perekonomian  keluarga. Tapi, Yusuf bahagia karena Mumun tetap setia  mendampingi.  Yusuf juga pernah menjadi tukang ayam potong di pasar dan  memasok  sejumlah rumah makan. "Upah saya sehari hanya Rp 20 ribu. Dari  kandang,  masukin ke mobil bak kijang sampai di pasar dipotong-potong,"  kenang  Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini juga tak pernah menutupi kalau  setelah menikah mereka  sempat tidur di kasur yang supertipis dengan  ranjang besi yang suka  berderit kala bergerak. Ranjang itu adalah  peningggalan ibunda Yusuf.  "Itu kan ranjang besi lama. Pokoknya sakit  deh kalau buat tidur.  Papannya saja berasa banget. Kami mengalaminya  selama satu tahun,"  kenang Yusuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal perlu dicatat:  selaksa pengalaman pahit hidup dalam serba  kekurangan, tak cukup kuat  melunturkan cinta di hati Yusuf dan Mumun.  Sedikit resep mereka  (sengaja atau tidak) terapkan: keduanya terhitung  pasangan yang paling  suka bercanda. Hidup bisa diisi dengan tawa dan  canda meski ekonomi  serba kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat Yusuf Mansur&lt;br /&gt;Pernah saya  tunjukkan kepada istri saya, sebuah riwayat indah pasangan  abadi  sepanjang masa : Sayyidatinaa Fathimah dan Sayyidina Ali. Seseorang yang  pernah saya  rindukan wajahnya untuk saya lihat. Dulu saya pernah  mengaji tentang imam Ali. Beliau kata guru saya  diriwayatkan tidak  pernah melihat kemaluannya, dan karena itu beliau  digelari  Karromawloohu Wajhah, wajah yang dimuliakan Allah. Tentu lepas  dari  itu, sebab memang beliau sangat menjaga mata, menjaga pandangannya.  Nah  suatu hari saya tunjukkan satu riwayat tentang istrinya, yakni   Sayyidatinaa Faathima Rodhiyallahu’ anhaa, Suatu hari, Fatimah berkata   kepada suaminya. Perkataan Fatimah ini membuat saya hampir menangis,   “Jika aku mati begitu kata Fatimah, “Mandikanlah aku dengan tanganmu   wahai suamiku. Berikan bidara dan kafani aku, serta kuburkanlah aku   diwaktu malam. Jangan sampai ada yang memandikan aku kecuali engkau   wahai suamiku, dan jangan ada yang menyaksikan perkuburanku. Aku tidak   menambah wasiatku dan aku titipkan engkau wahai suamiku kepada Allah   sampai aku bertemu dengan mu kelak.. Jama’awloohu baini wa bainaka fii   daarihii wa qurbi jiwaarih, Semoga Allah mengumpulkan aku dan engkau   suamiku di Rumah-Nya dan di sisi-Nya. Dan istri saya pun berkaca-kaca   matanya ketika saya katakan lembut kepadanya bahwa saya pun akan   memegang wasiat ini kalau beliau menutup matanya kelak. Kecuali   barangkali soal penguburan yang tidak mungkin zaman sekarang tidak ada   yang tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1vnTcpg0I/AAAAAAAABUQ/6BB4naWTelQ/s1600/yusuf+mansur+dan+istri.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;(krosceknews.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6221112006402724001?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6221112006402724001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-ustyusuf-mansur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6221112006402724001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6221112006402724001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-ustyusuf-mansur.html' title='Kisah Cinta Ust.Yusuf Mansur'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1vnTcpg0I/AAAAAAAABUQ/6BB4naWTelQ/s72-c/yusuf+mansur+dan+istri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2624124666503447523</id><published>2010-10-07T13:51:00.001+07:00</published><updated>2010-10-07T13:52:22.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Kisah Cinta Ust. Arifin Ilham</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1tJ2krbOI/AAAAAAAABUM/v3lnaCzywmw/s1600/family.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1tJ2krbOI/AAAAAAAABUM/v3lnaCzywmw/s320/family.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang jodoh, tidak akan ke mana-mana! Begitu petuah orang tua. Kisah itulah yang terjadi pada pasangan Arifin dengan Wahyuniati Al-Waly, putri ketiga dari enam bersaudara dari mantan anggota DPR, Drs. Teuku Djamaris. Arifin pertama kali bertemu Yuni saat usai berceramah di kediaman keluarga H. Yusuf di Depok, bulan September 1997. Saat itu Arifin tengah duduk menunggu antrean makan, begitu juga Yuni. Jarak di antara mereka sekitar tiga-empat meter. Tiba-tiba di antara keduanya saling beradu pandang dan keduanya pun saling tersenyum. Hanya beberapa detik saja adu pandang itu berlangsung dan setelah itu mereka pun pulang. Setelah itu, mereka pun tidak pernah saling bertemu, apalagi saling berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu Yuni tidak pulang ke rumah orang tuanya di Kompleks DPR di Kalibata, karena ia memang berniat menginap di rumah sahabatnya, Fitrah, di Depok. Semula ia tidak berniat mengikuti pengajian itu, karena niatnya memang hanya ingin kangen-kangenan ke rumah sahabatnya yang sama-sama dari Padang itu. Karena itu, ia pun pergi ke pengajian dengan pakaian seadanya, yaitu celana jins, baju berwarna biru, dan kerudung putih. Tapi, ia tidak merasa rugi mendatangi pengajian itu. “Ustadnya masih muda, cakep, dan materi ceramahnya pun lumayan menarik,” kenangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski yakin matanya tidak salah saat melihat kecantikan gadis itu, Arifin tidak mau mengumbar perasaannya. Ia tak berusaha mencari tahu siapa dan dari mana gadis itu. Ia biarkan kehidupannya mengalir sesuai kehendak-Nya. Sebagai makhluk yang berusaha menyerahkan seluruh kehidupannya hanya untuk Allah, dalam urusan jodoh pun ia pasrahkan seutuhnya kepada Sang Mahakuasa. Setiap malam dia bangun kemudian salat tahajud dan berserah diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masih kuliah di Universitas Nasional, kemudian lulus kuliah, dan selanjutnya menjadi dosen di Universitas Borobudur, sudah beberapa kali ia berteman dengan wanita. Tapi, sejauh itu selalu saja gagal sampai ke pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari pun berjalan, ternyata Tuhan belum pula menunjukkan tanda-tanda akan hadirnya seorang pujaan hati. Suatu hari, ada salah seorang temannya, Hasan Sandi, yang menawarinya berkenalan dengan seorang gadis. Katanya, “Ustad Arifin... mau tidak kalau saya kenalkan dengan seorang gadis. Dia seorang putri ulama.” “Mau, anaknya tinggal di mana?” Arifin balik bertanya. “Di Kalibata. Tapi, lebih baik kita ketemu di tempat lain saja, deh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di bulan Februari 1998 Hasan menghubungi Arifin lagi. Ia mengundang Arifin untuk memberikan ceramah dalam acara syukuran menempati rumah baru. “Nanti saya kenalkan sekalian dengan gadis itu,” kata Hasan. Saat memasuki rumah itu, Arifin kaget ketika melihat salah satu foto yang terpampang di kamar tamu, yang rupanya pernah dia kenal. “Ini, lho, foto gadis itu,” kata Hasan sambil menunjuk foto itu. Bertepatan dengan tangan Hasan menunjuk foto gadis itu, seperti disihir, gadis itu keluar bersama kedua orang tuanya. Hanya beberapa detik, karena setelah itu gadis yang mengenakan celana biru, baju biru, dan kerudung putih itu langsung masuk ke dalam lagi. Saat itu Arifin baru ingat bahwa ia pernah bertemu dengan gadis itu sekitar enam bulan yang lalu, saat ia berceramah di Depok.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kali ini Arifin benar-benar jatuh cinta. Sejak kedua kalinya bertemu gadis itu, ada perasaan yang aneh di hatinya. Bayang-bayang gadis kerudung putih itu terus mengusik kesendiriannya. Tapi, berbeda dengan kebanyakan muda-mudi lain, ia menyampaikan perasaan hatinya kepada Sang Maha Pencipta. Setiap kali bangun malam, ia langsung bersujud dan bersimpuh di hadapan-Nya. Sambil berdoa ia menangis dan memohon petunjuk agar diberikan pendamping hidup yang terbaik untuknya. Selama ini, ia memang selalu memanfaatkan sepertiga malam yang terakhir untuk-Nya. Hanya, kini kualitas dan kuantitas penghambaannya kepada Allah itu kian ditingkatkan. Setiap malam ia salat malam delapan rakaat ditambah witir tiga rakaat. Memasuki hari kesebelas, ia tiba-tiba mengalami kelelahan yang luar biasa hingga ia pun tertidur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di tengah kelelapan tidurnya, ia bermimpi seolah menjalankan ibadah umroh bersama gadis itu tepat tanggal 1 Muharam. Arifin percaya, mimpinya kali ini bukan sekadar kembang tidur. “Ini adalah petunjuk Allah yang Arifin terjemahkan untuk menikah tanggal 1 Muharam,” tegasnya. Pagi-pagi, usai salat subuh, ia langsung menelepon gadis itu. “Aku Muhammad Arifin Ilham,” katanya memulai pembicaraan. “Aku ingin mengatakan sesuatu kepada kamu. Pertama, aku ingin menikah dengan kamu tanggal 1 Muharam. Kedua, niatku ini karena Allah. Ketiga, karena sunah Rasul. Keempat, aku ingin terbang ke langit. Cuma sayang, sayapku cuma satu. Bagaimana kalau salah satu sayap itu adalah kamu? Kelima, aku butuhkan jawabanmu besok pukul 5 pagi.” Gadis itu terduduk lunglai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berbagai perasaan menyelimuti kalbunya. Di satu sisi ia merasa tersanjung dan bahagia, tapi di sisi lain ia juga merasa sedih dan khawatir. Bagaimanapun, ia belum mengenal lelaki itu, walaupun ia seorang ustad. Sebagai gadis, selama ini ia belum pernah pacaran atau pergi berduaan dengan lelaki. Selain tidak suka pergi-pergi iseng, pendidikan ayahnya pun sangat ketat. Sudah beberapa kali ia dilamar, tapi selalu ditolak oleh kedua orang tuanya. Karena itu, awalnya ia gamang saat ingin menyampaikan lamaran Arifin itu. Apa boleh buat, lamaran ‘mengagetkan’ dari ustad muda itu harus segera dia sampaikan kepada kedua orang tuanya, karena esok subuh sudah ditunggu jawabannya. Untunglah kedua orang tuanya menyetujuinya. Saat esok harinya, pukul 5 pagi, Arifin telepon dan yang menerima Yuni sendiri, ia yakin lamarannya bakal diterima.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Satu bulan kemudian, tepat tanggal 1 Muharam (28 April 1998), Arifin dan Yuni menikah di Masjid Baiturrahman di Kompleks DPR Kalibata. Dua sejoli ini ternyata banyak kesamaannya. Antara lain, Arifin maupun Yuni adalah alumni Pesantren Darunnajah dan Universitas Nasional. Hanya tenggang waktu mereka yang berbeda. Kedua kakek mereka sama-sama memiliki pesantren, yang namanya juga sama, Darussalam. Kini, pasangan ini dikaruniai dua putra, Muhammad Alvin Faiz (4 Februari 1999) dan Muhammad Amer Adzikro (21 Desember 2000). Saat ini pasangan muda yang berbahagia ini tengah menantikan bayinya yang ketiga, yang diharapkan lahir pada bulan Oktober ini. “Saya sangat bahagia, doa saya dikabulkan oleh Allah,” tutur Yuni yang sehari-hari dipanggil ‘Sayang’ oleh suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakannya, sejak sekolah SMP sampai kemudian mengakhiri masa gadisnya, setiap kali usai salat wajib ia selalu berdoa. Tanpa ada yang menyuruh dan tak ada yang mengajarinya, Yuni selalu memohon kepada Tuhan agar mendapatkan jodoh pria dengan 10 kriteria. Antara lain, pria yang saleh, beriman, ganteng, berkecukupan, terkenal, berakhlak mulia, disayang semua umat, bertanggung jawab, dan pintar. Katanya, “Alhamdulillah... semua yang saya mohon itu ternyata ada pada diri Kak Arifin!” (Femina Online)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Curhat Yuni : (istri Ust. Arifin Ilham))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuni mengaku bangga menjadi seorang istri ustadz. Di benaknya tak pernah terlintas sedikit pun penyesalan untuk memilih sebagai ibu rumah tangga. “Sejak kecil saya sudah memiliki keinginan untuk menjadi istri ustad, karena saya memang dibesarkan dalam keluarga ulama. Karena itulah, saya memilih jadi ibu rumah tangga,” ungkapnya. Yuni dan Arifin membiasakan anak-anaknya salat Subuh berjamaah di masjid. Karena itu, pukul 04.00 kedua anak laki-lakinya wajib bangun dan bersiap pergi ke masjid bersama rombongan ayah mereka. “Itu rutinitas wajib. Setelah dari masjid, anak-anak mengaji dan menghafal Al Quran. Entar ayahnya yang ngetes mereka,” ujarnya. Pernikahan Yuni dan Arifin dilaksanakan pada 28 April 1998. Yuni menuturkan, hubungan mereka sebelum menikah tidak diawali dengan pacaran. Keduanya bahkan tidak pernah bertatap muka. “Sebelum menikah, kami hanya bertatap muka dua kali. Itu pun secara tidak sengaja,” kata ibu tiga anak itu. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2624124666503447523?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2624124666503447523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-ust-arifin-ilham.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2624124666503447523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2624124666503447523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/kisah-cinta-ust-arifin-ilham.html' title='Kisah Cinta Ust. Arifin Ilham'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1tJ2krbOI/AAAAAAAABUM/v3lnaCzywmw/s72-c/family.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5297701949641739845</id><published>2010-10-07T13:34:00.001+07:00</published><updated>2010-10-07T13:36:32.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah sebuah Hidayah'/><title type='text'>Joseph Cohen: Yahudi Amerika yang Menemukan Islam di Gaza</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1prUIqwGI/AAAAAAAABUI/gSiqT0jmXxs/s1600/joseph_cohen_dan_keluarganya_101007123108.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1prUIqwGI/AAAAAAAABUI/gSiqT0jmXxs/s200/joseph_cohen_dan_keluarganya_101007123108.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketika memutuskan pindah ke Israel sekitar  sepuluh tahun lalu, Joseph Cohen, seorang Yahudi asal Amerika Serikat,  hanya berkeinginan untuk menerapkan ajaran Yudaisme yang lebih baik. Dia  sangat yakin, hijrah dirinya itu akan membuat keyakinan agamanya kian  tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pindah dari Amerika, Cohen kemudian menetap di pemukiman  Yahudi di Gush Qatif di Gaza, sebelum wilayah itu ditinggal pergi oleh  tentara Israel pada 2005. Setelah tiga tahun menetap di rumah barunya,  tanpa diduga, Cohen bertemu dengan seorang Syaikh asal Uni Emirat Arab.  Pertemuan itu ternyata membuka pintu dialog antara dirinya dengan tokoh  Muslim tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lantas asik terlibat dalam dialog  teologi meski dijalin secara berjauhan melalui internet. Rupanya, dialog  itu secara perlahan menuntun Cohen pada cahaya Islam. Hatinya seperti  mulai terbuka untuk menerima hidayah. Hingga kemudian, dia benar-benar  memutuskan untuk mengucap dua kalimat syahadat setelah yakin akan  kebenaran Islam yang disampaikan oleh Syaikh itu melalui proses dialog.  Bahkan tanpa ragu, dia kemudian mengganti namanya dengan Yousef  al-Khattab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, langkah Cohen yang telah berganti nama  menjadi Yousef itu diikuti oleh istri dan empat orang anaknya. Mereka  mengikut keputusannya untuk menjadi mualaf. Namun tidak halnya dengan  keluarga besarnya. Keluarganya yang dikenal taat pada ajaran Yahudi tak  lagi mau mengakui dirinya. Keluarganya tak suka melihatnya masuk Islam.  Apalagi Yousef kemudian aktif berdakwah di kalangan Yahudi.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya  sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya. Kita tidak boleh  memutuskan hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya adalah Yahudi  dengan entitas ke-Yahudi-annya. Saya tidak punya pilihan lain, selain  memutuskan kontak untuk saat ini. Kata-kata terakhir yang mereka  lontarkan pada saya, mereka bilang bahwa saya barbar,'' ujar Yousef  menceritakan hubungan dengan keluarganya suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yousef tak  sekadar menjadi Muslim. Dia memutuskan untuk menjadi pendakwah bagi  kalangan Yahudi. Dia mengakui, berdakwah di kalangan Yahudi bukan  pekerjaan yang mudah. Pertama kali yang harus dilakukan untuk  mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu  manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh  para sahabat dan penerusnya hingga sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;''Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama  untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan berdasarkan  ayat-ayat Alquran dan yang membedakan antara umat manusia adalah  ketaqwaannya pada Allah semata,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Islam bukan agama  yang rasis. Kita punya bukti-bukti yang sangat kuat, firman Allah dan  perkataan Rasulullah SAW. Kita berjuang bukan untuk membenci kaum kafir.  Kita berjuang hanya demi Allah semata, untuk melawan mereka yang ingin  membunuh kita, yang menjajah Tanah Air kita, yang menyebarkan  kemungkaran dan menyebarkan ideologi Barat di negara kita,'' sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  pengalamannya, dia melihat dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda  dengan Islam. Perbedaan utamanya adalah dalam masalah tauhid. Agama  Yahudi, kata Yousef, percaya pada perantara dan perantara mereka adalah  para rabbi. Orang-orang Yahudi berdoa lewat perantaraan rabbi-rabbi.  ''Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda  dengan Islam, agama yang berbasis pada Alquran dan Sunnah.&amp;nbsp; Di semua  masjid di seluruh dunia, Alquran yang kita dengarkan adalah Alquran yang  sama,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Yousef mengungkapkan, Yahudisme  juga berpatokan pada 'tradisi oral', misalnya kitab Talmud yang disusun  berdasarkan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan.  Sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan. Menurutnya, kitab  Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang memiliki sebelas versi yang  berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan lagi naskah asli.&lt;br /&gt;''Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama  yang mudah, di mana banyak orang yang bisa menghapal Alquran dari  generasi ke generasi,'' jelasnya seraya mengatakan&amp;nbsp; dialog merupakan  cara terbaik dalam berdakwah di kalangan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5297701949641739845?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5297701949641739845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/republika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5297701949641739845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5297701949641739845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/republika.html' title='Joseph Cohen: Yahudi Amerika yang Menemukan Islam di Gaza'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1prUIqwGI/AAAAAAAABUI/gSiqT0jmXxs/s72-c/joseph_cohen_dan_keluarganya_101007123108.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6593538927192779937</id><published>2010-10-07T13:27:00.000+07:00</published><updated>2010-10-07T13:27:53.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Maafkan Bila Aku Mengeluh"</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1oBXBsARI/AAAAAAAABUE/aSexK5bekrs/s1600/syukur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1oBXBsARI/AAAAAAAABUE/aSexK5bekrs/s200/syukur.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, siang tadi di sebuah bus ketika pulang mengajar dari  kampus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal.  Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin  memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung  berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun  ketika dia lewat…..ia menyapaku dan tersenyum padaku. Ya Allah, maafkan  aku bila aku mengeluh. Aku punya kedua kaki. Dunia ini milikku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu  mempesona. aku berbicara kepadanya. Dia tampak begitu gembira.  Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa. Ketika aku  pergi, dia berkata, “Terima Kasih, Engkau sudah begitu baik.  Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu, lihatlah, aku buta. “ Ya  Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai dua mata. Dunia ini  milikku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sementara berjalan. Aku melihat seorang  anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat  teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa  dilakukannya. Aku berhenti sejenak. lalu berkata “Mengapa engkau tidak  bermain dengan yang lain?” Dia memandang ke depan tanpa bersuara. Lalu  aku tahu dia tidak bisa mendengar alias tuli.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku mempunyai kedua telinga. Dunia ini milikku…&lt;br /&gt;Dengan  dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk  memandang mentari. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan  segala bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah kita mengeluh..? padahal kita  dikaruniai Allah dua lengan yg lengkap dan kuat untuk mengubah dunia.  Pantaskah kita berkesah..? Padahal kita dikaruniai Allah kecerdasan  hingga kelak jadi sarjana, yg memungkinkan kita untuk membenahi segala  sesuatunya. Jangan sering-sering mengeluh saudaraku..Bersyukurlah,  bersyukurlah karena Allah Maha Kaya karuniaNya. Bersyukurlah dengan  anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi dengan baik, bersyukurlah  dengan nikmat air,udara,sandang dan pangan yang kau terima setiap hari.  Bersyukurlah engkau masih bisa bersekolah hingga perguruan tinggi.  Diluar sana, masih ada ribuan bahkan jutaan saudara kita yg keadaannya  tidak lebih baik dari kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah….maafkanlah aku  bila aku sering mengeluh. Maafkan aku yang masih sering lupa akan  nikmatmu. Maafkan aku yg begitu dungu dengan segala kemurahan yg KAU  tampakkan dalam kehidupan keseharianku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“ Dan  jika kalian mensyukuri nikmatku, Aku akan menambah nikmatKu kepadamu.  Tapi jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya azabKu sangat  pedih “. ( QS.Ibrahim : 7 )&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6593538927192779937?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6593538927192779937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/cerita-maafkan-bila-aku-mengeluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6593538927192779937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6593538927192779937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/10/cerita-maafkan-bila-aku-mengeluh.html' title='Cerita, &quot;Maafkan Bila Aku Mengeluh&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TK1oBXBsARI/AAAAAAAABUE/aSexK5bekrs/s72-c/syukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2120763297646356172</id><published>2010-09-21T14:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-21T14:30:44.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download e-book gratis'/><title type='text'>DOWNLOAD | 30 Juz AlQur'an&amp;Terjemah, Shahih Bukhari &amp; Muslim, BulughulMaram, Arbain Annawawi, 1001 Hadith | Dalam 1 FILE DIGITAL</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;Menakjubkan, teknologi komputerisasi kini telah menyuguhan kemudahan kehadapan Anda.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Dengan waktu kurang dari 10 menit dari sekarang, Insha Allah anda yg saat ini berada di depan komputer akan memiliki 9 BUKU DIGITAL yg berisi 4 Kitab Hadith, AlQuran beserta Terjemahan, dan Pengetahuan Tentang Hadith lain dalam satu File Digital CHM&lt;/strong&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;Antum adalah sahabat pena Ana Yang Allah perkenalkan lewat Dunia maya ini&lt;/em&gt;,&amp;nbsp;&lt;em&gt;dan Antum sangat berharga bagi Ana...&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan saat ini ana ingin memberikan sebuah File Berharga untuk bekal Ilmu mengarungi dunia Fana dan mempersiapkan Akhirat nanti dalam Naungan Al Islam..&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Ana yakin puluhan Ribu Hadith yg sebentar lagi antum miliki ini&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;cukup untuk sekedar menjadi referensi Pengetahuan Hadith dan Referensi Pengetahuan Terjemahan Al Qur'an.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Segala Puji Bagi Allah...&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Silahkan perhatikan beberapa ScreenShot yang ana sajikan untuk melihat Tampilan File Digital yg bisa antum gunakan tanpa Proses Instalasi Ini, File ini juga bisa di copy paste ke FlashDisk dan diberikan kepada ahukumfillah lain baik lewat Email atau Memberikan Link Download dari Catatan Ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;..:: ISI FILE DIGITAL CHM HADITH WEB VERSI 3.0 ::..&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;30 Juz AlQur'an&amp;amp;Terjemah,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374237&amp;amp;fbid=1184566511956&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs657.snc4/61715_1184566511956_1762068846_374237_5445727_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;Terjemahan Shahih Bukhari;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374228&amp;amp;fbid=1184563111871&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs671.snc4/61129_1184563111871_1762068846_374228_5279367_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;Terjemahan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Shahih Muslim,&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374229&amp;amp;fbid=1184563391878&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs661.snc4/60126_1184563391878_1762068846_374229_6941502_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;Terjemahan dan Penjelasan&lt;strong&gt;&amp;nbsp;Bulughul Maram Min Adiyatil Ahkam,&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374234&amp;amp;fbid=1184565271925&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs715.snc4/63501_1184565271925_1762068846_374234_4792696_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;Terjemahan dan Penjelasan&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Syarah Arbain Annawawi&lt;/strong&gt;,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374233&amp;amp;fbid=1184564951917&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs615.snc4/59547_1184564951917_1762068846_374233_4902721_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;1001 Hadith Terpilih&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374235&amp;amp;fbid=1184565911941&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs314.ash2/59404_1184565911941_1762068846_374235_2025108_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; list-style-type: square; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 25px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Artikel tentang Pengetahuan Hadith Dan Sejarah Imam Perawi Hadith&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374236&amp;amp;fbid=1184566151947&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs309.ash2/58903_1184566151947_1762068846_374236_3603387_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class=" fbUnderline" style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;..::TIPS dan TRIK, untuk mengoptimalkan Penggunaan Aplikasi Ini ::...&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Ikhwahfillah, setelah Download file yang berukuran hanya 4.6 MB ini antum bisa langsung menggunakannya dengan terlebih dahulau memindahkannya ke Desktop Komputer/Laptop antum agar mudah Di Akses, Antum juga bisa menyimpannya di FlashDrive agar bisa dibawa kemana mana atau bisa di Akses dari Komputer lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Berikut ini sedikit Trik pemakaian Aplikasi,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none" style="clear: both; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=374244&amp;amp;fbid=1184569672035&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=285094814954&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=285094814954&amp;amp;id=1762068846" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs626.snc4/58628_1184569672035_1762068846_374244_5941171_n.jpg" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; width: 420px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="caption" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-size: 11px; line-height: 12px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 2px; text-align: left;"&gt;klik gambar untuk melihat dengan jelas&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Setelah Aplikasi itu terbuka, selain Antum bisa menyerap semua Ilmu yg ada disana secara bertahap, antum juga bisa langsung mencari sendiri Topik yg antum Pertanyakan...&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Misalkan Antum ingin mencari Referensi Hadith Tentang Jihad!&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;di sana ada Fasilitas&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Search.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Jadi antum cukup mengklik Search dan mengetikan kata Jihad - lalu Tekan Enter! &amp;nbsp;dan semua Hadith dan AlQur'an yang Memuat Kata JIHAD akan Tampil di layar Sebelah!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;..::| Download&amp;nbsp;&lt;strong&gt;CHM HADITH WEB VERSI 3.0 | 4.32 MB&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;|::..&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Luar biasa. Menarik Bukan? &amp;nbsp;Sekali lagi Alhamdulillah, Allah lah yg telah memudahkan kita dengan segala Pengetahuannya. Silahkan Download Di Link Ini:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?dw2kksw2heqzdpx" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.mediafire.com/?dw2kksw2heqzdpx&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;PERHATIAN:&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;ALHAMDULILLAH LINK DIATAS UDAH ANA PERBAHARUI DAN BISA DIBUKA SETELAH DOWNLOAD, JADI SILAHKAN SILAHKAN DI DOWNLOAD ULANG. .&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;JIKA TERLANJUR DOWNLOAD DI LINK SEBELUMNYA&amp;nbsp;&lt;strong&gt;FILE TERSEBUT HARUS KITA RUBAH KE FORMAT CHM&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;terlebih dahulu agar bisa dipakai ----&amp;gt; dengan cara me-rename/merubah nama&amp;nbsp;&lt;em&gt;file extentionsnya&lt;/em&gt;. jangan bingung, ini sangat sangat mudah...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Caranya: &amp;nbsp;&lt;/strong&gt;Cari file yg telah di download di Komputer lalu&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Klik Kanan&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;file tersebut dan&lt;strong&gt;Klik Rename&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;- lalu tambahkan kata&amp;nbsp;&lt;strong&gt;.CHM&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(dot chm) - lalu enter, dan file akan bisa dibuka dan di pelajari. Syukran, dan afwan jiddan atas ketidaknyamanannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;ALTERNATIF LAIN&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Silahkan Download File tersebut dalam&amp;nbsp;&lt;strong&gt;Bentuk Rar/Zip&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;File di link bawah:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?2suxux7i3k00e97" rel="nofollow" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;http://www.mediafire.com/?2suxux7i3k00e97&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Tapi, jika download di link ke dua ini (dalam format rar) Setelah Download File ini harus di extrack ke komputer untuk bisa di buka, syukran&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Semoga Allah membantu, tetap sabar. Karena dalam kesulitan itu ada Hikmah, dan kita akan tahu cara mengatasi kesulitan berikutnya. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;File ini Gratis Lillahi Ta'ala. :) Silahkan Shared, tanpa Perlu Minta Izin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=285094814954&amp;amp;id=1762068846&amp;amp;ref=mf"&gt;http://www.facebook.com/note.php?note_id=285094814954&amp;amp;id=1762068846&amp;amp;ref=mf&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2120763297646356172?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2120763297646356172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2120763297646356172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/download-30-juz-alquran-shahih-bukhari.html' title='DOWNLOAD | 30 Juz AlQur&apos;an&amp;Terjemah, Shahih Bukhari &amp; Muslim, BulughulMaram, Arbain Annawawi, 1001 Hadith | Dalam 1 FILE DIGITAL'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6899998495608009925</id><published>2010-09-07T12:48:00.001+07:00</published><updated>2010-09-07T12:53:30.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Kisah Anna"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIXRuBAb5pI/AAAAAAAABT8/rILmCDv_FIg/s1600/bayi-from-god.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIXRuBAb5pI/AAAAAAAABT8/rILmCDv_FIg/s200/bayi-from-god.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI,karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan keberadaannya, dia sedang tidur yenyak", kata sang ibu di sela tangisannya. Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut,dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.. Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne.&lt;br /&gt;Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya,mereka memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne , mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat.&lt;br /&gt;Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman Anne yang imut tak akan pernah terlupakan dalam hidupnya. Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne ),mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.&lt;br /&gt;Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne .&lt;br /&gt;Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam.&lt;br /&gt;Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah enam jam.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.&lt;br /&gt;Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa.&lt;br /&gt;Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :&lt;br /&gt;1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,Suami/ Istri, Anak2 Anda, dst)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6899998495608009925?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6899998495608009925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/cerita-kisah-anna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6899998495608009925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6899998495608009925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/cerita-kisah-anna.html' title='Cerita, &quot;Kisah Anna&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIXRuBAb5pI/AAAAAAAABT8/rILmCDv_FIg/s72-c/bayi-from-god.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7971860919144833829</id><published>2010-09-03T18:42:00.001+07:00</published><updated>2010-09-03T18:43:42.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>Mengenal kepribadian menurut golongan darah.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDfCI_JI-I/AAAAAAAABTs/FFKlNfpMzyc/s1600/Golongan-darah2a.jpg.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDfCI_JI-I/AAAAAAAABTs/FFKlNfpMzyc/s200/Golongan-darah2a.jpg.bmp" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jakarta, KOMPAS.com - Percaya atau tidak, golongan darah juga dapat  memengaruhi kepribadian seseorang. Meski Anda yang gemar berselancar di  internet mungkin sudah pernah membacanya, tetap tak ada ruginya bagi  kita untuk berbagi info soal golongan darah yang boleh dipercaya boleh  pula tidak kepada khalayak yang lebih luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan darah A&lt;br /&gt;Biasanya  orang yang bergolongan darah A berkepala dingin, serius, sabar dan  kalem atau cool, bahasa kerennya. Berkarakter tegas, bisa diandalkan dan  dipercaya meski keras kepala. Sebelum melakukan sesuatu dipikirkan  terlebih dulu dan direncanakan dengan matang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengerjakan  segalanya dengan sungguh-sungguh dan konsisten, berusaha membuat diri  sewajar mungkin. Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari  orang-orang. Mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering  melakukannya jadi terlihat tegar kendati  sebenarnya punya sisi yang  lembek seperti gugup dan lain-lain sebagainya. Mereka cenderung keras  terhadap orang-orang yang tak sependapat sehingga cenderung berada di  sekitar orang-orang yang ber'temperamen' sama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Golongan darah B&lt;br /&gt;Orang  bergolongan darah B cenderung penasaran dan tertarik pada segalanya.  Mereka juga cenderung punya terlalu banyak kegemaran dan hobi. Kalau  sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu tapi cepat juga  bosan. Namun mereka bisa memilih  mana yang lebih penting dari sekian  banyak hal yang dikerjakannya. Mereka cenderung ingin jadi nomor satu  dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Tapi biasanya  mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang  lain. Dengan kata lain, mereka tak bisa mengerjakan sesuatu secara  berbarengan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang,  bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali   berbeda dengan yang ada dalam diri mereka. Mereka bisa dikatakan sebagai  orang  yang tak ingin bergaul dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan darah O&lt;br /&gt;Orang  yang bergolongan darah O biasanya berperan dalam menciptakan gairah  untuk suatu grup selain menciptakan  eharmonisan di antara para anggota  grup tersebut. Figur mereka  terlihat sebagai orang yang menerima dan  melaksanakan sesuatu dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pandai menutupi  sesuatu sehingga kelihatan selalu riang, damai dan tak punya masalah  sama sekali. Tapi kalau tak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau  orang untuk curhat (tempat mengadu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka biasanya pemurah  (baik hati), senang berbuat kebajikan dan tak segan-segan mengeluarkan  uang untuk orang lain. Mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara  rahasia punya pendapatnya sendiri tentang berbagai hal. Di lain pihak,  mereka sangat fleksibel dan mudah menerima hal-hal baru. &lt;br /&gt;Mereka  cenderung mudah dipengaruhi oleh orang lain, begitu juga yang mereka  lihat dari TV. Terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi sering  tergelincir dan membuat kesalahan besar karena kurang hati-hati. Tapi  hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan darah AB&lt;br /&gt;Orang  bergolongan darah AB ini punya perasaan sensitif dan lembut. Mereka  penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang  lain dengan kepedulian serta hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu mereka  keras dengan diri sendiri, pun dengan  orang-orang yang dekat dengannya.  Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian, sering  menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.&lt;br /&gt;Mereka punya banyak teman, tapi mereka butuh waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7971860919144833829?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7971860919144833829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/mengenal-kepribadian-menurut-golongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7971860919144833829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7971860919144833829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/mengenal-kepribadian-menurut-golongan.html' title='Mengenal kepribadian menurut golongan darah.'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDfCI_JI-I/AAAAAAAABTs/FFKlNfpMzyc/s72-c/Golongan-darah2a.jpg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-4647823540459186933</id><published>2010-09-03T18:28:00.002+07:00</published><updated>2010-09-03T18:30:54.526+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Tenzing Norgay" (kisah nyata)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDbgqmnbkI/AAAAAAAABTk/CXzaXW8V3rk/s1600/tenzing_norgay2.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDbgqmnbkI/AAAAAAAABTk/CXzaXW8V3rk/s200/tenzing_norgay2.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?….Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenzing Norgay : Sangat senang sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary , bukan impian saya…..Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai &amp;amp; mewujudkan IMPIAN nya. Dan kami sama-sama mencapai IMPIAN kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia usaha kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif dan sebagainya. Sebagai renungan “Bisakah kita menjadi seperti Tenzing Norgay?” …..sebenarnya bukan Bisa atau Tidak…tapi MAU atau TIDAK! …..sebenarnya bukan Bisa atau&amp;nbsp; Tidak…tapi MAU atau TIDAK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber : http://www.patria.or.id/artikel/umum/302-sherpa-tenzing-norgay-pemandu-pendaki-gunung.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-4647823540459186933?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/4647823540459186933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/cerita-tenzing-norgay-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4647823540459186933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4647823540459186933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/09/cerita-tenzing-norgay-kisah-nyata.html' title='Cerita, &quot;Tenzing Norgay&quot; (kisah nyata)'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TIDbgqmnbkI/AAAAAAAABTk/CXzaXW8V3rk/s72-c/tenzing_norgay2.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7817503266226307151</id><published>2010-08-08T02:59:00.000+07:00</published><updated>2010-08-08T02:59:57.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qur&apos;an Hadist'/><title type='text'>25 HADIST INSPIRATIF tentang PERNIKAHAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF27H0Q5wdI/AAAAAAAABTU/eHv-AqqSsL0/s1600/cianjur_cicin_pernikahan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF27H0Q5wdI/AAAAAAAABTU/eHv-AqqSsL0/s320/cianjur_cicin_pernikahan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Berikut ini ana ketengahkan 25 HADIST INSPIRATIF tentang PERNIKAHAN. Semoga Menjadi Inspirasi&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;1. Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan) untuk beralih kepada ibadah melulu. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;2. Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;3. Barangsiapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;4. Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka kawinkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;5. Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;6. Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: "Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya, jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda) bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya." (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;7. Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;8. Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;9. Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya), dan tanda persetujuan seorang gadis ialah diam (ketika ditanya). (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Note: Diamnya seorang gadis adalah tanda setuju sebab gadis lebih banyak malu ketimbang janda.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;10. Sebaik-baik wanita ialah yang paling ringan mas kawinnya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;11. Tiada sah pernikahan kecuali dengan (hadirnya) wali dan dua orang saksi dan dengan mahar (mas kawin) sedikit maupun banyak. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;12. Barangsiapa menjanjikan pemberian mas kawin kepada seorang wanita dan berniat untuk tidak menepatinya maka dia akan berjumpa dengan Allah Ta'ala sebagai seorang pezina. Barangsiapa berhutang tetapi sudah berniat untuk tidak melunasi hutangnya maka dia akan menghadap Allah 'Azza wajalla sebagai seorang pencuri. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;13. Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;14. Janganlah seorang isteri minta cerai dari suaminya tanpa alasan (sebab yang dibenarkan), niscaya dia tidak akan mencium bau surga yang baunya dapat dirasakan pada jarak tempuh empat puluh tahun. (HR. Ibnu Majah)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;15. Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;16. Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;17. Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq'alaih)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;18. Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;19. Apabila seorang dari kamu hendak meminang seorang wanita dan dapat melihat bagian-bagian dari tubuhnya, hendaklah melakukannya. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Note: Islam menentukan batas yang boleh dilihat, demi kehormatan kaum wanita. Laki-laki yang hendak meminangnya hanya diperbolehkan melihat wajah dan kedua telapak tangannya. Hal itu sudah dianggap cukup mewakili seluruh tubuhnya. Kepada lelaki itu diberi kesempatan melihat batas yang. diperbolehkan itu lebih lama dari biasa, dengan harapan mungkin hal itu akan mendorong minatnya untuk mengawininya. Di dalam syarh Al-Imam An-Nawawi pada shahih Muslim disebutkan bahwa izin untuk melihat ini tidak harus dengan persetujuan wanita itu, dan sebaiknya dilakukan tanpa sepengetahuannya, karena hal itu mutlak diizinkan oleh Rasulullah Saw. tanpa syarat keridhaannya. Biasanya wanita akan malu untuk memberikan izin. Hal ini untuk menjaga agar tidak melukai perasaannya, kalau setelah melihatnya, lelaki itu kemudian mengundurkan diri. Karena itulah dianjurkan untuk melihat tanpa sepengetahuan si wanita sebelum melakukan peminangan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;21. Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;22. Bila seorang menggauli isterinya janganlah segan untuk mengucapkan doa: "Ya Allah, jauhkanlah aku dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau berikan rezeki bagiku (anak)." Sesungguhnya kalau seandainya Allah menganugerahkan bagi mereka anak maka anak tersebut tidak akan diganggu setan sama sekali. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;23. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, "Apa hak isteri terhadap suaminya?" Nabi Saw menjawab, "Memberi isteri makan bila kamu makan, memberinya pakaian bila kamu berpakaian, tidak boleh memukul wajahnya, tidak boleh menjelek-jelekkannya dan jangan menjauhinya kecuali dalam lingkungan rumahmu. (HR. Abu Dawud)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;24. Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu sampai isterinya selesai hajatnya. (HR. Abu Ya'la)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Note: Hendaknya suami dan istri sama-sama merasakan kepuasan dan sama-sama mencapai ejakulasi.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;25. Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan rahasia isterinya kepada orang lain. (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;HADIST QUDSI:&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Allah 'Azza wajalla berfirman (dalam hadits Qudsi): "Apabila Aku menginginkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim maka Aku jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya banyak berzikir. Tubuhnya sabar dalam menghadapi penderitaan dan Aku jodohkan dia dengan seorang isteri mukminah yang menyenangkannya bila ia memandangnya, dapat menjaga kehormatan dirinya, dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak bersamanya. (HR. Ath-Thahawi)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7817503266226307151?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7817503266226307151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/08/25-hadist-inspiratif-tentang-pernikahan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7817503266226307151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7817503266226307151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/08/25-hadist-inspiratif-tentang-pernikahan.html' title='25 HADIST INSPIRATIF tentang PERNIKAHAN'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF27H0Q5wdI/AAAAAAAABTU/eHv-AqqSsL0/s72-c/cianjur_cicin_pernikahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7024932642438523745</id><published>2010-08-08T02:45:00.000+07:00</published><updated>2010-08-08T02:45:50.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Setia Sepanjang Usia"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF23pnqcBsI/AAAAAAAABTM/2eQgrwh9hQI/s1600/setia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF23pnqcBsI/AAAAAAAABTM/2eQgrwh9hQI/s320/setia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri&lt;br /&gt;“Kenapa Bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menoleh sambil menjawab “Sandal Ibu tidak ketemu Pa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah pakai ini saja” kata suaminya sambil menyodorkan sandal yang dipakainya. walau agak ragu sang istri tetap memakai sandal itu dengan berat hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.Jarang sekali ia membantah apa yang dikatakan oleh sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimanapun usahaku untuk berterimakasih pada kaki istriku yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku saat aku pulang,&lt;br /&gt;kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah tempat bahagia bersama….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan. Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jari yang mulai keriput itu dalam genggamannya mulai dirapikan dan&lt;br /&gt;setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut dan bergumam&lt;br /&gt;“Terimakasih ya, Bu ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Ibu yang terimakasih sama Bapa, telah membantu memotong kuku Ibu” tukas sang istri tersipu malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa yang belum tentu sanggup aku lakukan. Aku takjub betapa luar biasanya Ibu. Aku tau semua takkan terbalas sampai kapanpun” kata suaminya tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua titik bening menggantung disudut mata sang istri “Bapa kok bicara begitu?&lt;br /&gt;Ibu senang atas semuanya Pa, apa yang telah kita lalui bersama adalah luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu selalu bersyukur atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk. Semuanya dapat kita hadapi bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum’at yang cerah setelah beberapa hari hujan. Siang itu sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri menatap tepat pada matanya sebelum akhirnya melangkah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri hingga saat beberapa orang mengetuk pintu membawa kabar yang tak pernah diduganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.&lt;br /&gt;Ia telah pulang menghadap sang penciptanya ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tahyat terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam posisi duduk sempurna dengan telunjuk kearah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanallah sungguh akhir perjalanan yang indah” gumam para jama’ah setelah menyadari kalau dia telah tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri terbayang tatapan terakhir suaminya saat mau berangkat kemesjid.&lt;br /&gt;Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan pengganti ucapan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah suaminya khawatir meninggalkannya sendiri didunia ini. Ada gundah menggelayut dihati sang istri. Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun keikhlasan dihatinya yang bisa menghambat perjalanan sang suami menghadap Sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam do’a dia selalu memohon kekuatan agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan pada tempat yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.&lt;br /&gt;Dengan wajah yang cerah sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri dengan lembut. “Apa yang Bapak lakukan?’ tanya istrinya senang bercampur bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang. Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan didunia berakhir,Bapak selalu butuh Ibu. Saat disuruh memilih pendamping Bapak bingung, kemudian bilang pendampingnya tertinggal,&lt;br /&gt;Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menangis sebelum akhirnya berkata “Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong kalau Ibu takut sekali tinggal sendiri.. Kalau ada kesempatan mendampingi Bapa sekali lagi dan untuk selamanya tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri mengakhiri tangisannya dan menggantinya dengan senyuman.&lt;br /&gt;Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(From : Riny Yunita , Ladang Cakiah, 7 April 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7024932642438523745?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7024932642438523745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/08/cerita-setia-sepanjang-usia.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7024932642438523745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7024932642438523745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/08/cerita-setia-sepanjang-usia.html' title='Cerita, &quot;Setia Sepanjang Usia&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF23pnqcBsI/AAAAAAAABTM/2eQgrwh9hQI/s72-c/setia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1436212156341859409</id><published>2010-08-08T01:17:00.000+07:00</published><updated>2010-08-08T01:17:12.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Keluarga Lumpuh"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF2i6_wGpVI/AAAAAAAABS0/J9I_huWAdtU/s1600/polio.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF2i6_wGpVI/AAAAAAAABS0/J9I_huWAdtU/s200/polio.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Bayangkan kalau semua anak Anda menderita lumpuh. Tentu, Anda akan sangat bingung dengan masa depan mereka. Di Purwakarta, ada seorang ibu yang bukan hanya empat anaknya yang lumpuh. Melainkan juga, suami yang menjadi tulang punggung keluarga. Allahu Akbar.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Hal itulah yang kini dialami seorang ibu usia 70 tahun. Namanya Atikah. Di rumahnya yang sederhana, ia dan keluarga lebih banyak berbaring daripada beraktivitas layaknya keluarga besar.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Mak Atikah bersyukur bisa menikah dengan seorang suami yang alhamdulillah baik dan rajin. Walau hanya sebagai pencari rumput, Mak Atikah begitu menghargai pekerjaan yang dilakoni suaminya. Bahkan, tidak jarang, ia membantu sang suami ikut mencari rumput.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Beberapa bulan setelah menikah, tepatnya di tahun 1957, Allah mengaruniai Mak Atikah dengan seorang putera. Ia dan suami begitu bahagia. Ia kasih nama sang putera tercinta dengan nama Entang.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Awalnya, Entang tumbuh normal. Biasa-biasa saja layaknya anak-anak lain. Baru terasa beda ketika anak sulung itu berusia 10 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Waktu itu, Entang sakit panas. Bagi Mak Atikah dan suami, anak sakit panas sudah menjadi hal biasa. Apalagi tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari pelayanan medis. Entang pun dibiarkan sakit panas tanpa obat.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Panas yang diderita sang anak ternyata kian hebat. Tiba-tiba, Entang merasakan kalau kakinya tidak bisa digerakkan. Setelah dicoba beberapa kali, kaki Entang memang benar-benar lumpuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Musibah ini ternyata tidak berhenti hanya di si sulung. Tiga adik Entang pun punya gejala sakit yang sama dengan sang kakak. Dan semuanya sakit di usia SD atau kira-kira antara 7 sampai 10 tahun. Satu per satu, anak-anak Mak Atikah menderita lumpuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Usut punya usut, ternyata anak-anak yang tinggal di Desa Cileunca, Kecamatan Bojong, Purwakarta itu sebagian besar terserang penyakit polio. Tapi, semuanya sudah serba terlambat. Lagi pula, apa yang bisa dilakukan Mak Atikah dengan suami yang hanya seorang pencari rumput.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sejak itu, Mak Atikah mengurus empat anaknya sekaligus seorang diri. Dengan sarana hidup yang begitu sederhana, bahkan sangat kekurangan, keluarga ini mengarungi hidup puluhan tahun dengan kesibukan anak-anak yang lumpuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Ujian Allah buat Mak Atikah ternyata tidak berhenti sampai di situ. Di tahun 90-an, giliran suami Bu Atikah yang mengalami musibah. Saat mencari rumput, Pak Didin terjatuh. Orang-orang sekitar pun menggotong Pak Didin pulang. Dan sejak itu, Pak Didin tidak bisa lagi menggerakkan kaki dan tangannya. Ia cuma bisa berbaring.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Lalu, bagaimana dengan pemasukan keluarga kalau sang suami tidak lagi bisa berkerja. Bu Atikah pun tidak mau diam. Kalau selama ini ia hanya bisa mengurus anak-anak di rumah, sejak itu, ibu yang waktu itu berusia hampir enam puluh tahun pun menggantikan sang suami dengan pekerjaan yang sama. Di usianya yang begitu lanjut, Bu Atikah mengais rezeki dengan mencari rumput.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sehari-hari, ia berangkat pagi menuju tanah-tanah kosong yang dipenuhi rumput. Ia kumpulkan rumput-rumput itu dengan sebilah arit, kemudian dibawa ke pemesan. Tidak sampai sepuluh ribu rupiah ia kumpulkan per hari dari mencari rumput. Dan itu, ia gunakan untuk mengepulkan asap dapur rumahnya. Hanya sekadar menyambung hidup.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Di bulan Mei tahun ini, sang suami yang hanya bisa berbaring dipanggil Allah untuk selamanya. Kini, tinggal Mak Atikah yang mengurus keempat anaknya yang tidak juga sembuh dari lumpuh.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Allah menguji hambaNya dengan sesuatu yang mungkin sulit untuk dicerna pikiran orang lain. Subhanallah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Jadi malu setelah membaca kisah diatas,,, kita yg berkecukupan masih aja kurang, kita serba ada masih saja mengeluh, kita dikaruniai banyak rizki malah tidak bersyukur...&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Ya Allah ampuni hambamu ini....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;a class="GBThreadMessageRow_AuthorLink" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000129421662" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: underline;"&gt;-Hareem Musashi-&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1436212156341859409?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1436212156341859409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1436212156341859409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/08/cerita-keluarga-lumpuh.html' title='Cerita, &quot;Keluarga Lumpuh&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TF2i6_wGpVI/AAAAAAAABS0/J9I_huWAdtU/s72-c/polio.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8005164906628187291</id><published>2010-07-29T22:13:00.000+07:00</published><updated>2010-07-29T22:13:05.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>KIAMAT....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGaRmajWWI/AAAAAAAABSs/b7bHWhRTzPg/s1600/kiamat-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGaRmajWWI/AAAAAAAABSs/b7bHWhRTzPg/s200/kiamat-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;ASSALAMUALAIKUM, BERIKUT INI ADALAH KUMPULAN HADIST YG DIKUMPULKAN DARI  BEBERAPA SUMBER, SEMOGA JADI REFERENSI DAN PENERANG TENTANG PERTANYAAN  KECIL DIHATI KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Seorang Arab Badui bertanya, "Kapankah  tibanya kiamat?" Nabi Saw lalu menjawab, "Apabila amanah diabaikan maka  tunggulah kiamat." Orang itu bertanya lagi, "Bagaimana hilangnya amanat  itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Apabila perkara (urusan)  diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat." (HR.  Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah  seolah-olah kepingan-kepingan malam yang gelap-gulita. Seorang yang pagi  hari beriman maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yang pada  sore harinya beriman maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual  agamanya dengan (imbalan) harta-benda dunia. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Belum terjadi kiamat sehingga orang-orang dari umatku kembali menyembah  berhala-berhala selain Allah. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belum  terjadi kiamat sebelum seorang yang melewati kuburan berkata, "Alangkah  baiknya sekiranya aku di tempat orang ini." (Maksudnya, dia ingin mati  dan tidak ingin hidup karena beban berat yang selalu dihadapinya). (HR  Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu  menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat  melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda  berani menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan  yang terhormat dan mulia. (HR. Asysyihaab).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Belum akan  kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut :  "Allah, Allah." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Belum akan datang kiamat  sehingga seorang membunuh tetangganya, saudaranya dan ayahnya. (HR.  Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Belum akan datang kiamat sehingga manusia  berlomba-lomba membangun dan memperindah masjid-masjid. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan  menjadi dominan, arak menjadi minuman biasa, zina dilakukan  terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang  sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.  Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan  bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Belum akan  tiba kiamat sehingga merajalela 'Alharju'. Para sahabat lalu bertanya,  "Apa itu 'Alharju', ya Rasulullah?" Lalu beliau menjawab,"Pembunuhan...  pembunuhan..." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Belum akan tiba kiamat  melainkan matahari akan terbit dari Barat. Jika terbit dari Barat maka  seluruh umat manusia akan beriman. Pada saat itu tidak bermanfaat lagi  iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,  atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (HR. Bukhari  dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Belum akan tiba kiamat sehingga harta banyak  dan melimpah, dan orang ke luar membawa zakat hartanya tetapi tidak ada  yang mau menerimanya, dan negeri-negeri Arab kembali menjadi rerumputan  hijau dengan sungai-sungai mengalir. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.  Tibanya kiamat atas makhluk-makhluk yang jahat. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Artinya  : Saat kiamat tiba, tidak ada lagi orang yang beriman. Jadi yang  ditimpa azab kiamat ialah orang-orang yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Saat  akan tiba kiamat, jaman saling mendekat. Satu tahun seperti sebulan,  sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu  jam dan satu jam seperti menyalakan kayu dengan api. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Jika  kiamat tiba maka rotasi bumi makin cepat. Kalau rotasi sekarang 1000  mil per jam, maka dapat diperkirakan pada hari kiamat tujuh kali atau  dua belas kali bahkan lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Demi yang jiwa Muhammad  dalam genggaman-Nya. Tiada tiba kiamat melainkan telah merata dan  merajalela dengan terang-terangan segala perbuatan mesum dan keji,  pemutusan hubungan kekeluargaan, beretika (berakhlak) buruk dengan  tetangga, orang yang jujur (amanat) dituduh berkhianat, dan orang yang  khianat diberi amanat (dipercaya). (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Belum  akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan orang-orang  Yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka dan mereka bersembunyi di balik  batu dan pohon-pohonan. Lalu batu dan pohon-pohon berkata, "Wahai kaum  muslimin, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi di belakang saya. Mari  bunuhlah dia." Kecuali pohon "Gharqad" yang tumbuh di Baitil Maqdis. Itu  adalah pohon orang-orang Yahudi. (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Orang-orang  ahli (Laailaaha illallah) tidak akan mengalami kesepian tatkala wafat,  saat di kuburan dan ketika dibangkitkan. Seolah-olah aku melihat mereka  ketika dibangkitkan (pada tiupan sangkakala yang kedua). Mereka sedang  menyingkirkan tanah (pasir) dari kepala mereka seraya berkata,  "Alhamdulillah, yang telah menghilangkan duka-cita dari kami." (HR. Abu  Ya'la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Kamu akan dibangkitkan pada hari kiamat tanpa  sandal, telanjang bulat dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya, "Ya  Rasulullah, laki-laki dan perempuan saling melihat (aurat) yang lain?"  Nabi Saw menjawab, "Pada saat itu segala urusan sangat dahsyat sehingga  orang tidak memperhatikan (mengindahkan) hal itu." (Mutafaq'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20.  Didatangkan kebaikan-kebaikan (pahala) dan kejahatan-kejahatan (dosa)  seorang hamba, lalu saling mengikis dan bila masih tersisa kebaikan  (pahala) itu Allah akan melapangkannya untuk masuk surga. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.  Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan  ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa  dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya;  (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa  dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan.  (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Amal seseorang tidak dapat menyelamatkannya.  Seorang sahabat lantas bertanya tentang sabda tersebut, "Termasuk engkau  juga, ya Rasulullah?" Rasulullah lalu menjawab, "Ya, aku juga, kecuali  dikarunia Allah dengan rahmat-Nya. Walaupun demikian kamu harus berbuat  yang benar (baik)." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Yang  pertama diadili antara manusia pada hari kiamat ialah kasus pembunuhan.  (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukran sudah baca semua :) semoga alloh senantiasa  mengukuhkan niatnya kepada kita semua, amin. salam hangat,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8005164906628187291?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8005164906628187291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8005164906628187291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/kiamat.html' title='KIAMAT....'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGaRmajWWI/AAAAAAAABSs/b7bHWhRTzPg/s72-c/kiamat-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-536394688565830654</id><published>2010-07-29T22:03:00.000+07:00</published><updated>2010-07-29T22:03:29.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Indahnya Kesabaran" (Kisah Nyata)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGX-XmuDDI/AAAAAAAABSk/Fw4D2MEzyLs/s1600/syukur+allah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGX-XmuDDI/AAAAAAAABSk/Fw4D2MEzyLs/s200/syukur+allah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang dokter spesialis luka dalam Riyadh yang bernama Dr. Khalid Al  Jubir berkisah tentang dirinya dan sahabatnya. Beginilah kisahnya,  selama kuliah dulu dia memiliki seorang teman mahasiswa akademi militer.  Dalam semua hal dia memiliki banyak kelebihan disbanding teman-temannya  yang lain. Selain baik hati, pemuda ini juga amat rajin shalat malam  dan tidak pernah lalai menjalankan shalat lima waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini  lulus dengan nilai memuaskan. Tentu saja ia sangat ingin senang. Namun  tak ada yang bisa menduga jalannya takdir. Suatu saat pemuda ini  terserang penyakit influensa, dan sejak saat itu fisiknya mnejadi lemah  hingga mudah terserang berbagai macam penyakit. Hingga karena komplikasi  penyakit yang beragam, ia menjadi lumpuh. Tubuhnyatidak mampu lagi  digerakkan sama sekali. Semua dokter yang menanganinya mengatakan kepada  Dr.Khalid, kalau kemungkinan kesembuhan untuk pemuda itu sekitar 10%  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Dr.Khalid membesuknya di rumah sakit, ia melihat  pemuda itu tak berdaya diatas ranjangnya. Dr.Khalaid datang untuk  menghiburnya. Namun Subhanallah, apa yang ia dapatkan justru sebaliknya,  wajah pemuda it cerah jauh dari mendung kedukaan. Pada wajah itu jelas  sekali terpancar cahaya dan kilauan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Alhamdulillah, sya  dalam leadaan sehat-sehat saja. Saya berdoa kepada Allah  Subhanaahuwataa’ala semoga Anda lekas sembuh.” kata Dr.Khalid membuka  pembicaraan. Di luar dugaan pemuda itu menjawab,”Terimakasih untuk  doamu. Sesunggunya saudaraku mungikn saat ini Allah tengah menghukumku  karena lalai dalam menghafal Al-Qur’an. Allah menguji saya, agar saya  segera menuntaskan hafalan saya. Sungguh ini adalah nikmat yang tiada  terkira.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Kahlid terpana mendengar jawaban menakjubkan itu.  Bagaimna mungkin cobaan begitu berat yang tengah dialami pemuda itu  dianggap sebagai suatu nikmat? Benar-benar ini adalah suatu pelajaran  baru yang amat berharga bagi dirinya sehingga ia merasa tak berharga  dihadapan pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dr.kahlid teringat akan sabda Rasulullah  Sallallahu A’laihi Wassallam : ” Sungguh menggumkn perkara seorang  mukmin. Seluruh perkaranya mengandung kebaikan. Hal ini hanya ada pada  seorang mukmin. Ketika ia dikaruniai kesengangan ia bersyukur, maka hal  iti baik baginya. Dan ketika ia ditimpa kesedihan, ia menghadapinya  dengan sabar dan tabah, maka hal itu baik baginya.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur  saja Dr.Kahalid teramat mengagumi ketabahan pemuda itu. Beberapa pekan  kemudian ia membesuk sahabatnya itu, sepupu sang pemuda berkata,”Coba  gerakkan kakimu, coba angkat kakimu ke atas.” Peuda itu  menjawab,”Sungguh saya amat malu kepada Allah untuk terburu-buru sembuh.  Jika kesembuhan itu yang terbaik bai Allah, aku bersyukur. Namun,  apabila Allah tidak memberikan kesembuhan padaku hanya agfar aku tidak  melangkah ke tempat-tempat maksiat aku pun bersyukur. Allah Amha Tau  yang terbaik untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, betapa kaimaat itu sangat  menggetarkan. Setelah peristiwa itu Dr.khalid menempuh progrmmagisternya  ke luar kota. Beberapa bulan setelah itu ia kembalidan yang pertama  diingatnya adalah pemuda sahabatnya itu. Dalam benaknya ia  berpikir,”Paling saat ini ia sedang terbaring lemah di atas kasurnya,  jika ia kemana-mana pastilah ia digotong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menurut  teman-temannya pemuda itu sudah pindah ke ruang penyiapan untuk  mendapatkan pengobatan alami. Pada saat Dr.Khalid menemuinya, ia tengah  duduk di kursi roda. Dr.Khalid senagng sekali melihatnya hingga  berkali-kali ia mengucapkan syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu dengan spontan  menyampaikankabar gembira yang tak terduga ”Alhamdulillah saya telah  menyelesaikan bacaan Al-Qur’an.” katanya penuh semangat. ”Subhanallah”  Dr.Khalid memekik kagum. Setiap kali membesuknya ia selalu mendapat  hikmah yang semakin mempertebal keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama  berselang, Dr.Khalid kembali pergi ke luar kota selama empat bulan. Dan  selama itu pula ia tidak pernah bertemu dengan pemuda sahabatnya yang  sangat tabah itu. Hingga saat ia kembali, ia menerima kenyataan yang  amat sulit diterima oleh akal manusia. Namun, bagi Dzat yang Maha  Tinggi, bukanlah hal yang mustahil terjadi. Jangankan hanya sakit,  tulang-belulang yang telah hancur pun bisa dihidupka kembali menjadi  manusia yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Dr.Khalid sedang shalat di mushalla  rumah sakit itu. Tiba-tiba ia mendengar sapaan seseorang, ”Abu  Muhammad!” Reflek dia menoleh dan pandangan di hapannya membuatnya  terpana. Ia tak mapu mengucap sepatah kata pun. Benar, Wallahi (Demi  Allah-red) yang berdiri di hadapannya adalah pemuda sahabatnya yang dulu  lumpuh total. Namun di hadapannya kini ia dapat berjalankembali dengan  normal dan segar bugar. Allahu Akbar, sesungguhnya keimanan lah yang  dapat memunculkan keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontanitas, Dr. Khalid menangis.  Pertama dia menangis karena terharu dan senang akan karunia Allah berupa  kesembuhan untuk sahabatnya itu. Kedua ia menangis untuk dirinya  sendiri yang selama ini lalai untuk mensyukuri nikmat-nikmatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,  karunia untuk sahabatnya tidak hanya sebatas itu. Ia diterima sebagai  delegasi Universitas Malik Su’ud Riyadh, kerajaan Saudi Arabia untuk  melanjutkan studi magisternya. ”Dr. Khalid apa yang saya terima ini  justru akan menjadi malapetaka bagi saya jika saya tidak mensyukurinya.”  Paparnya kepada Dr.Khalid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tujuh tahun, pemuda itu  mengunjungi Dr. Khalid kembali dalam rangka mengantar kakeknya yang  terkena penyakit hati. Dan Subhanallah, ia telah menjadi seorang mayor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Khalid  kembali meneteskan airmatanya. Ia berdoa kepada Allah agar pemuda itu  selalu dalam kebaikan dan selalu istiqomah di dalam iman dan islam.  Sungguh Allah Maha Mendengar dan Mengabulkan permohonan setiap hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(True  Story , From : Khalid Abu Shalih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Elfata,  Volume 07 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oOo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertawakkal  kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya * Dan  barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya  kemudahan dalam urusannya * Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah  niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan dan akan melipat gandakan  pahala baginya". [Ath-Thalaq :3 - 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Allah adalah yang  mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan  kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang ang  takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong dan  barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya  dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya,  dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya  nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan  Allah akan memberi kepadanya segala macam ebutuhan yang bermanfa'at."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Ibnul  Qoyyim Al-jauzy/ Kitab Taisirul Azizil Hamid ]&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-536394688565830654?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/536394688565830654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-indahnya-kesabaran-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/536394688565830654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/536394688565830654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-indahnya-kesabaran-kisah-nyata.html' title='Cerita, &quot;Indahnya Kesabaran&quot; (Kisah Nyata)'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TFGX-XmuDDI/AAAAAAAABSk/Fw4D2MEzyLs/s72-c/syukur+allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-646839397101320556</id><published>2010-07-23T16:23:00.001+07:00</published><updated>2010-07-23T16:55:05.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Sebuah Penyesalam" (Kisah Nyata)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElfZFT6LJI/AAAAAAAABSM/5tlfYRSlMWY/s1600/nangis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElfZFT6LJI/AAAAAAAABSM/5tlfYRSlMWY/s200/nangis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Suamiku kini telah tiada dan penyesalanku yg terus ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata di kehidupanku&lt;br /&gt;Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada&lt;br /&gt;Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku&lt;br /&gt;Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini aku tahu.&lt;br /&gt;Semua ucapanku selama ini salah.dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.&lt;br /&gt;Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya. Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.&lt;br /&gt;Dia berkata, “ Setiap kali kami ajak dia makan siang, mas Anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali, alasannya slalu tak jelas. Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ Aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.” Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan,dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“ Perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin, sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca itu, benar-benar baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku. betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ Ibu capai? Istirahat dulu saja”&lt;br /&gt;Dengan kasar kukatakan, “ Ya jelas aku capai, semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak, urus cucian, masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih. titik.”&lt;br /&gt;Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan suamiku menjawab, “ Tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja, aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan..Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banggalah pada suamimu, karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.&lt;br /&gt;Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.&lt;br /&gt;Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk suamiku.&lt;br /&gt;Maafkan aku sayang.&lt;br /&gt;Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.&lt;br /&gt;Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.&lt;br /&gt;Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.&lt;br /&gt;Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.&lt;br /&gt;Aku bangga padamu,aku sayang padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrimu&lt;br /&gt;Rina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Rina's note)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman,kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;Dan kepada Ibu Rina semoga lebih tabah, dan kepada Alm. Bpk. Anwar semoga diberikan tempat terbaik di surga…amin.&lt;br /&gt;Dari kisah ini saya harap tidak ada yg menyalahkan siapa2.cukup sebagai renungan dan perbaikan kita bersama.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-646839397101320556?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/646839397101320556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-sebuah-penyesalam-kisah-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/646839397101320556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/646839397101320556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-sebuah-penyesalam-kisah-nyata.html' title='Cerita, &quot;Sebuah Penyesalam&quot; (Kisah Nyata)'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElfZFT6LJI/AAAAAAAABSM/5tlfYRSlMWY/s72-c/nangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5775819557037281755</id><published>2010-07-23T16:15:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T16:15:08.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Cermin yang Terlupakan"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEldeAHPkNI/AAAAAAAABSE/GFLBPSomboY/s1600/blue-mirror.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEldeAHPkNI/AAAAAAAABSE/GFLBPSomboY/s200/blue-mirror.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu ketika, sepasang suami istri, katakanlah nama mereka Smith, mengadakan 'garage sale' untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan. Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Maka mereka mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki menghampiri Mrs. Smith.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Berapa harga cermin itu?" katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi. Mrs. Smith tercengang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus." jawab pria itu. Mrs. Smith tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berpikir sejenak, Mrs. Smith berkata, "Hmm ... anda bisa membeli cermin itu untuk satu dolar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang satu dolar dan memberikannya kepada Mrs. Smith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terima kasih," kata Mrs. Smith, "Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang." jawab si pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mrs. Smith memberikan ijinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Mrs. Smith. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!" sorak pria itu dengan gembira. Mrs. Smith tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pegi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan Mr. dan Mrs. Smith yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal dibalik lapisan itu, ada warna emas yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Mrs. Smith menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melakukan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membuat perbedaan!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5775819557037281755?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5775819557037281755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-cermin-yang-terlupakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5775819557037281755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5775819557037281755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-cermin-yang-terlupakan.html' title='Cerita, &quot;Cermin yang Terlupakan&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEldeAHPkNI/AAAAAAAABSE/GFLBPSomboY/s72-c/blue-mirror.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-3671688763302730578</id><published>2010-07-23T15:11:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T15:11:59.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Di Balik Ujian"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElOpdd46UI/AAAAAAAABR0/BGp-_lzpeKI/s1600/sholat-dhuha.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElOpdd46UI/AAAAAAAABR0/BGp-_lzpeKI/s200/sholat-dhuha.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Pak Fulan, Adalah seorang yang rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dahulu, ketika masih menjadi pegawai Bea Cukai. UANG ,KEMEWAHAN, DAN KESENANGAN melimpah dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berangsur-angsur PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung .. ahhhhh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU DENGAN SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, tidak mampu... kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI FULAN, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersentak beliau, itu adalah... kata-kataku semalam ...celaka, pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Ya Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Ya Allah, aku rindu padaMu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : nowilk81&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oOo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[HR. At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-3671688763302730578?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/3671688763302730578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-di-balik-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3671688763302730578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/3671688763302730578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-di-balik-ujian.html' title='Cerita, &quot;Di Balik Ujian&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElOpdd46UI/AAAAAAAABR0/BGp-_lzpeKI/s72-c/sholat-dhuha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5539733475159120752</id><published>2010-07-23T14:54:00.002+07:00</published><updated>2010-07-23T16:07:41.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>BUNGKUS GODAAN SYETAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElb0L5ITsI/AAAAAAAABR8/c9eXKqBeuUY/s1600/fully-illustrated-devil.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElb0L5ITsI/AAAAAAAABR8/c9eXKqBeuUY/s320/fully-illustrated-devil.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;DR. Musthafa As-Siba’i berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya TIDAK MENGKHAWATIRKAN diriku digoda oleh syetan melalui MAKSIAT secara TERBUKA…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi saya KHAWATIR setan datang kepadaku dengan membawa maksiat yang DIBUNGKUS dengan baju KETAATAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menggodamu dengan wanita dengan alasan kasihan kepadanya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dan menggodamu dengan dunia dengan alasan agar tidak menjadi korban gonjang-ganjingnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dan menggodamu untuk berkawan dengan orang-orang buruk dengan alasan demi memberi petunjuk kepada mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dan menggodamu untuk bersikap munafik kepada orang-orang zhalim dengan alasan ingin mengarahkan mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan menggodamu untuk mempublikasi keburukan lawan-lawanmu dengan alasan demi melakukan amar ma’ruf nahi munkar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dan menggodamu untuk memecah belah jama’ah dengan alasan lantang menyuarakan kebenaran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dan menggodamu agar tidak memperbaiki orang lain dengan alasan sibuk memperbaiki diri sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dan menggodamu untuk tidak beramal dengan alasan ini sudah menjadi takdir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dan menggodamu untuk tidak menuntut ilmu dengan alasan sibuk beribadah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dan menggodamu untuk meninggalkan sunnah dengan alasan mengikuti orang-orang shalih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dan menggodamu agar otoriter dengan alasan demi tanggung jawab di hadapan Allah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Dan menggodamu untuk berbuat zhalim dengan alasan demi memberikan kasih sayang kepada mereka yang terzhalimi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Risdiana nana "s note)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5539733475159120752?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5539733475159120752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/bungkus-godaan-syetan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5539733475159120752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5539733475159120752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/bungkus-godaan-syetan.html' title='BUNGKUS GODAAN SYETAN'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElb0L5ITsI/AAAAAAAABR8/c9eXKqBeuUY/s72-c/fully-illustrated-devil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1942928707751605544</id><published>2010-07-23T14:38:00.000+07:00</published><updated>2010-07-23T14:38:52.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Kisah si EGOS"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElG7Z8_lNI/AAAAAAAABRk/cktXHDARobA/s1600/MASA+DEPAN+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElG7Z8_lNI/AAAAAAAABRk/cktXHDARobA/s320/MASA+DEPAN+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ini adalah kisah di masa depan, ketika alam tidak lagi ramah. Setiap kota diselubungi kubah kaca, karena oksigen alami tak lagi cukup untuk menghidupi manusia. Hidup manusia ditopang oleh sebuah mesin pemasok oksigen yang besar luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kota bernama RACUST mengalami kekurangan energi karena pasokan bahan bakar terputus akibat bencana. Sang Gubernur gusar, karena sadar dalam waktu beberapa hari maka mereka akan kehabisan oksigen kalau tidak ada pasokan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Gubernur mengumumkan setiap warga harus menyumbangkan secangkir minyak untuk mesin pemasok oksigen kota. Sebenarnya warga juga membutuhkan minyak untuk kebutuhan rumah tangga mereka yang semakin menipis, tapi mereka harus memenuhinya karena ancamannya adalah penjara. Agar tidak dikorupsi, semua warga berkumpul berbaris untuk menuangkan bensin mereka langsung ke mesin utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang warga bernama EGOS punya ide brilian untuk dirinya. Melihat begitu banyak warga yang antri, dan sedikitnya penjaga, ia merasa punya peluang berhemat.&lt;br /&gt;“Daripada kehabisan minyak di rumah, lebih baik aku nyumbang air saja. Tak akan terasa bedanya secangkir air di dalam jutaan cangkir minyak” pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya EGOS mengantri, berjalan, dan selalu berusaha menghindari pemeriksaan penjaga. Ketika tiba di depan mesin, dengan lega ia menuangkan air ke dalam tangki mesin, dan ia merasa bebas dan berhasil mengelabui pemerintah kota.&lt;br /&gt;“Aku bebas penjara, tanpa harus kehilangan setetes minyak pun” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua warga menyumbangkan minyaknya, gubernur pun menekan tombol untuk yang mengalirkan minyak warga ke mesin utama. Semua bersorak sorai karena mereka bisa bertahan lebih lama sampai pasokan minyak datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit berselang, mesin tiba-tiba mengeluarkan bunyi aneh, berasap, panas dan tak lama kemudian mesinnya mati. Warga panik, semua panik. Kini mereka hanya bisa hidup beberapa jam saja sampai mereka kehabisan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur segera memerintahkan teknisi untuk memperbaiki mesin, tapi sayangnya kerusakan mesin ini mungkin tak sempat diperbaiki dalam waktu singkat, kerusakannya menyebar. Mungkin sebelum mesin diperbaiki rakyat sudah mati. Gubernur begitu kaget setelah mengetahui apa penyebab rusaknya mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kenapa mesin tersebut hancur?&lt;br /&gt;Ternyata EGOS bukan satu-satunya yang EGOIST di negeri RACUST yang rakyatnya memang RAKUS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EGOS merasa dirinya sendiri yang curang sehingga tidak akan berpengaruh, tetapi ternyata semua warga juga berpikir demikian. Setiap orang merasa “Kalau aku tukar air, tidak akan ada pengaruhnya. Ternyata semua warga hanya menyumbangkan air bukan minyak. Mereka merasakan sendiri akibatnya. Mereka bisa binasa karena setiap orang berpikir hanya memberi sedikit kontribusi kehancuran. Tanpa sadar mereka menghancurkan diri bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh: Isa Alamsyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, Apakah ini terjadi dalam kehidupan kita?&lt;br /&gt;Anda pernah melihat oknum aparat di jalan yang menerima tip Rp 5.000 – Rp 10.000 dari supir truk, atau uang damai Rp 50.000, pernah mengurus KTP yang, atau ngurus paspor yang naik berkali lipat, mengurus surat tanah yang lambat, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap oknum merasa mereka cuma korupsi sedikit saja, tapi akibatnya kemerosotan mental bangsa secara menyeluruh, dan kepercayaan yang rendah dari masyarakat.&lt;br /&gt;Korupsi kecil ini justru merusak citra aparat yang jujur secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kadang belajar malas-malasan atau bekerja malas malasan.&lt;br /&gt;Kita pikir, “Biarin aja gue malas, masa depan gue ini yang hancur”.&lt;br /&gt;Padahal kalau semua berpikir demikian, bangsa ini yang hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita buang sampah kecil sembarangan.&lt;br /&gt;Karena yang melakukan semua orang Negara kita menjadi kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camkan !&lt;br /&gt;Kontribusi kecil kita dalam keburukan mungkin mempunyai daya hancur yang tidak terbayangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1942928707751605544?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1942928707751605544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-kisah-si-egos.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1942928707751605544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1942928707751605544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-kisah-si-egos.html' title='Cerita, &quot;Kisah si EGOS&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TElG7Z8_lNI/AAAAAAAABRk/cktXHDARobA/s72-c/MASA+DEPAN+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6492462895876430779</id><published>2010-07-17T19:10:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T19:10:47.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Bersyukur"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGdjM3vkHI/AAAAAAAABRc/nO5pfrdU0BQ/s1600/syukur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGdjM3vkHI/AAAAAAAABRc/nO5pfrdU0BQ/s200/syukur.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hari ini aku pergi belanja ke sebuah swalayan di dekat rumah, setelah berbelanja aku pergi ke kasir untuk membayar, setelah selesai menghitung belanjaanku aku membayar dengan selembar uang lima puluh ribuan, wanita yang menjadi kasir itu memberikan selembar uang seribuan kembalian dari belanjaanku, aku langsung menolaknya dan mengatakan kembaliannya permen karet itu saja mbak, sambil menunjuk sebuah permen karet di sebuah rak yang berada tepat diatas kepalanya, dengan susah payah wanita itu berdiri, ternyata, dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Astagfirullahhalazim aku malu sekali, Namun ketika lewat dia tetap tersenyum kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, maafkan aku bila aku selalu mengeluh. Aku masih mempunyai sepasang kaki untuk berjalan di duniamu yang luas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang aku singgah di sebuah warung untuk membeli batere lampu senterku yang sudah mati, Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira, setelah membayar aku berbicara dengan anak itu, "namamu siapa" Arif om, jawabnya dengan tersenyum, kamu kelas berapa, saya tidak sekolah om, looh kenapa kamu tidak sekolah, belum sempat anak itu menjawab pertanyaanku, tiba-tiba seorang ibu muncul dari dalam rumah, rupanya ibu itu mendengar percakapan kami di luar, "Arif tidak sekolah dek, karena dia buta, sejak kecil dia tidak bisa melihat, dan dia tidak bisa sekolah karena matanya yang tidak bisa melihat itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang mata untuk membaca dan melihat semua kebesaranMu tetapi aku masih sering&lt;br /&gt;mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku berjalan, aku bertemu dengan kumpulan anak-anak kecil yang bermain dengan riangnya, di sudut aku melihat seorang perempuan kecil dengan rambut yang lurus dan bola mata yang indah tetapi ia hanya berdiri dan diam melihat teman-temanya bermain, aku mendekatinya, "dek, kog nggak main sama teman-temannya?" ia hanya diam membisu, lalu aku menyentuh pundaknya dan bertanya sekali lagi padanya, Gadis kecil itu memandang ke depan tanpa bersuara, lagi-lagi aku beristigfar dalam hati (Astagfirullahhalazim), Gadis kecil ini tidak bisa mendengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang telinga untuk mendengar senandung Al-Quran dan ceramah2 agama tetapi aku lebih memilih mendengarkan alunan musik di radio dan stasiun televisi favoritku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dua kaki aku bisa berjalan kemanapun aku mau&lt;br /&gt;Dengan sepasang mata aku bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam&lt;br /&gt;Dengan dua telinga aku bisa mendengarkan azan dan lantunan ayat-ayat suci al-Quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, maafkan aku yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan, maafkan aku yang selalu mengeluh, maafkan aku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Grup Renungan dan Kisah Inspiratif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6492462895876430779?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6492462895876430779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6492462895876430779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6492462895876430779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/cerita-bersyukur.html' title='Cerita, &quot;Bersyukur&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGdjM3vkHI/AAAAAAAABRc/nO5pfrdU0BQ/s72-c/syukur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1955304070430590375</id><published>2010-07-17T19:04:00.000+07:00</published><updated>2010-07-17T19:04:43.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGcOScLS-I/AAAAAAAABRU/wG02tKa7KMw/s1600/sholeha.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGcOScLS-I/AAAAAAAABRU/wG02tKa7KMw/s320/sholeha.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah&lt;br /&gt;Hartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillah&lt;br /&gt;Penawar hati kekasih Allah&lt;br /&gt;Susah dan senang rela bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?&lt;br /&gt;Isteri Rasulullah yang bijak&lt;br /&gt;Pendorong kesusahan dan penderitaan&lt;br /&gt;Tiada sukar untuk dilaksanakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir air mataku&lt;br /&gt;Melihat pegorbanan puteri solehah Siti Fatimah&lt;br /&gt;Akur dalam setiap perintah&lt;br /&gt;Taat dengan ayahnya, yang sentiasa berjuang&lt;br /&gt;Tiada memiliki harta dunia&lt;br /&gt;Layaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku marah&lt;br /&gt;Inginku intip serpihan sabar&lt;br /&gt;Dari catatan hidup Siti Sarah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabah jiwaku&lt;br /&gt;Setabah umi Nabi Ismail&lt;br /&gt;Mengendong bayinya yang masih merah&lt;br /&gt;Mencari air penghilang dahaga&lt;br /&gt;Diterik padang pasir merak&lt;br /&gt;Ditinggalkan suami akur tanpa bantah&lt;br /&gt;Pengharapannya hanya pada Allah&lt;br /&gt;Itulah wanita Siti Hajar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah aku menjadi wanita solehah?&lt;br /&gt;Mati dalam keunggulan iman&lt;br /&gt;Bersinar indah, harum tersebar&lt;br /&gt;Bagai wanginya pusara Masyitah.... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1955304070430590375?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1955304070430590375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/mampukah-aku-menjadi-seperti-siti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1955304070430590375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1955304070430590375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/07/mampukah-aku-menjadi-seperti-siti.html' title='Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TEGcOScLS-I/AAAAAAAABRU/wG02tKa7KMw/s72-c/sholeha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2743889425738687799</id><published>2010-06-26T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T00:34:46.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>"NILAI diri untuk HARGAI diri"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTojaL-IPI/AAAAAAAABQk/lsbi_lKd9pI/s1600/tangga-kesuksesan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTojaL-IPI/AAAAAAAABQk/lsbi_lKd9pI/s320/tangga-kesuksesan.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setujukah Anda, kalau ada sebuah benda yang khas, tidak ada dua yang menyamainya, kalaupun ada hanya mirip saja. Benda itu tentu unik, cantik dan antik. Nilainya pun sangat tinggi kalau diikutkan dalam pameran benda-benda antik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pasti sepakat dengan pernyataan di atas. Dan tahukah Anda sesuatu yang paling unik di dunia ini? Dia adalah Anda sendiri. Anda memilki sidik jari yang khas dan tidak terimitasi, Anda memiliki banyak hal antik yang tidak akan Anda dapati pada orang lain. Tapi mengapa keunikan dan kekhasan yang kita milki terkadang tidak mampu kita jual dalam harga uang layak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang masih tegak kokoh di antara pohon-pohon lain di hutan tentulah bernilai lebih rendah dibandingkan nilai pohon yang sudah keluar dari hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai pohon yang sudah keluar dari hutan tentulah lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah dibelah menjadi kayu batangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kayu batangan pun tentu akan lebih rendah bila dibandingkan dengan sebuah kursi yang dibentuk dari batangan kayu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nilai kursi tersebut tentu lebih rendah dibandingkan kursi yang telah diukir sedemikian rupa dengan menghilangkan bagian-bagian kayu yang tidak diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kursi ukir yang masih berada di pabriknya tentu lebih rendah nilainya bila dibandingkan ketika kursi tersebut dibawa ke etalase toko yang mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kunci utama nilai diri untuk meningkatkan seberapa besar harga diri kita adalah dengan melakukan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keluar dari zona kenyamanan dengan berani melakukan sesuatu yang baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keberanian untuk membentuk diri dengan menghilangkan bagian yang tidak berguna berupa sifat-sifat negatif yang selama ini menempel pada diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keberanian untuk menempatkan diri pada tempat yang layak dengan kesiapan menerima tantangan dan hambatan dari pihak lain sehingga harga kita akan dinilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya emas 24 karat yang masih dalam bentuk batangan.  Gadis mana yang mau memakai emas batangan dilehernya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya air jernih yang masih di mata air pegunungan. Manusia mana yang mau membelinya sebelum air tadi dibawa keluar dari mata airnya kemudian dikemas dalam bentuk air mineral?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal. Apalah artinya bisa membaca namun tidak mau membaca, bisa memasak namun tidak mau masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci utama nilai diri untuk meningkatkan harga diri adalah KEMAUAN untuk mencoba sehingga BISA setelah mengalami berbagai kegagalan dan hambatan dari luar maupun dari diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(buku 30 Hari Mencari Jati Diri, Aris Ahmad Jaya, ABco Publisher)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2743889425738687799?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2743889425738687799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/nilai-diri-untuk-hargai-diri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2743889425738687799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2743889425738687799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/nilai-diri-untuk-hargai-diri.html' title='&quot;NILAI diri untuk HARGAI diri&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTojaL-IPI/AAAAAAAABQk/lsbi_lKd9pI/s72-c/tangga-kesuksesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-4128701238845655404</id><published>2010-06-26T00:24:00.000+07:00</published><updated>2010-06-26T00:24:14.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Bunuh Diri"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTl_MCqvZI/AAAAAAAABQc/nl3FXxmN0Yg/s1600/jembatan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTl_MCqvZI/AAAAAAAABQc/nl3FXxmN0Yg/s200/jembatan.jpg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, tampak seorang pemuda berdiri termangu-mangu di tepi sebuah jembatan dengan sungai yang berair deras dibawahnya. Sesekali matanya menerawang jauh. Kemudian dia menarik napas panjang. Jelas kelihatan diwajahnya, dia sedang frustasi dan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda berkata pada dirinya sendiri “Semua kenikmatan duniawi telah aku cicipi. Aku pernah kaya, pernah pergi ke tempat-tempat indah diseluruh dunia. Makanan lezat dan kenikmatan yang dapat dibeli oleh orang juga telah aku rasakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi sekarang, aku sungguh tidak bahagia. Keluargaku berantakkan, anakku meninggal dunia, istriku pun pergi meninggalkan aku. Lalu untuk apa lagi aku hidup di dunia ini? Biar pun aku masih memiliki harta kekayaan, tetapi hatiku kosong dan menderita!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda tampak bersiap-siap bunuh diri, dengan cara menceburkan diri ke sungai. Tetapi disaat yang bersamaan, datang seorang pengemis berpakaian kumal menghampiri dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuan yang baik, tolong beri saya sedikit uang untuk makan. Saya doakan semoga tuan selalu sehat dan berumur panjang..” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pemuda segera mengeluarkan dompet dari sakunya, mengambil semua uang yang ada, sambil memberikan kepada si pengemis, dia berkata, “Ambilah semua uang ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua ini?” Tanya si pengemis tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, ambillah semua. Karena ditempat yang akan aku tuju, aku tidak memerlukannya.” Kata si pemuda sambil mengalihkan pandangannya kearah sungai di bawah jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pengemis rupanya merasakan sikap pemuda yang agak janggal. Kemudian setelah memegang dan memandangi uang itu sejenak, dia cepeat-cepat mengembalikan uang itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengemis itu berkata, “Tidak, tidak jadi. Aku memang seorang pengemis, tetapi aku bukan seorang pengecut dan aku tidak akan mengambil uang dari seorang pengecut. Ini, bawalah uang ini bersamamu ke sungai itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, si pengemis segera pergi dari situ sambil berteriak lantang, “Selamat tinggal tuan pengecut…!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang ingin bunuh diri itu terpana kaget. Perasaan puas dan bahagia sejenak yang dirasakan karena bisa memberi, lenyap seketika. Dia sangat ingin si pengemis menerima pemberiannya, apalagi diakhir hidupnya, tetapi itupun tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dia menyadari bahwa ternyata dengan memberi kepada orang lain justru dia merasa bahagia. Ini sungguh suatu pengetahuan baru bagi pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia memandang kea rah sungai sekali lagi, lalu berpaling dan berjalan pergi mengejar si pengemis. Dia ingin mengucapkan terima kasih dan memberitahu bahwa dirinya tidak akan menjadi seorang pengecut. Dia berjanji didalam hati, akan kembali berjuang, untuk mendapatkan kebahagian dengan memberi kepada orang-orang yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya begitu mengenaskan, mendengar orang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas. Bahkan tidak jarang, gara-gara masalah sepele, orang bisa mengambil tindakan bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti mengalami masalah-masalah dalam kehidupannya. Akan tetapi, bagaimana pun berat dan besarnya beban hidup, kita harus berani menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu hanya karena satu alasan, yaitu hidup adalah tanggung jawab. Daripada berani mati secara pengecut, jauh lebih bernilai berani hidup secara ksatria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, kebahagiaan tidak hanya didapat pada saat kita menerima. Kebahagiaan bisa kita dapatkan justru saat kita memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Andrie Wongso)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-4128701238845655404?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/4128701238845655404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-bunuh-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4128701238845655404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4128701238845655404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-bunuh-diri.html' title='Cerita, &quot;Bunuh Diri&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTl_MCqvZI/AAAAAAAABQc/nl3FXxmN0Yg/s72-c/jembatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5423247155330020656</id><published>2010-06-25T23:57:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T23:57:38.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>"Mengingat Mati"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTfzuyRXCI/AAAAAAAABQU/WqvmwCKia7o/s1600/kuburan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTfzuyRXCI/AAAAAAAABQU/WqvmwCKia7o/s320/kuburan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia ini tidaklah selamanya.&lt;br /&gt;Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya.&lt;br /&gt;Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput,&lt;br /&gt;tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Ar-Rahman telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di mana saja kalian berada, kematian pasti akan mendapati kalian, walaupun kalian berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (An-Nisa`: 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian akan menyapa siapa pun,&lt;br /&gt;baik ia seorang yang shalih atau durhaka,&lt;br /&gt;seorang yang turun ke medan perang ataupun duduk diam di rumahnya,&lt;br /&gt;seorang yang menginginkan negeri akhirat yang kekal ataupun ingin dunia yang fana,&lt;br /&gt;seorang yang bersemangat meraih kebaikan ataupun yang lalai dan malas-malasan.&lt;br /&gt;Semuanya akan menemui kematian bila telah sampai ajalnya, karena memang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seluruh yang ada di atas bumi ini fana (tidak kekal).” (Ar-Rahman: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia.&lt;br /&gt;Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).”&lt;br /&gt;(HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258.)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Yazid Ar-Raqasyi rahimahullahu berkata kepada dirinya sendiri:&lt;br /&gt;“Celaka engkau wahai Yazid!&lt;br /&gt;Siapa gerangan yang akan menunaikan shalat untukmu setelah kematianmu?&lt;br /&gt;Siapakah yang mempuasakanmu setelah mati?&lt;br /&gt;Siapakah yang akan memintakan keridhaan Rabbmu untukmu setelah engkau mati?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai sekalian manusia...&lt;br /&gt;Tidakkah kalian menangis dan meratapi diri-diri kalian dalam hidup kalian yang masih tersisa?&lt;br /&gt;Duhai orang yang kematian mencarinya,&lt;br /&gt;yang kuburan akan menjadi rumahnya,&lt;br /&gt;yang tanah akan menjadi permadaninya&lt;br /&gt;dan yang ulat-ulat akan menjadi temannya…&lt;br /&gt;dalam keadaan ia menanti dibangkitkan pada hari kengerian yang besar.&lt;br /&gt;Bagaimanakah keadaan orang ini?”&lt;br /&gt;Kemudian Yazid menangis hingga jatuh pingsan.&lt;br /&gt;(At-Tadzkirah, hal. 8-9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Mukmin manakah yang PALING CERDAS?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang paling banyak MENGINGAT MATI dan paling baik PERSIAPANNYA untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata,&lt;br /&gt;“Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara:&lt;br /&gt;-Bersegera untuk bertaubat,&lt;br /&gt;-Hati merasa cukup,&lt;br /&gt;-Giat/semangat dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara:&lt;br /&gt;-Menunda taubat,&lt;br /&gt;-Tidak ridha dengan perasaan cukup&lt;br /&gt;-Malas dalam beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan.&lt;br /&gt;Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah saat-saat sakaratul maut mendatangimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah yang penuh cinta berdiri di sisimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu yang penuh kasih juga hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula anak-anakmu yang besar maupun yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memandangimu dengan pandangan kasih sayang dan penuh kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata mereka tak henti mengalir membasahi wajah-wajah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati mereka pun berselimut duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua berharap dan berangan-angan, andai engkau bisa tetap tinggal bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun alangkah jauh dan mustahil ada seorang makhluk yang dapat menambah umurmu atau mengembalikan ruhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dzat yang memberi kehidupan kepadamu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia jugalah yang mencabut kehidupan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milik-Nya lah apa yang Dia ambil dan apa yang Dia berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda:&lt;br /&gt;اذْكُرِ الْمَوْتَ تَجِدُ رَاحَةً، فِي إِذْكَارِ الْمَوْتِ تَقْصِيْرُ اْلأَمَلِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu bila mengingat mati ia gemetar seperti gemetarnya seekor burung. Ia mengumpulkan para ulama, maka mereka saling mengingatkan akan kematian, hari kiamat dan akhirat. Kemudian mereka menangis hingga seakan-akan di hadapan mereka ada jenazah. (At-Tadzkirah, hal. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tangis mereka diikuti oleh amal shalih setelahnya, berjihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersegera kepada kebaikan. Beda halnya dengan keadaan kebanyakan manusia pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yakin adanya surga tapi tidak mau beramal untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga yakin adanya neraka tapi mereka tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tahu bahwa mereka akan mati, tapi mereka tidak mempersiapkan bekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat ungkapan penyair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu aku kan mati namun aku tak takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku keras bak sebongkah batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencari dunia seakan-akan hidupku kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan lupa kematian mengintai di belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ketika kematian telah datang, tak ada seorangpun yang dapat mengelak dan menundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apabila telah tiba ajal mereka (waktu yang telah ditentukan), tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mereka dapat mendahulukannya.” (An-Nahl: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai betapa meruginya seseorang yang berjalan menuju alam keabadian tanpa membawa bekal. Janganlah engkau, wahai jiwa, termasuk yang tak beruntung tersebut. Perhatikanlah peringatan Rabbmu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan ayat di atas dengan menyatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan lihatlah amal shalih apa yang telah kalian tabung untuk diri kalian sebagai bekal di hari kebangkitan dan hari diperhadapkannya kalian kepada Rabb kalian.” (Al-Mishbahul Munir fi Tahdzib Tafsir Ibni Katsir, hal. 1388)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau menjadi orang yang menyesal kala kematian telah datang karena tiada berbekal, lalu engkau berharap penangguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلاَ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata, ‘Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat hingga aku mendapat kesempatan untuk bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?’.” (Al-Munafiqun: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, berbekallah!&lt;br /&gt;Persiapkan amal shalih dan jauhi kedurhakaan kepada-Nya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: &lt;a href="http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=608" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &amp;quot;b84e5JNv5yeQcwrY5H1gFO6ZQMQ&amp;quot;, event);" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;amp;id_online=608&lt;/a&gt;,&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5423247155330020656?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5423247155330020656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/mengingat-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5423247155330020656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5423247155330020656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/mengingat-mati.html' title='&quot;Mengingat Mati&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTfzuyRXCI/AAAAAAAABQU/WqvmwCKia7o/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2567025713218547205</id><published>2010-06-25T23:44:00.000+07:00</published><updated>2010-06-25T23:44:10.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>"what you say is what you get"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTcuGFvrYI/AAAAAAAABQM/V4J93gpN8xY/s1600/mulut.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTcuGFvrYI/AAAAAAAABQM/V4J93gpN8xY/s320/mulut.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kata-katamu, Impianmu, dan Pemikiranmu&lt;br /&gt;Memiliki kekuatan untuk menciptakan "Kondisi dalam hidup kamu"&lt;br /&gt;Apa yang kamu katakan.. Itu yang kamu dapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak tahan dengan pekerjaanmu,&lt;br /&gt;Kamu mungkin akan kehilangan pekerjaanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak tahan dengan badanmu,&lt;br /&gt;Kamu mungkin akan sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak suka kendaraanmu,&lt;br /&gt;Kamu mungkin akan kecurian atau kendaraanmu tidak bisa bergerak (mogok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu kalah, tebak apa yang terjadi??????&lt;br /&gt;Kamu akan selalu kalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak bisa mempercayai laki-laki atau perempuan, kamu akan selalu menemukan dalam hidupmu seseorang yang menyakiti dan mengkhianati dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan,&lt;br /&gt;Kamu akan selalu menjadi pengangguran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan kamu tidak akan pernah bisa menemukan&lt;br /&gt;seseorang untuk mencintaimu atau mempercayaimu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiranmu akan lebih menarik pengalaman-pengalaman untuk membenarkan apa yang kamu percayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu selalu mengatakan tentang perceraian atau pemutusan (ForSale) hubungan,&lt;br /&gt;Maka kamu akan berakhir dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubahlah pemikiranmu dan perbincanganmu ke hal yang lebih positif dan disertai kekuatan takdir, harapan, cinta, dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk mempercayai untuk mendapatkan apa yang kamu&lt;br /&gt;inginkan dan harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan pemikiranmu, Mereka menjadi perkataan&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan perkataanmu, Mereka akan menjadi tindakan&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan tindakanmu, Mereka akan menjadi kebiasaan&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan kebiasaanmu, Mereka akan menjadi karakter&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan karaktermu, Karena itu akan menjadi takdirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap menit kamu melakukan kurang dari yang kamu harapkan,&lt;br /&gt;Kamu akan mendapatkan lebih kurang dari yang kamu lakukan&lt;br /&gt;Dalam pencarian dirimu, kamu akan menemukan kebenaran&lt;br /&gt;Dalam pencarian kebenaran, kamu akan menemukan cinta&lt;br /&gt;Dalam pencarian cinta, kamu akan menemukan kehidupan&lt;br /&gt;Dalam pencarian kehidupan, kamu akan menemukan kekuatan TUHAN&lt;br /&gt;Di dalam TUHAN, kamu PASTI akan menemukan segalanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2567025713218547205?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2567025713218547205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/what-you-say-is-what-you-get.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2567025713218547205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2567025713218547205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/what-you-say-is-what-you-get.html' title='&quot;what you say is what you get&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TCTcuGFvrYI/AAAAAAAABQM/V4J93gpN8xY/s72-c/mulut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1662257345072776647</id><published>2010-06-08T22:10:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T22:10:02.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>Ketika Rasulullah Tersenyum..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5dHVra-2I/AAAAAAAABP8/kdtpegHHJlk/s1600/rasulullah1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5dHVra-2I/AAAAAAAABP8/kdtpegHHJlk/s200/rasulullah1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saat menikahkan putri bungsunya, Sayyidah Fatimah Az Zahrah, dengan sahabat Ali bin Abi Thalib, Baginda Nabi Muhammad SAW tersenyum lebar. Itu merupakan peristiwa yang penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga diperlihatkan Rasulullah SAW pada peristiwa Fathu Makkah, pembebasan Makkah, karena hari itu merupakan hari kemenangan besar bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;“Hari itu adalah hari yang penuh dengan senyum panjang yang terukir dari bibir Rasulullah SAW serta bibir seluruh kaum muslimin” tulis Ibnu Hisyam dalam kita As Sirah Nabawiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah pribadi yang lembut dan penuh senyum. Namun, beliau tidak memberi senyum kepada sembarang orang. Demikian istimewanya senyum Rasul sampai-sampai Abu Bakar dan Umar, dua sahabat utama beliau, sering terperangah dan memperhatikan arti senyum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya mereka heran melihat Rasul tertawa saat berada di Muzdalifah di suatu akhir malam. “Sesungguhnya Tuan tidak biasa tertawa pada saat seperti ini,” kata Umar. “Apa yang menyebabkan Tuan tertawa?” Pada saat seperti itu, akhir malam, Nabi biasanya berdoa dengan khusyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari senyuman beliau tidak sembarangan, bahkan mengandung makna tertentu, Umar berharap, “Semoga Allah menjadikan Tuan tertawa sepanjang umur”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas pertanyaan diatas, Rasul menjawab, “Ketika iblis mengetahui bahwa Allah mengabulkan doaku dan mengampuni umatku, dia memungut pasir dan melemparkannya kekepalanya, sambil berseru, ‘celaka aku, binasa aku!’ Melihat hal itu aku tertawa.” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali menulis, apabila Rasul dipanggil, beliau selalu menjawab, “Labbaik”. Ini menunjukkan betapa beliau sangat rendah hati. Begitu pula, Rasul belum pernah menolak seseorang dengan ucapan “tidak” bila diminta sesuatu. Bahkan ketika tak punya apa-apa, beliau tidak pernah menolak permintaan seseorang. “Aku tidak mempunyai apa-apa,” kata Rasul, “Tapi, belilah atas namaku. Dan bila yang bersangkutan datang menagih, aku akan membayarnya.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa membuat Rasul tertawa tanpa diketahui sebab musababnya. Hal itu biasanya berhubungan dengan turunnya wahyu Allah. Misalnya, ketika beliau sedang duduk-duduk dan melihat seseorang sedang makan. Pada suapan terakhir orang itu mengucapkan. “Bismillahi fi awalihi wa akhirihi.” Saat itu beliau tertawa. Tentu saja orang itu terheran-heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keheranan itu dijawab beliau dengan bersabda, “Tadi aku lihat setan ikut makan bersama dia. Tapi begitu dia membaca basmalah, setan itu memuntahkan makanan yang sudah ditelannya.” Rupanya orang itu tidak mengucapkan basmalah ketika mulai makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Umar tertegun melihat senyuman Nabi. Belum sempat dia bertanya, Nabi sudah mendahului bertanya, “Ya Umar, tahukah engkau mengapa aku tersenyum?”&lt;br /&gt;“Allah dan Rasul-Nya tentu lebih tahu,” jawab Umar.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah memandang kepadamu dengan kasih sayang dan penuh rahmat pada malam hari Arafat, dan menjadikan kamu sebagai kunci Islam,” sabda beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesaksian Anggota Tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul SAW bahkan sering membalas sindiran orang dengan senyuman. Misalnya ketika seorang Badui yang ikut mendengarkan taushiyah beliau tiba-tiba nyeletuk, “Ya Rasul, orang itu pasti orang Quraisy atau Anshar, karena mereka gemar bercocok tanam, sedang kami tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Rasul tengah menceritakan dialog antara seorang penghuni surga dan Allah SWT yang mohon agar diizinkan bercocok tanam di surga. Allah SWT mengingatkan bahwa semua yang diinginkannya sudah tersedia di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sejak di dunia punya hobi bercocok tanam, iapun lalu mengambil beberapa biji-bijian, kemudian ia tanam. Tak lama kemudian biji itu tumbuh menjadi pohon hingga setinggi gunung, berbuah, lalu dipanenkan. Lalu Allah SWT berfirman. “Itu tidak akan membuatmu kenyang, ambillah yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah si Badui menyeletuk, “Pasti itu orang Quraisy atau Anshar. Mereka gemar bercocok tanam, kami tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu Rasul tersenyum, sama sekali tidak marah. Padahal, beliau orang Quraisy juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat justru Rasulullah yang bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian mengapa aku tertawa?.”&lt;br /&gt;“Allah dan Rasul-Nya lebih tahu,” jawab para sahabat.&lt;br /&gt;Maka Rasul pun menceritakan dialog antara seorang hamba dan Allah SWT. Orang itu berkata, “Aku tidak mengizinkan saksi terhadap diriku kecuali aku sendiri.”&lt;br /&gt;Lalu Allah SWT menjawab, “Baiklah, cukup kamu sendiri yang menjadi saksi terhadap dirimu, dan malaikat mencatat sebagai saksi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudia mulut orang itu dibungkam supaya diam, sementara kepada anggota tubuhnya diperintahkan untuk bicara. Anggota tubuh itupun menyampaikan kesaksian masing-masing. Lalu orang itu dipersilahkan mempertimbangkan kesaksian anggota-anggota tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang itu malah membentak, “Pergi kamu, celakalah kamu!” Dulu aku selalu berusaha, berjuang, dan menjaga kamu baik-baik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulpun tertawa melihat orang yang telah berbuat dosa itu mengira anggota tubuhnya akan membela dan menyelamatkannya. Dia mengira, anggota tubuh itu dapat menyelamatkannya dari api neraka. Tapi ternyata anggota tubuh itu menjadi saksi yang merugikan, karena memberikan kesaksian yang sebenarnya (HR Anas bin Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mengingatkan kita pada ayat 65 surah Yasin, yang maknanya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Dewi for group islamunderattack&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1662257345072776647?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1662257345072776647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/ketika-rasulullah-tersenyum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1662257345072776647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1662257345072776647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/ketika-rasulullah-tersenyum.html' title='Ketika Rasulullah Tersenyum..'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5dHVra-2I/AAAAAAAABP8/kdtpegHHJlk/s72-c/rasulullah1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7334476183640763226</id><published>2010-06-08T21:54:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T21:54:04.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Surat untukmu Ayah..."</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5ZQ-Ov5RI/AAAAAAAABP0/c1tSlS4Attg/s1600/surat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="112" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5ZQ-Ov5RI/AAAAAAAABP0/c1tSlS4Attg/s200/surat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;Sang Ayah mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar amplop&lt;br /&gt;bertuliskan&lt;br /&gt;“Untuk ayah” diatas kasurnya.. perlahan dia mulai membuka surat itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku tercinta,&lt;br /&gt;Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik, setelah bertemu dia.. ayah juga pasti akan setuju meski dengan tatto2 dan piercing yang melekat ditubuhnya, juga dengan motor bututnya serta rambut gondrongnya. Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aq pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan membesarkannya bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis perdagangan ekstasi yang sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut memisahkan kami. Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dy bisa segera sembuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Aq tahu dia juga punya cewek lain tapi aq percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15 tahun sekarang, aku bisa menjaga diriku. Salam sayang untuk kalian semua. Oh iya, berikan bonekaku untuk adik, dia sangat menginginkannya.&lt;br /&gt;—-&lt;br /&gt;Masih dengan perasaan terguncang dan tangan gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat dari putri tercintanya itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps : Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih mengerikan daripada nilai Raportku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani raportku diatas meja &amp;amp; berjanji untuk tidak memarahiku, panggil aku ya…Aku tidak kemana2, saat ini aku ada di tetangga sebelah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;(Hareem Musasi) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7334476183640763226?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7334476183640763226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-untukmu-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7334476183640763226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7334476183640763226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-untukmu-ayah.html' title='Cerita, &quot;Surat untukmu Ayah...&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5ZQ-Ov5RI/AAAAAAAABP0/c1tSlS4Attg/s72-c/surat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-298495851817765850</id><published>2010-06-08T21:36:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T21:36:01.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Surat dari Ibu"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s1600/write-with-us.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s320/write-with-us.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anakku….&lt;br /&gt;Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang&lt;br /&gt;gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.&lt;br /&gt;Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak berjumpa, meski&lt;br /&gt;melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku…&lt;br /&gt;Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku..&lt;br /&gt;Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan&lt;br /&gt;luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Tuhan yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku…&lt;br /&gt;Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku…&lt;br /&gt;Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Tuhan, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku..&lt;br /&gt;Takutlah engkau kepada Tuhan karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku…&lt;br /&gt;Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang&lt;br /&gt;sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayang dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ..Ingatlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibumu.........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-298495851817765850?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/298495851817765850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-dari-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/298495851817765850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/298495851817765850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-dari-ibu.html' title='Cerita, &quot;Surat dari Ibu&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s72-c/write-with-us.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6927404374356745415</id><published>2010-06-08T21:27:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T21:27:23.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Nasehat Alm. Ayah"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5TGrGy_iI/AAAAAAAABPk/Pij0Y8WX_LQ/s1600/portret-Gs-father.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5TGrGy_iI/AAAAAAAABPk/Pij0Y8WX_LQ/s200/portret-Gs-father.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang pengusaha muda yang sukses dan kaya raya terpaksa harus menghadapi ajalnya karena kanker kulit yang parah akibat sensitifitas tidak normal terhadap sinar matahari.&lt;br /&gt;Sebelum meninggal, kepada dua anaknya yang masih belia ia berpesan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah akan mewarisi seluruh kekayaan dan usaha ini pada kalian berdua. Ayah hanya memberi dua pesan utama agar kalian sukses dan kaya raya seperti ayah tapi bisa menikmatinya lebih lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama jangan biarkan sinar matahari menyinari kulitmu secara langsung terlalu lama, karena mungkin gen kanker kulit ini menurun pada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kedua, dalam bisnis, jangan pernah menagih hutang pada pelanggan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi pesan tersebut sang ayah meninggal, tanpa sempat memberi penjelasan yang lebih banyak. Kedua anak tersebut berjanji akan memenuhi permintaan ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua anak tersebut dibesarkan oleh ibunya. Setelah cukup umur, sang ibu memberi keduanya usaha yang diwariksan ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, salah satu anak menjadi anak yang sangat kaya raya, sedangkan satu lagi menjadi sangat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu akhirnya bertanya, kenapa salah satu menjadi miskin sedangkan yang satu menjadi kaya. Padahal keduanya memegang teguh nasehat ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang miskin berkata pada ibunya.&lt;br /&gt;"Ibu, bagaimana saya tidak miskin. Ayah berpesan agar selalu menghindari matahari. Jadi setiap pagi aku harus pergi pakai kendaraan, sewa mobil, naik taksi, sekalipun sebenarnya jaraknya dekat dan bisa jalan kaki. Tentu saja hidup saya menjadi boros. Lalu ayah berpesan jangan menagih hutang kepada klien. Tentu saja bisnis saya tidak berjalan baik. Setiap kali ada yang menunggak saya tidak bisa menagih sehingga lama kelamaan modal saya habis. Saya jadi bangrut dan miskin!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sang ibu menengok ke wajah anak yang kaya raya, menunggu jawaban.&lt;br /&gt;Kepada sang ibu anak yang kaya berkata;&lt;br /&gt;"Wahai ibu, saya menjadi kaya raya seperti ini karena mengikuti nasehat akhir ayah. Karena ayah meminta saya menghindar dari matahari, maka saya selalu pergi ke kantor sebelum matahari terbit. Kalau dekat saya bisa jalan kaki tanpa perlu takut sinar matahari karena belum terbit. Karena saya selalu datang pagi pegawai jadi ikut disiplin tidak berani terlambat. Sedangkan ketika pulang, saya selalu menunggu matahari terbenam, jadi jam kerja saya selalu di atas rata-rata orang lain. Lalu ayah berpesan jangan menagih hutang pada klien. Karena itu saya menerapkan sistem cash and carry, sehingga arus kas perusahaan saya sangat maju."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah akhirnya sang ibu tahu bagaimana nasehat yang sama bisa menghasilkan penafsiran yang berbeda dan hasilnya jauh berlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pelajarannya?&lt;br /&gt;Kadang konsep dan penerapan berbeda jauh.&lt;br /&gt;Sering kita lihat orang yang memegang kitab suci yang sama tapi berbeda jauh kualitas hidupnya, padahal keduanya sama-sama merasa berpegang teguh pada kitab tersebut.&lt;br /&gt;Sering kita lihat pegawai yang bekerja dengan peraturan perusahaan yang sama tapi sikapnya saling berseberangan.&lt;br /&gt;Kadang -kadang masalah utama bukan di peraturannya tapi bagaimana kita menerjemahkannya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Isa Alamsyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6927404374356745415?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6927404374356745415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-nasehat-alm-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6927404374356745415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6927404374356745415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-nasehat-alm-ayah.html' title='Cerita, &quot;Nasehat Alm. Ayah&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5TGrGy_iI/AAAAAAAABPk/Pij0Y8WX_LQ/s72-c/portret-Gs-father.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-6116329350013661065</id><published>2010-06-08T21:19:00.001+07:00</published><updated>2010-06-08T21:21:27.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Al-Balkhi dan Si Burung Pincang"</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5RtTKLGrI/AAAAAAAABPc/w5-DdEO5p00/s1600/burung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5RtTKLGrI/AAAAAAAABPc/w5-DdEO5p00/s200/burung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah, hiduplah pada zaman dahulu seorang yang terkenal dengan kesalehannya, bernama al-Balkhi. Ia mempunyai sahabat karib yang bernama Ibrahim bin Adham yang terkenal sangat zuhud. Orang sering memanggil Ibrahim bin Adham dengan panggilan Abu Ishak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, al-Balkhi berangkat ke negeri orang untuk berdagang. Sebelum berangkat, tidak ketinggalan ia berpamitan kepada sahabatnya itu. Namun belum lama al-Balkhi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba ia datang lagi. Sahabatnya menjadi heran, mengapa ia pulang begitu cepat dari yang direncanakannya. Padahal negeri yang ditujunya sangat jauh lokasinya. Ibrahim bin Adham yang saat itu berada di masjid langsung bertanya kepada al-Balkhi, sahabatnya. "Wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau pulang begitu cepat?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam perjalanan", jawab al-Balkhi, "aku melihat suatu keanehan, sehingga aku memutuskan untuk segera membatalkan perjalanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keanehan apa yang kamu maksud?" tanya Ibrahim bin Adham penasaran.&lt;br /&gt;"Ketika aku sedang beristirahat di sebuah bangunan yang telah rusak", jawab al-Balkhi menceritakan, "aku memperhatikan seekor burung yang pincang dan buta. Aku pun kemudian bertanya-tanya dalam hati. "Bagaimana burung ini bisa bertahan hidup, padahal ia berada di tempat yang jauh dari teman-temannya, matanya tidak bisa melihat, berjalan pun ia tak bisa".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Tidak lama kemudian", lanjut al-Balkhi, "ada seekor burung lain yang dengan susah payah menghampirinya sambil membawa makanan untuknya. Seharian penuh aku terus memperhatikan gerak-gerik burung itu. Ternyata ia tak pernah kekurangan makanan, karena ia berulangkali diberi makanan oleh temannya yang sehat".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lantas apa hubungannya dengan kepulanganmu?" tanya Ibrahim bin Adham yang belum mengerti maksud kepulangan sahabat karibnya itu dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku pun berkesimpulan", jawab al-Balkhi seraya bergumam, "bahwa Sang Pemberi Rizki telah memberi rizki yang cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya. Kalau begitu, Allah Maha Pemberi, tentu akan pula mencukupkan rizkiku sekali pun aku tidak bekerja". Oleh karena itu, aku pun akhirnya memutuskan untuk segera pulang saat itu juga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturan sahabatnya itu, Ibrahim bin Adham berkata, "wahai al-Balkhi sahabatku, mengapa engkau memiliki pemikiran serendah itu? Mengapa engkau rela mensejajarkan derajatmu dengan seekor burung pincang lagi buta itu? Mengapa kamu mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup dari belas kasihan dan bantuan orang lain? Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang satunya lagi? Ia bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup sahabatnya yang memang tidak mampu bekerja? Apakah kamu tidak tahu, bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Balkhi pun langsung menyadari kekhilafannya. Ia baru sadar bahwa dirinya salah dalam mengambil pelajaran dari kedua burung tersebut. Saat itu pulalah ia langsung bangkit dan mohon diri kepada Ibrahim bin Adham seraya berkata, "wahai Abu Ishak, ternyata engkaulah guru kami yang baik". Lalu berangkatlah ia melanjutkan perjalanan dagangnya yang sempat tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, mengingatkan kita semua pada hadits yang diriwayatkan dari Miqdam bin Ma'dikarib radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, yang artinya: "Tidak ada sama sekali cara yang lebih baik bagi seseorang untuk makan selain dari memakan hasil karya tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud 'alaihis salam makan dari hasil jerih payahnya sendiri" (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Joko Yuniarto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-6116329350013661065?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/6116329350013661065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-al-balkhi-dan-si-burung-pincang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6116329350013661065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/6116329350013661065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-al-balkhi-dan-si-burung-pincang.html' title='Cerita, &quot;Al-Balkhi dan Si Burung Pincang&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5RtTKLGrI/AAAAAAAABPc/w5-DdEO5p00/s72-c/burung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-2729946773653463845</id><published>2010-06-08T21:10:00.001+07:00</published><updated>2010-06-08T21:10:49.393+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Jejak Sepatu di karpet" (Kisah Nyata)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5OpbAlY_I/AAAAAAAABPM/Pi7GNIwis-A/s1600/karpet.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5OpbAlY_I/AAAAAAAABPM/Pi7GNIwis-A/s200/karpet.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;Sebuah kisah nyata... Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan &amp;amp; kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih &amp;amp; teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum &amp;amp; berkata&lt;br /&gt;kepada sang ibu : "Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan" Ibu itu kemudian menutup matanya. "Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa&lt;br /&gt;kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?" Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yg murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu.Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu&lt;br /&gt;kasihi".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, napasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu &amp;amp; kotoran disana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu". Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yg dikasihinya ada di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder &amp;amp; John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut pandang kita, sehingga sesuatu yg tadinya negatif dapat menjadi positif, salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang : Saya BERSYUKUR;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan, karena itu artinya IA BERSAMAKU bukan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV, karena itu artinya IA berada DI RUMAH dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal, karena itu artinya mereka DI RUMAH dan tidak jadi anak jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Untuk Tagihan Pajak yang cukup besar, karena itu artinya SAYA BEKERJA dan DIGAJI TINGGI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan, karena itu artinya keluarga kami dikelilingi BANYAK TEMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Untuk pakaian yang mulai kesempitan, karena itu artinya saya CUKUP MAKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari, karena itu artinya saya masih MAMPU bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah, karena itu artinya masih ada KEBEBASAN BERPENDAPAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya, karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih HIDUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Untuk setiap permasalahan hidup yang saya hadapi, karena itu artinya Tuhan sedang membentuk dan menempa saya untuk menjadi lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Note Lutfi S. Fauzan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-2729946773653463845?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/2729946773653463845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-jejak-sepatu-di-karpet-kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2729946773653463845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/2729946773653463845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-jejak-sepatu-di-karpet-kisah.html' title='Cerita, &quot;Jejak Sepatu di karpet&quot; (Kisah Nyata)'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5OpbAlY_I/AAAAAAAABPM/Pi7GNIwis-A/s72-c/karpet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7563948934563499734</id><published>2010-06-08T20:57:00.001+07:00</published><updated>2010-06-08T20:58:21.247+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Surat dari Ayah"</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5L46BrCGI/AAAAAAAABPE/w_wQNkmU7H0/s1600/surat-surat.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5L46BrCGI/AAAAAAAABPE/w_wQNkmU7H0/s200/surat-surat.gif" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;Di awal perjalanan waktumu, di ujung lintasan hayatku, ingin kusampaikan kepadamu beberapa patah kata yang kuharapkan dapat menjadi azimat yang memberikan warna indah bagi hidupmu yang penuh keceriaan. Senang hatiku karena engkau selalu memperhatikan kata-kataku. Hal itu membuatku semakin bergairah untuk bercerita kepadamu tentang mutiara-mutiara kehidupan yang berhasil kukumpulkan disepanjang perjalananku. Kali ini izinkanlah aku bertutur tentang arti sahabat dan persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku, tidak ada seekor burungpun yang dapat terbang jauh apabila ia terbang sendirian. Begitu juga tak seorangpun dapat mencapai tujuan-tujuan besar dalam hidupnya apabila ia mencoba mencapainya seorang diri, atau apabila ia tidak mempunyai sahabat-sahabat disekelilingnya. Seorang sahabat adalah seseorang yang dengannya engkau berani menjadi dirimu sendiri, yang dengannya engkau berani berkata : "Inilah Aku" !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh seorang sahabat adalah bagian penting dari hidupmu. Orang bijak mengatakan bahwa seorang sahabat adalah dorongan ketika engkau berhenti, sepatah kata ketika engkau kesepian, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, senyuman sabar ketika engkau berduka, juga lagu gembira ketika engkau merasa bahagia. Bahkan seorang sahabat adalah seseorang yang menghentikanmu ketika engkau meluncur jatuh. Seorang sahabat adalah orang yang siap mendengar ketika engkau ingin mengatakan sesuatu, seorang yang peduli dengan masalahmu , dan juga tempat engkau berbagi rasa ! Tentu senang hatiku jika engkau mempunyai shabat. Telah kulihat kebijakanmu sejak masa kecilmu Nak. Tentu tak sulit bagimu untuk memahami kata-kataku. Dan mengenai arti Persahabatan, Anakku, aku hanya ingin mengatakan bahwa Persahabatan adalah intan-berlian yang tak ternilai harganya. Tak dapat dijual, tak dapat dibeli, dan juga tak mungkin dipinjamkan, karena didalamnya terkandung kehendak untuk saling menghormati, saling mencintai, dan saling memberi !&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatanku, tangisanmu yang nyaring ketika engkau hadir di dunia ini. Masih segar dalam pandanganku bagaimana kau repotkan ibumu dengan rasa hausmu akan kasih sayangnya. Aduhai Anakku, tahukah engkau betapa besar cinta kami kepadamu ? Sengaja kami pilihkan sebuah nama yang indah bagimu, Nak. Semoga indah pula masa depanmu !! Berbahagialah dengan apa yang ada pada dirimu, Nak ! Apa yang dianugerahi Tuhan kepadamu adalah apa yang terbaik bagimu ! Bersyukurlah dengan semua nikmat yang telah Ia berikan kepadamu, dan bersabarlah dengan ujian yang datang dari-Nya. Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki keburukan bagi kita. Sesungguhnya Ia Maha Bijaksana. Jadikanlah dirimu manusia yang berguna, agar tidak sia-sia Tuhan menciptakanmu. Bersungguh-sungguhlah dalam menempuh perjalanan hidupmu, karena dengan penuh kesungguhan pula Ia telah menciptakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milikilah sebuah cita-cita yang luhur dan mulia karena ia merupakan penggerak jiwa yang luar biasa, tonikum yang menyegarkan seluruh sel-sel tubuhmu, serta pembakar semangat yang tak habis-habisnya ! Dan, dengan senantiasa memohon pertolongan-Nya, raihlah tujuan hidupmu dengan cara terhormat ! Sesungguhnya manusia yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya adalah manusia yang juga tidak mempunyai masa depan, dan manusia yang menghalalkan segala cara untuk meraih harapan-harapannya adalah manusia yang menabung derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa Tuhan adalah Yang Terbaik untuk dicintai ( The Best to Love ). Bila kau dapatkan cinta-Nya maka telah kau miliki segala-galanya, karena Dia-lah Yang Maha Kaya. Sebaliknya mereka yang kehilangan cinta-Nya adalah orang-orang yang telah kehilangan segala-galanya. Berjuanglah dengan baiklah anakku, kucukupkan suratku sampai di sini, dengan harapan semoga engkau semakin arif, semakin bijaksana, dan semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang mencintaimu selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang selalu berdo'a untukmu, Ayahmu..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 13px; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7563948934563499734?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7563948934563499734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-dari-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7563948934563499734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7563948934563499734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-surat-dari-ayah.html' title='Cerita, &quot;Surat dari Ayah&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5L46BrCGI/AAAAAAAABPE/w_wQNkmU7H0/s72-c/surat-surat.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8330789947487448634</id><published>2010-06-02T22:10:00.000+07:00</published><updated>2010-06-02T22:10:45.829+07:00</updated><title type='text'>Cerita, "Menjadi Kaya karena Menikah"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=7abf766094abfd3257f5d6d8983b4bbe&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fkampussyariah.files.wordpress.com%2F2009%2F06%2Fnikah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" class="ext_img img" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=7abf766094abfd3257f5d6d8983b4bbe&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fkampussyariah.files.wordpress.com%2F2009%2F06%2Fnikah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ust. Yusuf Mansur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari-hari pertama pernikahan kami, suami bertanya, “Ke mana saja uangmu selama ini?” Pertanyaan itu sungguh menggedor dadaku. Ya, ke mana saja uangku selama ini? Buku tabunganku tak pernah berisi angka belasan hingga puluhan juta. Selalu hanya satu digit. Itu pun biasanya selalu habis lagi untuk kepentingan yang agak besar seperti untuk bayar kuliah (ketika aku kuliah) dan untuk kepentingan keluarga besarku di kampung. Padahal, kalau dihitung-hitung, gajiku tidaklah terlalu kecil-kecil amat. Belum lagi pendapatan lain-lain yang kudapat sebagai penulis, instruktur pelatihan menulis, pembicara di berbagai acara, guru privat, honor anggota tim audit ataupun tim studi. Lalu, ke mana saja uangku selama ini? Kepada suamiku, waktu itu aku membeberkan bahwa biaya operasional untuk keaktifanku cukup besar. Ongkos jalan, pulsa telepon, nombok biaya kegiatan, makan dan traktiran. Intinya, aku mencari apologi atas aliran uangku yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diam-diam aku malu padanya. Sesaat sebelum pernikahan kami, dia berkata, “Gajiku jauh di bawah gajimu...”. Kata-kata suamiku -ketika masih calon- itu membuatku terperangah. “Yang benar saja?” sambutku heran. Dengan panjang kali lebar kemudian dia menjelaskan kondisi perusahaan plat merah tempatnya bekerja serta bagaimana tingkat numerasinya. Yang membuatku lebih malu lagi adalah karena dengan gajinya yang kecil itu, setelah empat tahun hidup di Jakarta, ia telah mampu membeli sebuah sepeda motor baru dan sebuah rumah –walaupun bertipe RSS- di dalam kota Jakarta. Padahal, ia tidak memiliki sumber penghasilan lain, dan dikantornya dikenal sebagai seorang yang bersih, bahkan “tak kenal kompromi untuk urusan uang tak jelas.” Fakta bahwa gajinya kecil membuatku tahu bahwa suamiku adalah seorang yang hemat dan pandai mengatur penghasilan. Sedang aku?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari pertama kami pindahan.&lt;br /&gt;Aku menata baju-baju kami di lemari. “Mana lagi baju, Mas?” tanyaku pada suami yang tengah berbenah. “Udah, itu aja!” Aku mengernyit. “Itu aja? Katanya kemarin baju Mas banyak?” tanyaku lebih lanjut. “Iya, banyak kan?” tegasnya lagi tanpa menoleh. Aku kemudian menghitung dengan suara keras. Tiga kemeja lengan pendek, satu baju koko, satu celana panjang baru, tiga pasang baju seragam. Itu untuk baju yang dipakai keluar rumah. Sedang untuk baju rumah, tiga potong kaos oblong dengan gambar sablon sebuah pesantren, dua celana pendek sedengkul dan tiga pasang pakaian dalam. Ketika kuletakkan dalam lemari, semua itu tak sampai memenuhi satu sisi pintu sebuah lemari. Namun dua lemari besar itu penuh. Itu artinya pakaianku lebih dari tiga kali lipat lebih banyak dibanding jumlah baju suamiku. Kata orang, kaum wanita biasanya memang memiliki baju lebih banyak dibanding kaum laki-laki. Tapi isi lemari baju itu memberikan jawaban atas banyak hal padaku. Terutama, pertanyaannya di hari-hari pertama pernikahan kami tentang ke mana saja uangku. Isi lemari itu memberi petunjuk bahwa selain untuk keluarga dan organisasi, ternyata aku menghabiskan cukup banyak uang untuk belanja pakaian. Oo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan-pekan pertama aku hidup bersamanya.&lt;br /&gt;Aku mencoba mencatat semua pengeluaran kami. Dan aku sudah mulai memasak untuk makan sehari-hari. Cukup pusing memang. Apalagi jika melihat harga-harga yang terus melonjak. Tapi coba lihat...! Untuk makan seminggu, pengeluaran belanjaku tak pernah lebih dari seratus ribu. Padahal menu makanan kami tidaklah terlalu sederhana: dalam seminggu selalu terselip ikan, daging atau ayam meski tidak tiap hari. Buah–makanan -kesukaanku- dan susu –minuman favorit suamiku- selalu tersedia di kulkas. Itu artinya, dalam sebulan kami berdua hanya menghabiskan kurang dari lima ratus ribu untuk makan dan belanja bulanan. Aku jadi berhitung, berapa besar uang yang kuhabiskan untuk makan ketika melajang? Aku tak ingat, karena dulu aku tak pernah mencatat pengeluaranku dan aku tidak memasak. Tapi yang pasti, makan siang dan malamku rata-rata seharga sepuluh hingga belasan ribu. Belum lagi jika aku jalan-jalan atau makan di luar bersama teman. Bisa dipastikan puluhan ribu melayang. Itu artinya, dulu aku menghabiskan lebih dari 500ribu sebulan hanya untuk makan? Ups!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sebulan menikah.&lt;br /&gt;“De, kulihat pembelian pulsamu cukup banyak? Bisa lebih diatur lagi?”&lt;br /&gt;“Mas, untuk pulsa, sepertinya aku tidak bisa menekan. Karena itu adalah saranaku mengerjakan amanah di organisasi.” Si mas pun mengangguk. Tapi ternyata, kuhitung dalam sebulan ini, pengeluaran pulsaku hanya 300 ribu, itu pun sudah termasuk pulsa untuk hp si Mas, lumayan berkurang dibanding dulu yang nyaris selalu di atas 500 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bulan awal perkawinan kami.&lt;br /&gt;Seminggu pertama, aku diantar jemput untuk berangkat ke kantor. Tapi berikutnya, untuk berangkat aku nebeng motor suamiku hingga ke jalan raya dan meneruskan perjalanan dengan angkutan umum sekali jalan. Dua ribu rupiah saja. Pulangnya, aku naik angkutan umum. Dua kali, masing-masing dua ribu rupiah. Sebelum menikah, tempat tinggalku hanya berjarak tiga kiloan dari kantor. Bisa ditempuh dengan sekali naik angkot plus jalan kaki lima belas menit. Ongkosnya dua ribu rupiah saja sekali jalan. Tapi dulu aku malas jalan kaki. Kuingat-ingat, karena waktu mepet, aku sering naik bajaj. Sekali naik enam ribu rupiah. Kadang-kadang aku naik dua kali angkot, tujuh ribu rupiah pulang pergi. Hei, besar juga ya ternyata ongkos jalanku dulu? Belum lagi jika hari Sabtu Ahad. Kegiatanku yang banyak membuat pengeluaran ongkos dan makan Sabtu Ahadku berlipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tiga bulan menikah.&lt;br /&gt;“Ke ITC, yuk, Mas?” Kataku suatu hari. Sejak menikah, rasanya aku belum lagi menginjak ITC, mall, dan sejenisnya. Paling pasar tradisional. “Oke, tapi buat daftar belanja, ya?” kata Masku. Aku mengangguk. Di ITC, aku melihat ke sana ke mari. Dan tiap kali melihat yang menarik, aku berhenti. Tapi si Mas selalu langsung menarik tanganku dan berkata,”Kita selesaikan yang ada dalam daftar dulu?” Aku mengangguk malu. Dan aku kembali teringat, dulu nyaris setiap ada kesempatan atau pas lewat, aku mampir ke ITC, mall dan sejenisnya. Sekalipun tanpa rencana, pasti ada sesuatu yang kubeli. Berapa ya dulu kuhabiskan untuk belanja tak terduga itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tiga bulan pernikahan “Kita beli oleh-oleh sebentar ya, untuk Bude?” Masku meminggirkan motor. Kios-kios buah berjejer di pinggir jalan. Kami dalam perjalanan silaturahmi ke rumah salah satu kerabat. Dan membawakan oleh-oleh adalah bagian dari tradisi itu.&lt;br /&gt;“Sekalian, Mas. Ambil uang ke ATM itu...” Aku ingat, tadi pagi seorang tetangga ke rumah untuk meminjam uang. Ini adalah kesekian kali, ada tetangga meminjam kepada kami dengan berbagai alasan. Dan selama masih ada si Mas selalu mengizinkanku untuk memberi pinzaman(meski tidak langsung saat itu juga). Semua itu membuatku tahu, meskipun hemat, si Mas tidaklah pelit. Bersikaplah pertengahan, begitu katanya. Jangan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas, tapi jangan lantas menjadi pelit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semester pertama pernikahan.&lt;br /&gt;Mengkilat. Elegan. Kokoh. Masih baru. Gress. Begitu sedap dipandang mata. Benda itu, sudah sekian lama kuinginkan. Sebuah laptop baru kelas menengah (meski masih termasuk kategori low end). Namun selama ini, setiap kali melihatnya di pameran atau di toko-toko komputer, aku hanya bisa memandanginya dan bermimpi. Tak pernah berani merencanakan, mengingat duitku yang tak pernah cukup. Tapi rasanya, dalam waktu dekat benda di etalase itu akan kumiliki. Rasanya sungguh indah, memiliki sebuah benda berharga yang kubeli dengan uangku sendiri, uang yang kukumpulkan dari gajiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menikah, aku tak pernah lagi membeli baju untuk diriku sendiri. Pakaian dan jilbabku masih dapat di-rolling untuk sebulan. Sejak menikah, aku memilih membawa makan siang dari rumah ke kantor. Aku juga jarang ke mall lagi. Dan kini, setiap kali akan membeli sesuatu, aku selalu bertanya: perlukah aku membeli barang itu? Indahnya, aku menikmati semua itu. Dan kini, aku bisa menggunakan tabunganku untuk sesuatu yang lebih berharga dan tentu saja bermanfaat bagi aktifitasku saat ini, lingkunganku dan masa depanku nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersyukur kepada Allah. Semua ini, bisa dikatakan sebagai berkah pernikahan. Bukan berkah yang datang tiba-tiba begitu saja dari langit. Tapi berkah yang dikaruniakan Allah melalui pelajaran berhemat yang dicontohkan oleh suamiku. Rabb, terima kasih atas berkahMu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8330789947487448634?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8330789947487448634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8330789947487448634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/06/cerita-menjadi-kaya-karena-menikah.html' title='Cerita, &quot;Menjadi Kaya karena Menikah&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-4548794385821934094</id><published>2010-05-26T00:34:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T00:34:20.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Daun Di Musim Gugur"</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wJ7N0IHtI/AAAAAAAABMc/t3EtUeSaPIE/s1600/tukang-sapu1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wJ7N0IHtI/AAAAAAAABMc/t3EtUeSaPIE/s200/tukang-sapu1.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman dikotori dengan ranting dan daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja terlalu keras setiap hari?" sambil masih memegang sapu, si anak sibuk memutar otak memikirkan cara yang jitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, "selamat pagi Anakku, kenapa kamu melamun? Apa gerangan yang sedang kamu pikirkan?" "Eh, selamat pagi paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus melulu menyapu seperti sekarang ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum si paman menjawab, "Bagaimana kalau kamu coba menggoyangkan setiap pohon agar daunnya jatuh lebih banyak. Siapa tahu, dengan lebih banyak daun yang gugur, paling tidak besok daunnya tidak mengotori halaman dan kamu tidak perlu menyapu". "Wah ide paman hebat sekali!" Segera dia berlari mendekat ke batang pohon dan menggoyang-goyangkan sekuat tenaga. Semua pohon diperlakukan sama, dengan harapan, setidaknya besok dia tidak perlu menyapu lagi. "Lumayan bisa istirahat satu hari tidak bekerja", katanya dalam hati dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malam hari si anak pun tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, cepat-cepat dia berlari keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa saat melihat halaman yang kembali dipenuhi dengan rontokan daun-daun. Saat itu pula paman sedang ada di luar dan memperhatikan ulah nya sambil berkata "Anakku, musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun kamu hari ini bekerja keras menyapu daun2 yang rontok, esok hari akan tetap ada daun-daun yang rontok untuk di bersihkan, Kita tidak bisa merubah kondisi alam sesuai dengan kemauan kita. Daun yang harus rontok, tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Maka jangan kecewa karena harus bekerja setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang, setuju?" kata si paman memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu berarti. "Setuju paman. Terima kasih atas pelajarannya", Segera dia berlari menghampiri sapunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita bekerja dengan suasana hati yang tidak gembira , maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan terasa berat dan mudah timbul perasaaan bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah mandarin mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selesaikan pekerjaaan hari ini dengan baik, besok masih ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita telah mampu menikmati setiap pekerjaan dgn penuh kesadaran dan tanggung jawab. maka setiap hari pasti menjadi hari kerja yang membahagiakan dan setiap besok menjadi harapan yang menggairahkan. Sehingga kita boleh dengan bangga mengatakan bahwa Bekerja adalah ibadah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oleh Andrie Wongso)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-4548794385821934094?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/4548794385821934094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-daun-di-musim-gugur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4548794385821934094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/4548794385821934094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-daun-di-musim-gugur.html' title='Cerita, &quot;Daun Di Musim Gugur&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wJ7N0IHtI/AAAAAAAABMc/t3EtUeSaPIE/s72-c/tukang-sapu1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5976178553389059932</id><published>2010-05-26T00:21:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T00:21:17.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Puisi Wanita Malang"</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wGo7DmwVI/AAAAAAAABMU/yr6g9NaSREc/s1600/gelandangan-nangis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wGo7DmwVI/AAAAAAAABMU/yr6g9NaSREc/s200/gelandangan-nangis.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.&lt;br /&gt;Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kelaparan ...&lt;br /&gt;dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tergusur ...&lt;br /&gt;dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin bekerja ....&lt;br /&gt;dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sakit ...&lt;br /&gt;dan Anda berlutut bersyukur kepada Allah atas kesehatan Anda sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telanjang, tidak punya pakaian ...&lt;br /&gt;dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,&lt;br /&gt;bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kesepian ...&lt;br /&gt;dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Allah&lt;br /&gt;tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca puisi itu ...&lt;br /&gt;Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis.&lt;br /&gt;Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan.&lt;br /&gt;Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bijak mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perbuatan nyata, sekecil apa pun, jauh lebih berarti dibandingkan seribu kata-kata indah.&lt;br /&gt;Satu perbuatan nyata sama dengan seribu kata-kata indah.&lt;br /&gt;Satu perbuatan nyata akan mengundang beberapa perbuatan nyata lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Catatan dari Wulan Puspitasari, Cibinong, Bogor.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5976178553389059932?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5976178553389059932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-puisi-wanita-malang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5976178553389059932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5976178553389059932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-puisi-wanita-malang.html' title='Cerita, &quot;Puisi Wanita Malang&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wGo7DmwVI/AAAAAAAABMU/yr6g9NaSREc/s72-c/gelandangan-nangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-5952764577694326387</id><published>2010-05-26T00:13:00.000+07:00</published><updated>2010-05-26T00:13:06.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Pensil"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wE8LnwWfI/AAAAAAAABMM/xJ3NtHL_-64/s1600/pensil.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wE8LnwWfI/AAAAAAAABMM/xJ3NtHL_-64/s200/pensil.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada jaman dulu, pensil dibuat secara manual dalam arti tidak menggunakan mesin-mesin canggih seperti sekarang. Sebelum merakit pensil, seorang tukang pensil memilih kayu kecil yang benar-benar lurus dengan ukuran yang sesuai. Sesudah itu ia akan membelah kayu menjadi dua tepat di tengah. Di tengah-tengah belahan kayu tersebut dipasang batangan grafit. Sepasang kayu tersebut kemudian diolesi lem dan dikatupkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu pulalah yang dilakukan oleh Charles. Charles adalah seorang tukang pensil yang cukup terkenal. Memang, tidak banyak orang yang bisa membaca dan menulis waktu itu. Hanya orang-orang tertentu saja yang membutuhkan jasa Charles. Biasanya kaum bangsawan maupun keluarga kerajaan. Sehingga, kedudukan pembuat pensil di mata masyarakat waktu itu pun juga cukup terpandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada yang unik dari Charles. Setelah selesai merakit pensil dan sebelum dimasukkan ke kotaknya, Charles selalu berkata-kata dulu pada pensil buatannya. Begini katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada lima hal yang wajib kamu ketahui untuk menjadi pensil yang sempurna.” Ia melanjutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama, ingatlah bahwa kalian hanya bisa menghasilkan tulisan yang indah jika ada sebuah tangan yang menuntun kalian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Kedua, setiap akan dipakai kalian akan diraut dan dikikir. Ini adalah proses yang sangat menyakitkan. Tapi hanya itulah satu-satunya cara agar kalian bisa selalu tajam, sempurna, dan layak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jangan takut untuk berbuat salah karena kalian bisa memperbaikinya sekalipun tidak bisa menghapusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bagian terpenting pensil terletak di dalam diri kalian, yaitu batangan grafit untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, mungkin kalian tidak digunakan untuk menulis di atas kertas melulu, adakalanya di tembok, di kanvas, atau di tempat-tempat lain yang tidak seharusnya. Tetapi, tetaplah setia untuk menggoreskan grafitmu. Karena tugasmu hanyalah menulis, tidak peduli dimanapun kamu akan ditugaskan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;——————-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jika cerita di atas direnungkan, apa yang dikatakan Charles kepada pensil buatannya sangat mirip dengan apa yang terjadi pada manusia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia akan hanya bisa menghasilkan karya yang indah jika manusia tersebut membiarkan Tangan Tuhan mengendalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia akan selalu bertemu dengan berbagai masalah. Tetapi harus diakui bahwa masalah-masalah tersebut membuat manusia bisa makin bertumbuh dan makin sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, setiap manusia bisa berbuat salah, tetapi setiap manusia juga bisa memperbaiki kesalahan sekalipun tidak mampu untuk menghapusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, keindahan manusia justru terletak pada bagian dalamnya, bukan pada sisi luarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, adakalanya manusia merasa berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tetapi manusia harus tetap setia dengan peran dan tugasnya di tempat-tempat tersebut, mungkin Sang Pencipta memiliki rencana tersendiri kenapa manusia dibiarkan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[CeritaInspirasi.net]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-5952764577694326387?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/5952764577694326387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-pensil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5952764577694326387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/5952764577694326387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-pensil.html' title='Cerita, &quot;Pensil&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_wE8LnwWfI/AAAAAAAABMM/xJ3NtHL_-64/s72-c/pensil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1650379282684891924</id><published>2010-05-24T23:06:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T23:06:03.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Oh Bunda..."</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qjpb1f6WI/AAAAAAAABL0/h4T4Y5fz4SU/s1600/kebakaran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="157" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qjpb1f6WI/AAAAAAAABL0/h4T4Y5fz4SU/s200/kebakaran.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dstnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun berapaan udah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.&lt;br /&gt;Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh&lt;br /&gt;sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi uring-uringan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah kotak kecil.&lt;br /&gt;Di dalam kotak hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 yang masih punya Ibu di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source by Email&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1650379282684891924?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1650379282684891924/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-oh-bunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1650379282684891924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1650379282684891924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-oh-bunda.html' title='Cerita, &quot;Oh Bunda...&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qjpb1f6WI/AAAAAAAABL0/h4T4Y5fz4SU/s72-c/kebakaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7809722323704957619</id><published>2010-05-24T22:53:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T22:53:31.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Andai Aku Adalah Ukasyah.. ! "</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qgyOs5WhI/AAAAAAAABLk/0-E1r-F3Dr4/s1600/cambuk.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qgyOs5WhI/AAAAAAAABLk/0-E1r-F3Dr4/s200/cambuk.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;Mesjid penuh sesak, kaum Muhajirin beserta Anshar. Semua berkumpul setelah Bilal memanggil mereka dengan suara adzan.Rosululloh baru saja sembuh, yang membuat semua sahabat tak melewatkan kesempatan ini. Setelah mengimami shalat, nabi berdiri dengan anggun di atas mimbar. Suaranya basah, menyenandungkan puji dan kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Senyap segera saja datang, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara sang Nabi yang baru berada lagi. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah. Selanjutnya Nabi bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duhai sahabat, kalian tahu umurku tak akan lagi panjang, Siapakah diantara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil Qisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, karena sekarang itu lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang hadir terdiam, semua mata menatap lekat Nabi yang terlihat lemah. Tak akan pernah ada dalam benak mereka perilaku Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Utusan Alloh, selalu saja indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening sari pati cinta. Jadi Para shahabat Tak akan rela - sampai kapanpun- ada yang menyentuh Rosululloh SAW meski hanya sehelai rambut beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya, kali ini suaranya terdengar lebih keras. Masih saja para sahabat duduk tenang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri menuju Nabi. Dialah 'Ukasyah Ibnu Muhsin. " Saya Ya Rosulalloh...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau melecutkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau memukul lambung samping ku ucap 'Ukasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Shahabat terkejut mendengar ucapan lancang Ukasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang,i Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah putri kesayangannya, Fatimah. Tampak keengganan menggelayuti Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mau mengecewakan Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Siapakah gerangan orang yang ingin meng- qisas Rosululloh ?? " Tanya Fatimah geram setelah mengetahui maksud kedatangan Bilal. Bilal galau tidak menjawab pertanyaan Fatimah. Dia langsung mengambil tongkat Sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan 'Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.Para Sahabat gelisah melihat Sang Junjungan diperlakukan kurang sopan.Mereka tentu tidak boleh membiarkan hal ini terjadi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong melompatlah dua sosok dari barisan terdepan, melesat maju. Yang pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang menderas sejak dari tadi, dia lah Abu Bakar. Dan yang kedua, sosok pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Nabi menyapanya sebagai Umar Ibn Khattab. Gemetar mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai 'Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang kau dera. Pilihlah bagian manapun yang paling kau ingin, qisaslah kami, jangan sekali-kali engkau pukul Rasul"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian", Nabi memberi perintah secara tegas. Ke dua sahabat itu lemah sangsai, langkahnya surut menuju tempat semula. Mereka pandangi sosok 'Ukasyah dengan pandangan memohon. 'Ukasyah tidak bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi thalib tak tinggal diam. Berdirilah ia di depan 'Ukasyah dengan berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan qisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niat mu duhai Ali, duduklah kembali" Tukas Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai 'Ukasyah, engkau tahu, aku ini kakak-beradik, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu artinya mengkisas Rasul juga", kini yang tampil di depan U'kasyah adalah Hasan dan Husain. Tetapi sama seperti sebelumnya Nabi menegur mereka. "Duhai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid kembali ditelan senyap. Banyak jantung yang berdegup kian cepat. Tak terhitung yang menahan nafas. 'Ukasyah tetap tegap menghadap Nabi. Kini tak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi 'Ukasyah mengambil kisas. "Wahai 'Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah Ragaku," Nabi selangkah maju mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tak ada sehelai kainpun yang menghalangi lecutan cambuk itu. Bukalah bajumu ...".Para Sahabatpun semakin geram dengan prilaku Ukasyah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan ghamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, 'Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi punggung Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ukasyah menangis gembira, 'Ukasyah bertasbih memuji Allah, 'Ukasyah berteriak haru, gemetar bibirnya berucap sendu, "Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum, Nabi berkata: "Ketahuilah duhai manusia, sesiapa yang ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah pribadi lelaki ini". 'Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Para Sahabat yang lain berebut mencium 'Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. "Duhai, 'Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, karena kelak engkau menjadi salah satu yang menemani Rasul di surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Beruntung Engkau Wahai Ukasyah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ketika saya menulis ini air mata saya menetes deras... saya sangat iri dengan Sahabat Ukasyah . Saya juga mencintaimu wahai Rosulululloh.. andai saya berkesempatan memeluk engkau, mencium tanganmu ... Ya Rosululloh Ya habiballoh Ya habibi ... Salam 'alaika )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7809722323704957619?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7809722323704957619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-andai-aku-adalah-ukasyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7809722323704957619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7809722323704957619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-andai-aku-adalah-ukasyah.html' title='Cerita, &quot;Andai Aku Adalah Ukasyah.. ! &quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qgyOs5WhI/AAAAAAAABLk/0-E1r-F3Dr4/s72-c/cambuk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-8946583355110258784</id><published>2010-05-24T22:43:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T22:43:59.322+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Lentera Si Buta"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qeVMPVH9I/AAAAAAAABLc/g3OGMI41vb8/s1600/lentera.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qeVMPVH9I/AAAAAAAABLc/g3OGMI41vb8/s200/lentera.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!" Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta. Kali ini si buta bertambah marah, "Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!" Pejalan itu menukas, "Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!" Si buta tertegun.. Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, "Oh, maaf, sayalah yang 'buta', saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta." Si buta tersipu menjawab, "Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya." Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita. Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, "Maaf, apakah pelita saya padam?" Penabraknya menjawab, "Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama." Senyap sejenak. secara berbarengan mereka bertanya, "Apakah Anda orang buta?" Secara serempak pun mereka menjawab, "Iya.," sembari meledak dalam tawa. Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta. Timbul pikiran dalam benak orang ini, "Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang", ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk "membuta" walaupun mereka bisa melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita&lt;br /&gt;sendiri dan sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.&lt;br /&gt;Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Pikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : grup Aku Bisa) &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-8946583355110258784?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/8946583355110258784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-lentera-si-buta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8946583355110258784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/8946583355110258784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/cerita-lentera-si-buta.html' title='Cerita, &quot;Lentera Si Buta&quot;'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S_qeVMPVH9I/AAAAAAAABLc/g3OGMI41vb8/s72-c/lentera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-1144766083011384474</id><published>2010-05-14T23:14:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T23:16:54.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>RINTIHAN DO'A</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s1600/untitled-1-berdoa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s200/untitled-1-berdoa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471160300550100738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ali Zainal Abidin Assajad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Yang tak tersembunyi bagi-Nya apapun yang dilangit dan dibumi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin TERSEMBUNYI bagi-Mu, Tuhanku&lt;br /&gt;Apa yang Engkau CIPTAKAN....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Engkau tidak MENGHITUNG&lt;br /&gt;Apa yang Engkau BUAT....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin HILANG dari-Mu&lt;br /&gt;Apa yang Engkau ATUR....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaiman mungkin bisa LARI dari-Mu&lt;br /&gt;Orang yg tidak ada kehidupan kecuali dgn REZEKI-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin SELAMAT dari-Mu&lt;br /&gt;Orang yang tidak punya tempat lari di luar KEKUASAAN-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Engkau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling TAKUT diantara makhluk-Mu&lt;br /&gt;Adalah orang yang paling MENGENAL-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling MERENDAH pada-Mu&lt;br /&gt;Adalah orang yang paling banyak BERAMAL mentaati-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling HINA dihadapan-Mu...&lt;br /&gt;Adalah orang Kau berikan REZEKI tapi dia MENYEMBAH selain-Mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Engkau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengurangi KEKUASAAN-Mu......&lt;br /&gt;Orang yg MEMPERSEKUTUKAN-Mu &amp;amp; MENDUSTAKAN para utusan-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang MEMBENCI KETENTUAN-Mu&lt;br /&gt;Tidak akan mampu menolak PERINTAH-Mu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menolak KEKUASAAN-Mu&lt;br /&gt;Tidak dapat MENGHINDAR dari-Mu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang MENYEMBAH selain-Mu&lt;br /&gt;Tidak dapat MENJAUH dari-Mu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang MEMBENCI PERTEMUAN dengan-Mu&lt;br /&gt;Tidak akan hidup ABADI di dunia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Engkau!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alangkah agungnya kemuliaan-Mu.....&lt;br /&gt;Alangkah besarnya kekuasaan-Mu....&lt;br /&gt;Alangkah dahsyatnya kekuatan-Mu....&lt;br /&gt;Alangkah cepatnya perintah-Mu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasuci Engkau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tentukan pada seluruh makhluk-Mu kematian&lt;br /&gt;Orang yg mengesakan-Mu dan kafir kepada-Mu&lt;br /&gt;Semua merasakan kematian..&lt;br /&gt;Semua kembali pada-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Mulia Engkau, Maha Tinggi...&lt;br /&gt;Tidak Ada Tuhan Kecuali Engkau...&lt;br /&gt;Esa dan Tiada sekutu bagi-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beriman kepadaMu.....&lt;br /&gt;Aku benarkan utusan-Mu&lt;br /&gt;Aku terima kitab-Mu&lt;br /&gt;Aku tolak setiap sembahan selain-Mu&lt;br /&gt;Aku berlepas diri dari orang yang menyembah selainMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Pagi dan sore aku melakukan sedikit amalku&lt;br /&gt;Mengakui dosaku&lt;br /&gt;Berikrar dengan kesalahanku&lt;br /&gt;Dengan segala pelanggaran diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini hina&lt;br /&gt;Amalku mencelakakanku&lt;br /&gt;Hawa nafsuku membinasakanku&lt;br /&gt;Keinginanku membuatku malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bermohon pada-Mu, wahai junjunganku.....&lt;br /&gt;Permohonan orang yang jiwanya lalai&lt;br /&gt;Karena panjang angan-angannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang badannya alpa&lt;br /&gt;Karena ketenangan urat-uratnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hatinya terpukau&lt;br /&gt;Karena banyaknya nikmat atasnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang fikirannya pendek&lt;br /&gt;Kepada arah kepulangannya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan orang yang angan2 telah mengusainya&lt;br /&gt;Hawa nafsu telah mencobainya...&lt;br /&gt;Dunia telah mengendalikannya...&lt;br /&gt;Kematian telah membayangkan...&lt;br /&gt;Permohonan orang yang bertumpuk dosanya&lt;br /&gt;Dan mengakui kesalahannya....&lt;br /&gt;Permohonan orang tidak punya tuhan selain-Mu&lt;br /&gt;Yang tidak punya pelindung kecualiMu...&lt;br /&gt;Tidak ada penyelemat dari-Mu...&lt;br /&gt;Tidak ada tempat bernaung dariMu kecuali kepada-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku…..&lt;br /&gt;Aku bermohon kepada-Mu&lt;br /&gt;Demi hak yang Engkau wajibkan atas seluruh makhluk-Mu&lt;br /&gt;Demi nama-Mu yang agung yang Kauperintahkan Rasul-Mu&lt;br /&gt;Untuk bertasbih kepada-Mu&lt;br /&gt;Demi kemuliaan wajah-Mu&lt;br /&gt;Yang tidak pernah pudar, berubah, berganti, menghilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad&lt;br /&gt;Bebaskan aku dari ketergantungan kepada segala sesuatu&lt;br /&gt;Dengan beribadat kepadaMu...&lt;br /&gt;Palingkan perhatian jiwaku dari dunia&lt;br /&gt;Dengan takut kepadaMu...&lt;br /&gt;Curahkan kepadaku limpahan anugerah-Mu&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang-Mu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku berlari....&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku takut.....&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku berlindung....&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku berharap....&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku berdoa...&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku bernaung...&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku bersandar...&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku meminta tolong...&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku beriman....&lt;br /&gt;Kepada-Mu aku bertawakkal...&lt;br /&gt;Pada anugerah dan karunia-Mu...&lt;br /&gt;Aku pasrah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Al Fakir Ilallah&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-1144766083011384474?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/1144766083011384474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/rintihan-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1144766083011384474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/1144766083011384474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/rintihan-doa.html' title='RINTIHAN DO&apos;A'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-13Tk-CFwI/AAAAAAAABLA/FbCh2w_FYBw/s72-c/untitled-1-berdoa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-7590032301904600928</id><published>2010-05-14T22:57:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T22:59:48.897+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Menarik'/><title type='text'>Hitler Juga Punya Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-1zNo6_ZPI/AAAAAAAABK4/7p7rWLt_YJk/s1600/adolf-hitler_normal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-1zNo6_ZPI/AAAAAAAABK4/7p7rWLt_YJk/s200/adolf-hitler_normal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471155800485356786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Betapa dahsyat kekuatan cinta. Dengan kekuatan cinta orang rela memberi dan berkorban apa saja,tapi dengan kekuatan cinta pula orang dapat membenci bahkan juga membunuh. Kekuatan cinta juga dapat mengelabui. Coba lihat kisah cinta Romeo and Juliet. Dunia menjadikannya legenda kisah cinta sejati. Orang hampir tidak percaya bahwa kisah itu sebenarnya tidak pernah terjadi. ltu hanya fiksi, buah pena sastrawan Inggris William Shakespeare. Tapi hal ini juga sekaligus membuktikan betapa universalnya pemahaman tentang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak kisah cinta yang menjadi legenda.&lt;br /&gt;Bangunan yang populer di dunia karena kemegahannya, Taj Mahal, adalah salah satu legenda cinta. Seluruh bangunan yang terletak di kota Agra, India itu terbuat dan marmer berkualitas tinggi, bahkan bagian-bagian dari dindingnya bertahtakan berlian. Bangunan ini merupakan bukti cinta dari seorang Kaisar Moghul bernama Shah Jehan kepada istrinya Mumtaz. Ia ingin mempersembahkan monumen cinta abadi bagi sang istri yang lebih dulu meninggalkannya. Betapa dalam cintanya kepada sang istri yang setia mendampingi sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adolf Hitler adalah nama tidak asing dari buku sejarah dunia. Pemimpin gerakan Nazi Jerman yang kejam dan sadis. Ditangannya, ribuan orang mati mengenaskan. Dia juga mempunyai ambisi untuk menjadi pemimpin dunia. Tetapi siapa menyangka kalau ia tidak sanggup menerima kenyataan meninggalnya wanita yang dicintainya. Dua menit setelah kematian istrinya yang bunuh diri, Hitler menyusul dengan cara yang sama. Mayat mereka dikremasikan bersama sesuai dengan pesan Hitler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayako, satu-satunya putri kaisar dan ratu Jepang, telah bertunangan dengan seorang rakyat jelata dan dijadwalkan akan menikah pada akhir tahun 2005. Putri dengan nama panggilan tidak resmi Nori itu akan meninggalkan keluarga kekaisaran karena menikah dengan orang yang bukan dari kalangan bangsawan. Karena cinta, Nori rela menanggalkan gelar putri kaisar dengan berbagai keistimewaan dan tentu kemewahan, menjadi rakyat biasa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalaluddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya. Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita, Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur … Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan, buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, disini kita tidak akan mendefinisikan cinta karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dalam perbuatan kita. Disini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erich Fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu : Care (perhatian), Responsibility (tanggung jawab), Respect (hormat) dan Knowledge (pengetahuan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mencintai pekerjaan, kita akan bersungguh-sungguh dalam bekerja, penuh komitmen dan tanggungjawab untuk menghasilkan yang terbaik. Kita tidak akan berpikir untuk menyia-nyiakan pekerjaan, apalagi meninggalkannya. Ketika kita mencinta usaha yang kita jalankan, dengan sepenuh hati kita akan memberikan yang terbaik yang ada dalam diri kita untuk kemajuan usaha yang dijalankan. Menjalankan usaha dengan penuh komitmen dan tanggungjawab, untuk keberhasilan usaha kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang sukses yang menghasilkan karya luar biasa di dunia memiliki motivasi luar biasa karena memiliki cinta. Hal ini senada dengan pendapat Tim Sanders, seorang Chief Solutions Officer di Yahoo yang mengatakan, untuk berhasil dalam pekerjaan dan bisnis, seseorang harus memiliki cinta dan menjadi apa yang disebutnya sebagai `lovecat’. `Lovecat’ adalah seseorang yang pintar, mampu menyenangkan orang lain, dan mencintai apa yang dikerjakannya dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi cinta seakan tak pernah habis. Jika Shah Jehan rela membangun ‘petilasan’ yang megah untuk mengenang istrinya, Hitler rela mati menyusul istrinya, Putri Nori rela meninggalkan istana untuk suaminya yang rakyat jelata, maka sesungguhnya kita juga punya energi cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makna positif dorongan cinta keluarga akan menumbuhkan kekuatan dahsyat untuk melakukan pekerjaan, menumbuhkan kreatifitas dan memotivasi seorang untuk bekerja keras. Namun jika dorongan negatif yang dimunculkan, seorang bisa terjatuh dalam jurang kenistaan. Banyak seorang suami sukses karena dorongan istri dan keluarganya, meskipun tidak sedikit yang terseret korupsi karena hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya adalah ketajaman dan kepekaan ruhani. Energi cinta akan menjadi kekuatan daya juang jika dilandasi kesetiaan, rela dan ketulusan. Cinta kepada keluarga jika diletakkan pada posisi tepat maka ia akan menyempurnakan kecintaan yang lebih hakiki, cinta pada Sang Pemberi Rejeki.[js]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posted by jumadi on November 12, 2008 under Motivasi &amp;amp; Pengb. Diri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://jumadisubur.com/" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://jumadisubur.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7357617128039824655-7590032301904600928?l=jifasmart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jifasmart.blogspot.com/feeds/7590032301904600928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/hitler-juga-punya-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7590032301904600928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7357617128039824655/posts/default/7590032301904600928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jifasmart.blogspot.com/2010/05/hitler-juga-punya-cinta.html' title='Hitler Juga Punya Cinta'/><author><name>Jihaduddin Fikri Amrullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09698724318333347220</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://3.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/SUUF4Jl3FdI/AAAAAAAAACY/JgyypWyuu64/S220/sdadas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-1zNo6_ZPI/AAAAAAAABK4/7p7rWLt_YJk/s72-c/adolf-hitler_normal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7357617128039824655.post-886827648693869720</id><published>2010-05-14T22:44:00.003+07:00</published><updated>2010-05-14T22:48:38.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Berhikmah'/><title type='text'>Cerita, "Ayah minta maaf Nak..."</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-1wiOKV9nI/AAAAAAAABKw/u_19p3aRG5M/s1600/maaf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/S-1wiOKV9nI/AAAAAAAABKw/u_19p3aRG5M/s200/maaf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471152855544362610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lima tahun yang lalu, Alloh telah memanggil orang yang kusayangi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surga, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Alloh..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya ... Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Ayah ... "&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan
